Kisah Misteri Pasar Setan Gunung Lawu Yang Mengerikan

Kisah Misteri Pasar Setan yang beara di Gunung Lawu. Gunung Lawu yang terletak di antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tentu sudah tidak asing lagi bagi kalangan pendaki. Saat ini, status gunung api tersebut sedang beristirahat. Keindahan alam Gunung Lawu menjadikannya salah satu tujuan pendakian.

Gunung Lawu setinggi 3.265 mdpl ini sering dikaitkan dengan sejumlah kisah misteri. Selain menjadi tujuan pendakian, gunung ini kerap didatangi masyarakat untuk melakukan kegiatan supranatural. Ada berbagai kisah menarik tentang gunung yang dijuluki sebagai pakunya Pulau Jawa ini.

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui untuk sampai ke puncak Lawu, yakni Cemoro Kandang, Cemoro Seru, dan Candi Cetho. Jalur pendakian melalui Candi Cetho menyimpan suatu misteri yang cukup populer, yakni pasar setan.

Kisah mistis tentang pasar setan itu viral lewat foto unggahan akun Instagram @jelajahsolo, Rabu (30/1/2019). Menurut keterangan akun tersebut, posisi pasar setan berada di sekitar pos lima jalur Cemoro Kandang. Saat pendaki melintas, setan akan bertanya, “beli apa dik?” Kisah Misteri Pasar Setan

Konon, jika mendengar pertanyaan tersebut pendaki Gunung Lawu harus menjawab seolah hendak membeli barang yang ada di sekitar. Seperti tanah, daun, air, atau batu. Setelah itu, lemparkan uang ke arah datangnya suara tersebut.

Warganet yang pernah mengalami kejadian mistis saat melintasi pasar setan di Gunung Lawu berbagi pengalaman melalui kolom komentar. Mereka mengaku sangat ketakutan mendengar suara aneh tersebut.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

13 10 17 16 03 07 06 63 60 67

SELENGKANYA

PASARAN COLOMBO

20 24 28 27 40 48 47 70 74 78

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

61 64 63 69 31 34 39 91 94 93

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

50 56 51 59 10 16 19 90 96 91

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

29 25 26 28 69 65 68 89 85 86

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

72 73 76 79 32 36 39 92 93 96

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

20 24 29 26 40 49 46 90 94 96

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

23 21 28 29 13 18 19 83 81 89

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

23 26 29 28 93 96 98 83 86 89

SELENGKAPNYA

“Aku juga pernah ngalamin. Dipanggil dari arah belakang, terdengar suara, hai jomblo mampir sini. Seketika saya langsung nangis di tempat,” terang @ahmadardyanto.

“Waktu turun lewat Cemoro Kandang, memang ada peristiwa aneh. Seperti ada yang mengikuti langkah kaki. Suka tiba-tiba terdengar sekumpulan orang banyak, seperti pasar. Tetapi dicari tidak ada orang. Memang angker,” sambung @danielgunawan.

“Kalau aku dulu pas di Lawu cuma dengar suara ribut. Pas lewat pos lima itu. Ribut banget mirip suasana pasar gitu,” imbuh @alishah_diarygram.

Kamis (31/1/2019), pasar setan berada di jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Jalur ini memang cukup terjal dan sulit dilalui karena sering ditutupi kabut. Ada banyak cekungan yang sering membuat pendaki bingung hingga tersesat.

Kisah Misteri Pasar Setan sebenarnya merupakan sabana di jalur pendakian Candi Cetho di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat itulah sejumlah pendaki mengaku pernah mendengar suara riuh layaknya di pasar. Bahkan, ada yang menawarkan barang-barang. Konon, jika mendengar suara itu, pendaki harus membuang apa saja layaknya sedang bertransaksi jual beli di pasar.

Sumber: JituNews

Mengerikan! Cerita Horor Pabrik Gula Bagian Terakhir

Dijamin Bikin Merinding Dan Tegang Cerita Horor Pabrik Gula Bagian Terakhir

Nah, sesuai janji saya kali ini saya akan menceritakan Cerita Horor Pabrik Gula bagian ke 3 atau yang terakhir. Semoga kalian suka dengan cerita horor ini. Yuk tunggu apa lagi langsung aja di baca dan jangan lupa share ke teman-teman kalian.

Hal yang gak banyak orang tau adalah, saya tidak bisa lihat secara langsung tapi, saya bisa memvisualisasikan sesuatu dari cerita orang lain. lalu bagaimana saya tau tentang gadis kecil yang menunggu pohon beringin?

Endah lah yang memberitahu saya pertama kali akan sosok ini. Sosok yang akan saya ceritakan. Kita balik jauh ke belakang saat saya masih TK disini.

TK ini, di bangun sama persis di samping lahan kosong, bila di lihat dari denah lokasinya cukup jauh dari lapangan tenis, namun, jaraknya cukup dekat dengan pohon beringin.

Nah, pohon beringin inilah yang akan jadi fokus cerita kita sebelumnya, saya mau kasih tau. Sampai sekarang, tanggal 6 maret 2019, pohon beringin ini masih berdiri, termasuk lahan kosong itu yang memang tidak ada yang berani menyentuhnya. jujur, saya pengen ambil gambarnya, biar kalian bisa lihat, tapi, saya harus urungkan. Saya tau, mereka gak suka. Lanjut ke cerita. Ketika saya TK, pohon beringin tersebut memang seringkali mencuri perhatian saya, entah kenapa ada energi negatif yang bikin saya gak bisa mengalihkan pandangan tiap saya melewati halaman sekolah.

TK saya sendiri adalah bangunan peninggalan Belanda, sehingga desainya cukup seram banyak kisah mistis yang simpang siur selama saya bersekolah di TK ini. Salah satunya adalah sosok yang tinggal di pohon beringin tua tersebut, konon kabarnya, ada kuburan anak-anak disana, namun, belum ada bukti bahkan sampai Cerita Horor Pabrik Gula ini saya tulis. jujur, sekarang saya merinding. Namun, kisah lain juga tidak kalah mengerikan, satu yang selalu di ceritakan turun temurun, dahulu beredar cerita bahwa pondasi yang di gunakan untuk bangunan sekolah adalah kuburan kuda.

Jadi, dulu ini adalah tempat penjagalan kuda, dimana kepala dan tubuh binatang tersebut tersebar disini sehingga, setiap malam, Pak abut si penjaga sekolah seringkali mendengar suara kuda meringkih. Ngomong soal suara kuda, Kisah ini berkaitan dengan suara yang di dengar mas Hendra, jadi yang jelas, zona utara adalah zona dimana seringkali di temui suara kuda bergentayangan. Balik lagi ke gedung TK. ada 3 kelas yang selalu di gunakan, yaitu kelas untuk anak 5 tahun yang di sebut nol kecil. sedangkan 2 kelas untuk anak 6 tahun yang lebih di kenal dengan nama nol besar.

Selain 3 kelas tersebut, ada lagi beberapa ruangan, seperti ruangan guru. lalu, ruangan musik, ruangan musik jarang sekali di gunakan bila tidak ada pak Mamat, guru pengajar musik. Namun, banyak beredar cerita yang selalu menarik perhatian saya, di sudut kelas musik, ada sebuah piano kecil, piano tersebut kadang di gunakan pak mamat untuk mengajar. Mengerikanya adalah, seringkali lantunan nada piano di mainkan bahkan di siang bolong sekalipun, yang menjadi masalahnya adalah, setiap kali di lihat siapa yang memainkanya, tak seorangpun duduk di kursi memainkan piano, seolah2 piano tersebut bermain dengan sendirinya.

Gua sendiri belum pernah mendapat pengalaman tersebut, jadi saya anggap itu hanya rumor kosong, termasuk rumor, anak kecil yang suka menunggu di kamar kecil. Tapi, ada satu rumor yang gak bisa saya katakan sebagai omong kosong karena, rumor ini pernah saya buktikan dengan sendirinya. Rumor tentang gadis yang menghuni pohon beringin.

Kisahnya, di mulai ketika saya melihat Endah. Endah adalah tetangga saya, sejujurnya kita sama-sama tidak menyukai satu sama lain, namun, ayah kami memiliki ikatan yang erat sehingga akhirnya saya mencoba bersikap baik dengan dia. Namun dirinya, gk bisa di baca dari luar, sifatnya lebih tertutup dari anak-anak pada umumnya. Disaat anak-anak akan menghabiskan waktu untuk bermain dan bersama teman-temannya. Endah, hanya akan duduk memandang satu titik yang paling saya benci di tempat ini.

Itu adalah pohon beringin di belakang pernah beberapa kali Endah tidak mengikuti kelas hanya karena dirinya terlalu asyik melihat pohon tersebut, sampai guru kami, bu Etik menegurnya beberapa kali. Namun tetap saja, anak itu bertingkah sangat aneh.

Suatu hari, saya begitu penasaran, jadi saya putusin mendekatinya. Saya mencoba mengulik apa yang dia lihat selama ini.

“Opo seh seng mok delok?” (apa sih yang kamu lihat?) kata saya

“Awamu eroh wit ringin iku?” (kamu lihat pohon beringin itu?)

“Iyo” kata saya lagi.

“Onok arek cilik seng ndelok kene sak iki” (ada anak kecil yang melihat kita saat ini)
mendengar itu, perlahan saya bisa memvisualisasikan ucapan Endah menjadi sebuah bayangan.

“Cah wedon” (anak perempuan?) kata saya tiba-tiba

Endah akhirnya melihat saya “isok ndelok tah?” (bisa melihat juga tah?)

Saya langsung pergi, karena entah kenapa, firasat saya langsung gak enak. Itu adalah pengalaman satu-satunya yang saya inget tentang makhluk ini, namun rupanya makhluk ini adalah makhluk yabg sering maen ke desa saya. Karena apa yang terjadi berikutnya, dia merasuki salah seorang warga.

Kejadianya sendiri di mulai siang bolong, ketika saya sedang maen dengan anak-anak, saya denger baru saja terjadi sebuah kehebohan, banyak warga yang mendekat, dan beramai-ramai memenuhi rumah. Penasaran, saya pun mendekat. Rupanya mbah Bun, salah satu wanita tua yang halamanya seringkali saya pake maen, dirinya berteriak-teriak nyaris histeris. suaminya Mbah nang, mencoba menenangkanya berkali-kali, namun, mbah bun rupanya masih terus menjerit-jerit, saya yang sedari memperhatikan gelagat aneh itu akhirnya sadar, mbah bun kesurupan masalahnya adalah, mbah pun terus berteriak dia minta pulang.

“Aku tak muleh, aku tak muleh” (aku mau pulang, aku mau pulang)

Mbah nang akhirnya yang pertama kali bertanya perihal itu. “muleh nang ndi” (pulang kemana?)
“nang omahku” (ke rumahku) jawabnya.

“sopo koen?” (siapa kamu?) tanya mbah nang.

Namun sosok itu melotot, tidak mau menjawab lalu menjerit kembali. Pergolakan itu terus terjadi sampe akhirnya Om saya datang. de no yang merupakan juru kunci di desa saya. Sekali lihat, de no langsung tau, siapa yang merasuki mbah Bun.

“Lapo koen nang kene?” (ngapain kau disini)  tanya de no ketus.

“Aku kate muleh” (aku mau pulang) jawabnya sambil melotot.

“Muleh, tapi koen gowo rogone wong” (pulang, tapi kamu di dalam raga seseorang)

Terjadi perdebadan yang panjang intinya, mkhluk tersebut tidak sengaja kesedot tubuh mbah bun ketika beliau sedang melamun. Untuk itu, saya cuma mau berpesan, hat-hati bila melamun, pikiran yang kosong membuka diri kita utuk lebih muda di masuki.

Setelah terjadi tawar menawar bagaimana makhluk itu keluar, rupanya, dia mau syarat dia mau keluar hanya saja nanti, de no harus mengantarnya dengan cara di gendong di punggung.

De no pun menyanggupi permintaanya, bila di lihat dengan mata kosong, de no seperti berjalan dengan posisi menggendong, namun bagi mereka yang bisa melihat, ada sosok gadis kecil disana sampai saat ini, gadis tersebut masih ada disana, hanya saja, sekarang dirinya tidak lagi suka berjalan-jalan ke desa saya lagi, entah kenapa.

Sekarang, kita menuju ke bangunan gereja 200 meter dari gedung TK, disana terkenal dengan satu Hantu wanita warga menyebutnya dengan.. hantu wanita yang menangis. Namanya adalah Suparlan, biasa di panggil wak parlan, beliau adalah orang tua yang rumahnya berada persis di depan gereja tersebut, kiri kanan rumahnya hanya tanah kosong, disana di tanami berbagai macam tanaman kebun, Ubi, pisang, cabai dan sebagainya. Pernah, beliau bercerita, bila gereja di depan rumahnya memiliki aura mistis yang tidak biasa, bila hanya kuntilanak, pocong atau yang lainya, wak parlan sudah biasa, karena dulu, beliau adalah salah satu pekerja pabrik yang sudah lama pensiun.

Namun, gereja ini lain dari yang lain. Suatu malam, godaan menganggu tidurnya, dirinya di bayangi oleh sosok wanita yang meminta tolong. Cantik, nan menggugah adalah bahasa yang dirinya pakai untuk menggambarkan ayunya wanita ini. Sehingga dirinya terbangun dari tidurnya, kemudian, rintihan menangis menelusup telinganya. Halus nan lembut suara tersebut seolah menghipnotisnya, karena tanpa dirinya sadari, dirinya sudah berdiri di pagar gereja jawi wetan.

Tidak sulit membuka pintu pagarnya, karena memang beliaulah yang di beri mandat untuk menjaga gereja ini. Kini, dirinya tergoda untuk tau, apa arti mimpinya. Di telusurinya lorong demi lorong, pintu-pintu besar dari kayu jati beberapa kali mencuri pandangnya, seolah di guratan yang terbuka itu ada sosok yang sedang mengintipnya, namun, takut bukan kawan baik seorang Parlan, yang konon memiliki ilmu kebatinan.

Rupanya, suara tersebut berasal dari gudang belakang, tempat dimana kursi dan meja rusak di susun ala kadarnya. Dengan gemuruh gelisah, Parlan merasa ada yang ganjil dari ruangan ini. Selama ini, dirinya ke gereja hanya untuk membersihkan rumput dan menyapu lahan dari dedaunan pohon randu. Sehingga, dirinya tidak tau menahu akan apa yang ada di dalam ruangan-ruangan ini.

Setengah hatinya berbisik untuk pergi dan angkat kaki, namun setengahnya lagi, berkata, ada rasa penasaran yang harus di lunasi. Tanganya tua, namun tegas, meski kaki gemetar menopang badan ringkih. Tak kala suara krieeet dari pintu tua terbuka, dirinya hanya melihat ruangan seukuran kamar tidurnya, tidak terlalu besar, namun bedanya, sangat berantakan. Cerita Horor Pabrik Gula

Tak di dengarnya lagi suara tangisan tersebut. Ketika tangan terpatri untuk menutup lagi, sudut mata parlan menatap ujung ruang. Seseorang tengah meringkuk disana, sudut nan gelap mengaburkan kehadiranya, parlah awalnya ragu. Mana ada seseorang disini, dini hari, meringkuk menyendiri.

Parlan mendekatinya, di tepis pikiran buruknya, mungkin dirinya terkunci, dan tidak ada yang mengetahui ucap hati kecilnya. Namun, kaki sudah melangkah, tak ada waktu untuk berbalik kembali.

“Mbak, nuon sewu, panjenengan sinten nggih” (Mbak mohon maaf, anda siapa ya)

Suara gemetar Parlan, menghentikan tangisanya, namun jawaban tak kunjung bersambut, dalam kengerian, ia terjebak di dimensi yang asing. Karena pertanyaan tak dapat jawaban, Parlan menyentuh tangan gadis misterius di depanya. Sampai, wajahnya terangkat, dan Parlan bisa melihatnya dengan jelas, wanita yang ada dalam mimpinya, menangis, merintih, kemudian, menjerit.

Parlan terjerembab, bukan karena jeritanya, namun bola mata gadis tersebut, tidak ada pada tempatnya.

Air mata di pipinya hanya tangisan merah dari darah yang mengalir dari 2 lubang kosong tempat seharusnya bola matanya berada. Yang Parlan ingat hanya dzikir kecil, berharap dirinya sadar dengan apa yang dirinya lihat. Namun, di tengah dzikir kecilnya, wanita tersebut menjerit semakin keras, seolah-olah ia marah, sangat marah, sehingga Parlan akhirnya berlari pergi, dirinya tahu, sedang dalam bahaya.

Setelah kejadian tersebut, Parlan memohon diri, dirinya tidak mau lagi menjaga gereja tersebut dari makhluk yang membuatnya tidak dapat menahan diri. Wanita yang menangis, begitulah warga desa memanggilnya. Malam ini,

Rencanaya, kita mau pergi ke timur, jadi dari zona utara, ke timur lalu baru selatan.

Dari sini saya bakal tulis semua yang paling ganas dan bersingungan dengan desa saya, karena Zona timur adalah tempat yang paling deket dengan desa saya. Di sebelah gereja ada sebuah gerbang besar, tempat masuk keluarnya Truk pabrik. Tahun 2006, 3 tahun pasca saya pernah di incar oleh salah satu penghuni di zona selatan. Saya gak pernah lagi pergi ke pabrik di bagian selatan lagi. Cerita Horor Pabrik Gula

Namun saya masih sering berkunjung di zona lain. Untuk apa?

Jawabanya, mengejar layang-layang. Jadi bila musim adu layang-layang, biasanya saya dan Endah, yang waktu tersebut kita sudah akrab, dan orangnya ternyata cukup menyenangkan. Kami berdua biasa ngumpul di gerbang timur ini. Karena begitu ada layangan yang putus, saya dan Endah siap buat masuk, masuk disini itu masuk ke pabrik.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

59 58 53 57 39 38 37 79 78 73

SELENGKANYA

PASARAN COLOMBO

46 48 43 42 86 83 82 26 28 23

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

62 69 68 67 83 89 87 73 79 78

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

28 21 20 27 18 10 17 08 01 07

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

36 34 38 37 86 84 87 76 74 78

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

49 41 46 48 19 16 18 69 61 68

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

23 21 24 27 43 41 47 73 71 74

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

10 16 13 18 60 63 68 80 83 86

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

76 73 75 71 36 35 31 16 15 13

SELENGKAPNYA

Benar dugaan saya, Endah nunjuk ada satu layangan yang putus, tanpa pikir panjang, saya lompat ke pager di ikuti Endah. Buat kalian yang gak tau Endah, dia adalah teman TK sekaligus tetangga sya yang, bisa lihat hal-hal begituan. Kami langsung mengikuti layang-layang yang sesuai prediksi saya masuk ke dalam pabrik. Buat kalian yang bingung, kok tidak ada satpam yang berjaga, karena tahun 2006 adalah 2 tahun pasca pabrik ini akhirnya gulung tikar. Yaitu tahun 2004.

Saya dan Endah langsung berlari. Sialnya, layangan itu masuk ke dalam gudang baru. Di gudang baru, atapnya dulu adalah seng, tinggi sekali hampir lebih dari 40 meter, maklum ini salah satu bangunan peninggalan belanda, jadi gudangnya gak umum tingginya.

Hanya saja, seng-seng yang jadi atap sudah pada berlubang. Saya masih mencari-cari kemana layangan tersebut nyangkut. Saya terus dan terus menatap ke atap, sampai saya denger Endah mengatakan “Assalamualaikum”

Kaget saya waktu denger, karena disana, cuma ada saya, jadi, Endah ngasih salam ke siapa?!

“sopo to seng mok salami?” (siapa sih yg kamu beri salam)

“iki lo, mbah e” (ini loh mbah)

“mbah sopo? (mbah siapa)

Endah gak jawab, lalu ngajak saya jalan lagi, saya, tiba-tiba merinding.

“Metu ae yo” (keluar aja yuk) kata Endah tiba2.

“Lho lapo to, koyok keweden ngene” (loh kenapa sih, kok kaya ketakutan gini)

“seng nduwe nggon iki gak seneng ambek kene” (yang punya tempat ini gak suka sama kita}

Saya yang bisa lihat wajah panik Endah, bingung. Endah bisa takut juga? Akhirnya kami berlari kembali ke gerbang tempat saya masuk, tapi tiba-tiba, saya lihat seekor burung merah, emang dasar saya ini sampe tidak sadar saya ngejar itu burung dan kepisahlah sama Endah. Cerita Horor Pabrik Gula

Rupanya, hal ini membuat saya nyesel seumur hidup bahkan sampe sekarang. Karena Endah harus menanggung akibatnya. Saya ngejar burung itu sampe jauh masuk ke dalam pabrik. Bisa di bilang, di pusat pabrik, samping gedung besar atau bisa di bilang paling besar, di sisi bangunan itu ada cerobong asap pabrik yang paling terkenal.

Saya kaget waktu melihatnya. Saya nyari-nyari Endah, dan saya gak nemuin dia, akhirnya saya menelusuri jalan saya tadi. Namun, saya baru paham apa maksud Endah, di waktu siang bolong, saya merasa tidak sendirian, malah, seperti di pusat keramaian. Cerita Horor Pabrik Gula

Saya emang gk bisa lihat, tapi bila kalian jadi saya, rasanya seperti jadi tontonan saya mulai lari, tapi semakin saya jauh lari ngikutin jalan, semakin saya tersesat. Seolah jalanya ya emang cuma ini-ini aja.

Jantung saya rasanya tidak karuan. Dan saya tidak bisa bayangin seberapa marahnya bapak kalau tau anaknya yang badung ini masuk ke pabrik lagi tanpa beliau tahu yang jelas, ketika saya udah capek. Saya cuma nangis, Nangis di waktu saya udah SMP, sangat memalukan memang, tapi, saya udah di liputi perasaan campur, takut, khawatir, bingung, dan ketika saya nangis, tumpah aja semuanya.

Di tengah-tengah hal tersebut, saya denger Endah manggil saya. Rupanya, itu memang Endah. Dia langsung menggil saya, minta saya pegang bajunya, saya inget Endah cuma bilang. Cerita Horor Pabrik Gula

“wes, ojok delok mburi pokok’e” (sudah, jangan lihat ke belakang pokoknya)

Saya dasarnya emang gampang penasaran, saya, lihat ke belakang, tapi tidak ada apa-apa, kecuali
yang saya pegang, udah bukan baju Endah lagi, lebih ke seperti batang daun kelor, yang di bawa oleh pria tua.

Saya, otomatis kaget untuk beberapa saat, sampe saya bisa nguasai diri saya, karena sepertinya, beliau tidak menyakiti saya sama sekali, tapi lebih ke nunjukin jalan. Saya akhirnya ikut. Saya di bawa ke sebuah gudang baru lagi, disana, saya lihat Endah, tersungkur dengan memegang kakinya, saya yang lihat itu langsung nyamperin, betapa khawatirnya saya, Endah merintih nahan sakit, rupanya, waktu dia nyari saya, dia gk sengaja lompat dari “Bok” (pijakan) padahal, pijakanya tidak tinggi. tapi, kakinya Endah seperti di gebuk sama benda keras sekali. Yang saya inget, di tengah-tengah Endah nahan sakit, dia cuma bilang.

“Celuken mas Uji” (panggilkan saja mas Uji) Mas Uji itu kakaknya Endah, saya tidak paham maksudnya, jadi saya akhirnya lari ke gerbang, belum sampe gerbang, saya papasan sama Mas Uji yang buat saya bertanya-tanya, kenapa orang ini bisa ada disini.

Mas Uji manggil saya. “Loh nang ndi Endah, gak maen ambek awakmu tah?”
(Loh dimana Endah, bukanya kalian maen bareng?)

“Endah tibo mas, nang kono” (Endah jatuh mas, disana) teriak saya. akhirnya lari. Disana, kakinya Endah sudah bengkak sekali. Saya, udah gak lihat kakek-kakek itu lagi. Sesampainya di rumah, bapaknya Endah marah besar sama saya, sehingga hal ini sampe ke telinga bapak, saya di marahin habis-habisan, namun dari semua kejadian itu, banyak hal janggal terjadi. Yang pertama adalah salam dari Endah.

Sejak awal masuk ke gudang baru, rupanya Endah melihat kakek-kakek tersebut menyambut mereka, hanya saja, beliau mengatakan, jangan masuk lebih dari ini, daripada dia tahu. Yang di maksud dia adalah, yang punya tempat ini. Bila saya pikir kembali peristiwa ini, gudang baru hampir di pusat pabrik, dan itu tepat di samping bangunan utama samping cerobong asap, apakah maksud yang punya tempat ini adalah rajanya.

Yang kedua, rupanya ketika saya ngejar burung tersebut, Endah ngelihat saya kaya di rasuki cepat sekali karena ketika Endah berusaha ngejar, saua udah ngilang begitu saja.

Endah panik. akhirnya, dia nyari lebih ke dalam, nah, ketika dia masuk ke tempat ini, dia melihat Naga yang besar sekali, berjaga di bawah cerobong asap, disini Endah ketakutan dan lari meninggalkan tempat tersebut namun, karena begitu buru-buru, dia melompat di beberapa pijakan yang tingginya tidak seberapa, ada yang dari tadi mengincar Endah, sehingga akhirnya kakinya di pukul, Endah sendiri bilang, yang mukul itu, badanya Gemuk, bongsor, punya payudara kaya perempuan, tapi bertaring dan sangat menggerikan tapi, makhluk itu hanya melotot terus waktu Endah sudah tidak bisa jalan.

Yangg terakhir, bagaimana Mas Uji tiba-tiba tau Endah disana, kata mas Uji sendiri, dirinya di jemput anak-kata kecil, mereka bilang adiknya dalam bahaya, dan dia menunjuk ke pabrik.
Mas Uji yang tau dimana Endah biasanya berada segera menyusul, rupanya dugaanya benar, Mas Uji bertemu saya, dan anak-anak yang nunjukin jalan sudah lenyap.

Sekarang, Endah menjadi cacat, dia jalan dengan kaki terpincang-pincang, setiap saya ngelihat dia, saya masih ngerasa bersalah. Namun, Endah tidak pernah membahas hal itu lagi. Karena bisa keluar hidup-hidup darisana itu sudah patut di syukuri, di bandingkan dengan seseorang yang di temukan gantung diri di pohon waru di samping bangunan utama. Karena kata Endah, itulah nasib bagi mereka yang sudah melihat wujud rajanya. Cerita Horor Pabrik Gula

Sumber: Threadreaderapp

Bikin Merinding! Cerita Horor Pabrik Gula Bagian 2

Cerita Horor Pabrik Gula Bagian Ke 2 Dijamin Lebih Mengerikan Dan Pastinya Bikin Tegang

Nah, sesuai janji saya kali ini saya akan menceritakan Cerita Horor Pabrik Gula bagian ke 2. Semoga kalian suka dengan cerita horor ini. Yuk tunggu apa lagi langsung aja di baca dan jangan lupa kalau kalian baca cerita horor ini tidak sendirian.

Mas Hendra yang tidak tau apa-apa dan baru mengenal lingkungan ini jawab iya-iya saja, toh rumahnya besar dan nyaman. Sebelum om Ardi pergi, beliau berpesan.

“Nek awakmu krungu suara opo ae, gak usah metu. tinggal turu ae yo le”

(Kalau kamu denger suara apa saja, tidak usah keluar, di tinggal tidur saja ya nak)

Mas Hendra cuma magut-magut, beliau tidak bertanya lebih rinci suara apa yang di maksud, mungkin hanya pesan biasa saja. Pikirnya, rupanya, itu bukan sekedar pesan biasa, melainkan sebuah peringatan. Malam semakin larut. mas Hendra duduk di teras menikmati semilir angin malam, berkawan segelas kopi dan juga rokok beliau memandang ke kanan kiri, namun sangat sepi.

Om Ardi sendiri bilang, samping kiri kanan rumah ada penghuninya tapi, mas Hedra tidak pernah berjumpa sama sekali. “Mungkin sudah tidur” pikirnya mas Hendra,
Semakin larut, suara hewan malam terdengar semakin riuh, mas Hendra bersiap mau masuk rumah, namun, beliau di kejutkan oleh suara asing yang tiba-tiba melintas. “ngiriiikiiki” itu adalah suara kuda.Mas Hendra kaget. “Bagaimana bisa ada suara kuda di tempat seperti ini” namun, rupanya, tidak hanya sekali namun berkali-kali, jadi beliau mengambil senter dan jaket, mencari dimana sumber suara tersebut.

Tanpa mas Hendra sadari, beliau meninggalkan perumahan Dinas, melangkah melewati jalanan yang sangat sepi. penerangan di kawasan pabrik memang tidak terlalu bagus, berbekal cahaya bulan. mas Hendra menelusuri jalan, Dirinya bergerak menuju lapangan tenis, namun suara tersebut semakin jauh, rasa penasaran memenuhi isi kepalanya, mas Hendra tidak memikirkan apapun, lebih tepatnya belum curiga.
Rupanya, tanpa mas Hendra sadari beliau sudah memasuki perumahan Belanda, kali ini suara itu sudah lenyap dan mas Hendra seolah baru sadar, dirinya sudah berjalan sejauh ini. Berniat ingin kembali, mas Hendra mencium aroma yang sangat wangi. di hirupnya aroma tersebut, semakin lama semakin menyengat.
penasaran, mas Hendra mengintip perumahan Londo, dari balik pohon randu. di lihatnya dengan seksama apa yang ada di depan sana.

Kaget bercampur bingung. di salah satu rumah, ada sosok yang tengah berdiri, mengenakan gaun putih panjang sampai lantai, sosok tersebut menatap jalanan. Rambutnya pirang. posturnya tinggi, ramping dan berbau sangat wangi. Dalam kebingungan, mas Hendra baru sadar. bagaimana bisa ada orang di rumah tersebut, bukanya om Ardi mengatakan tempat itu kosong melompong.

Rupanya perasaan itu membuat sosok itu sadar tengah di intip. Sosok itu memandang pohon randu tempat mas Hendra bersembunyi. Mas Hendra berdiam diri, mencoba agar sosok tersebut tidak mendekati, rupanya, wewangian tersebut semakin menyengat seolah sosok tersebut mendekatinya. mas Hendra berbalik untuk mengintip kembali. benar saja dugaanya.
None belanda itu rupanya mendekatinya, tertawa nyaris cekikikan, yang bikin mas Hendra lari terbirit-birit, sosok itu mendekatinya terbang. kakinya tidak menyentuh tanah sama sekali.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

73 71 75 70 53 51 50 03 01 05

SELENGKANYA

PASARAN COLOMBO

30 31 34 37 40 41 47 70 71 74

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

46 49 48 42 86 89 82 26 29 28

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

03 06 04 08 83 86 84 63 64 68

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

20 21 23 28 30 31 38 80 81 83

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

81 82 83 85 21 23 25 51 52 53

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

05 06 09 02 65 69 62 25 26 29

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

64 62 69 67 24 29 27 74 79 72

SELENGKAPNYA

Tak perduli kemana dirinya berlari, yang penting, menyelamatkan diri terlebih dahulu. Sampai akhirnya mas Hendra berhenti untuk mengistirahatkan kaki. baru sadar, Dirinya berlari jauh ke samping lapangan tenis. di bawah 2 pohon besar ASEM rupanya mas Hendra tidak sendirian. Dirinya, di temani oleh sosok yang sangat besar, yang di lihatnya nyaris seperti pohon Asem. Ternyata, itu adalah kakinya,

Saya yang denger mas Hendra cerita, cuma begidik dan terbayang-bayang.Tanpa pikir panjang mas Hendra kembali berlari, kembali ke Rumah dinasnya beberapa ratus meter lagi, ketika akhirnya beliau sampai di pintu. Mas Hendra langsung pergi tidur di kamar. Namun, rupanya. malam mengerikan ini belum berakhir, karena teror yang selanjutnya adalah puncak teror yang membuat mas Hendra angkat kaki dari rumah Dinas khusus Supervisor tersebut.

Teror pasukan POCONG yang mengerikan. Masih di malam yang sama, mas Hendra berusaha melupakan apa yang baru dirinya lihat. Seumur-umur dirinya belum pernah bertemu apa lagi melihat hal di luar logika karena sebelumnya dirinya hanya mendengar dari orang-orang. namun, jam 1 dinihari tidak membuat mas Hendra bisa tidur, sebaliknya, dirinya terus kepikiran wajah nona belanda rupanya benar-benar membuat mas Hendra kepikiran, wajahnya menakutkan ketika tersenyum terutama dirinya bisa terbang.
Bagaimana bila dia datang ke rumah ini. hal-hal seperti itu rupanya membuat mas Hendra semakin tidak nyaman. Dirinya berkali-kali kepikiran untuk pergi, tapi kemana rupanya, kecemasan yang merasuki mas Hendra mengabulkan sosok yang memanggil namanya dari luar kamarnya. Cerita Horor Pabrik Gula
Tepat di jendela, mas Hendra mendengar seseorang memanggil-manggil.”Mas. tolong, mas”

Kaget bercampur takut, mas Hendra masih menjauh dari jendela. Namun, suara tersebut semakin nyaring karena sepertinya tidak hanya satu suara melainkan sperti bersama-sama. Mas Hendra lari ke ruang tamu.

Di ruang tamu sama sekali tidak mengurangi rasa takut mas Hendra karena suara tersebut semakin terdengar. akhirnya, Mas Hendra memberanikan diri melihat, mas Hendra membuka selambu jendela ruang tamu yang menghadap halaman rumah, betapa terkejutnya mas Hendra rupanya di depanya, banyak sekali pocong menatap rumah mas Hendra. Tidak hanya ada satu, melainkan lebih dari 10 pocong mengelilingi rumah dinas tersebut.
Mereka terus meminta tolong semalam suntuk dan ketika adzhan subuh berkumandang, pocong tersebut akhirnya lenyap. Esoknya ketika om Ardi datang, dan melihat mas Hendra yang tampak shock, om Ardhi seolah-olah tahu.
“Koen kenek opo le?” (kamu kenapa nak?)

Mas Hendra segera menceritakan semuanya.

“Koen iku tuman, kan wes di penging” (Kamu itu ceroboh, kan sudah di larang)

Disni, om Ardi bercerita, bila kedatangan pocong tersebut kesini biasanya di karenakan mas Hendra sudah menganggu dayangnya, yaitu nona belanda ada keterikatan apa mas Hendra tidak mengerti namun, rupanya, ada beberapa kasta di dalam pabrik ini, sehingga bila melihat pengghuni satu biasanya akan mandatangkan penghuni lain, dan bisa di bilang, pasukan pocong tersebut merupakan kasta paling bawah di bandingkan nona belanda.

Jadi rupanya ada kasta di antara para penghuni di pabrik ini. Setiap tempat ternyata memang berpenghuni, hanya saja, kasta mereka berbeda-beda, ada yang paling kuat hingga yang paling lemah, ada yang paling ganas namun ada juga yang sekedar usil menampakkan diri. lalu, dimana yang paling kuat?

Jawabanya ada di lahan kosong di samping gerbang tidak terpakai di bagian Utara. tempat dimana rumputnya tidak pernah di potong.

Dahulu, sebenarnya lahan tersebut akan di alih fungsikan untuk parkir truk yang mengangkut tebu, jadi di lakukan pembabatan guna membebaskan lahan dari rumput liar pekerja pabrik mulai melakukan pembersihan, rumput di babat, sampai pohon mangga disana akan di tumbangkan. namun, rupanya, hal yang mereka lakukan membawa kemarahan yang besar bagi penghuninya.

Tepat setelah malam hari. Semua pekerja disana, jatuh sakit. Beberapa di antaranya bermimpi, di temui seorang wanita yang sangat cantik, wanita itu berpesan agar tidak melanjutkan apa yang akan mereka kerjakan. Karena bila di lanjutkan, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan
Beberapa percaya, dan beberapa nekat tetap melanjutkan. keanehan terjadi
gergaji mesin yang di gunakan untuk menumbangkan pohon disana, semuanya patah, seolah pohon-pohon tersebut terbuat dari besi, tidak hanya itu, beberapa kali mereka di ganggu oleh ular yang melintas tiba-tiba, namun, yang paling aneh, rumput yang di potong kemarin tumbuh seperti semula.
Seolah-olah mereka tidak pernah memotongnya sebelumnya. hal-hal tidak wajar ini, membuat para pekerja ketakutan. Terutama sang mandor, yang firasatnya menjadi tidak enak.

Akhirnya, pak mandor memutuskan menghentikan pekerjaan sementara sekaligus memanggil orang pintar. Ketika di terawang tempat tersebut, si orang pintar hanya berpesan. “Jangan lanjutkan. bila kalian tidak mau meregang nyawa”

Bingung, sang mandor bertanya, “Kenapa mbah?”Sang mandor menunjuk suatu tempat yang bisa di katakan, paling dalam di lahan kosong tersebut.

“Itu adalah rumahnya, tempat makhluk yang tidak pernah menerima kehadiran kalian disini”

“Apakah tidak bisa di usir mbah?” tanya sang mandor

Si orang pintar kemudian tersenyum kecut. “berani bayar berapa kamu dengan harga nyawaku?”

Si mandor terkejut. “nyawa mbah?”

“Iya nyawa, saya tadi sudah berbincang sama dia. dia bilang nyawa kalian-kalian ini yang jadi taruhanya. Itu pun gak akan bisa kalian babat lahan ini. Mau mati konyol kamu?” tekan si mbah.

Akhirnya si orang pintar bercerita. Pabrik tempatmu bekerja ini adalah sarang kerajaan demit

kaget bercampur bingung, sang mandor bertanya kembali “maksudnya mbah?”

“Ya ini pusatnya kerajaan demit. tau demit tidak?”

Jadi, rupanya, penghuni lahan kosong tersebut adalah seorang wanita cantik namun bertubuh ular hijau. selain hal tersebut, si ratu ular ini ibaratnya adalah panglimanya di setiap sudut pabrik, selalu ada yang terkuat dan menjaga wilayah teritorinya sendiri, termasuk di bagian utara yang di jaga oleh siluman ular.

Warga desa B ini, adalah seorang lelaki tua yangg keseharianya mencari rumput untuk pakan ternaknya, entah tidak ada yang memberitahu atau tidak, dirinya tergiur, tergiur dengan rumput liar yang tumbuh di lahan kosong. Tanpa berpikir panjang, dirinya memutuskan membabat rumput liar tersebut, tidak sampai setengah hari, karung yang dirinya bawa penuh dengan rumput untuk mengenyangkan hewan ternaknya.

Dirinya segera pulang dengan rumput-rumputnya, tanpa ia sadari, Dirinya juga membawa pulang malapetaka bersamanya.
Malamnya, dirinya terbaring sakit. badanya demam, panas, sudah di beri obat namun seperti tidak berpengaruh. tidak hanya itu, si lelaki tua meronta menahan sakit yang teramat sangat, seperti di siksa oleh sesuatu. Rupanya, ada orang yang tidak sengaja melewati rumahnya, ketika orang asing tersebut melewati rumahnya, dirinya kaget, karena di depan rumah lelaki tua, ada wanita bertubuh ular sedang menari-nari di depan rumah.
dalam hati, orang itu hanya berkata. “sebuah bencana ada di rumah ini”. keesokan harinya, orang asing tersebut bertamu. Dirinya di sambut sang isteri, bertanyalah orang itu dan akhirnya si isteri bercerita, dirinya meminta ijin untuk melihat lelaki tua tersebut.
Di luar dugaan, kondisinya sudah sangat parah. bahkan beberapa kali, lelaki tua itu untuk minta mati. Lewat usul orang asing itu, si lelaki tua di bawa ke guru spiritualnya, namun rupanya, semua sudah terlambat. Tarian yang di lakukan wanita ular tersebut adalah tarian kematian untuk si lelaki tua.
Namun, semua belum berakhir. di tubuh lelaki tua tersebut, di temukan sisik ular. Si isteri hanya menangisi jasad suaminya yang malang. Orang asing itu akhirnya memberi saran, agar pemakamanya di lakukan dengan tertutup untuk menghindari aib dan mulut orang-orang tak bertanggung jawab. namun, semua orang tau akan kisah ini dan tidak begitu terkejut ketika mendengarnya. Cerita Horor Pabrik Gula
Saya dan yang lainya akhirnya bergegas pulang, manakala hari sudah terik, dengan jambu biji sekresek, kita sepakat mau lewat gerbang utara, di samping lahan kosong tersebut. Rupanya, Udin benar, di dekat gerbang ada Kawat yang bisa di tarik sehingga kami bisa menerobos lewat. Jujur saya masih merinding tiap lihat lahan tersebut, auranya gelap dan mencekam. namun, saya masih inget pesan seseorang. “Asal kamu gak ganggu, dia juga gak akan menganggu. mereka butuh alasan untuk menganggu”
Saya berjalan menelusuri jalur utara, sampai saya melihat, gedung TK lama saya melihat gedung Tk sekolah saya mengingatkan akan peristiwa tersebut, waktu saya masih TK, dimana ada satu peristiwa yang gak bakal pernah saya lupain, peristiwa tentang.Saya, Endah, dan pohon beringin tua, di belakang gedung sekolah, tepatnya di samping lahan kosong tersebut.
Dimana, saya melihat ada gadis kecil yang menjaga pohon beringin tua tersebut? Sekian Cerita Horor Pabrik Gula bagian ke 2. Nah, gimana cerita horor ini kalau kalian masih mau lanjut jangan lupa untuk di share kepada temabn-teman kalian dan jangan lupa komentar kalau masih ingin saya lanjutkan cerita horor ini. Karena masih ada bagian ke 3 yang terakir yang lebib mengerikan dan pastinya bikin tegang.
Sumber: ThreadReader

Bikin Merinding! Cerita Horor Pabrik Gula Bagian 1

Cerita Horor Pabrik Gula Kerajaan Demit

Sebelum saya mulai Cerita Horor Pabrik Gula bagian pertama, gak ada salahnya kalau kalian melihat sekeliling kalian terlebih dahulu sebelum menikmati sajian cerita saya ini. Ingat, kita gak pernah sendirian.

Pabrik Gula S**M***O, adalah salah satu Pabrik gula terbesar di daerah ini. tidak hanya terbesar melainkan satu-satunya nya pabrik yang di bangun disini.

Berdirinya pabrik gula ini sendiri jauh sebelum saya lahir di dunia ini. Besar, megah dan sangat luas adalah hal yang membuatnya di kenal luas. Namun, jauh dari kalimat tersebut, ada dunia yang tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. sesuatu yang akan membuat orang ngeri bila apa yang ada di balik nama besar pabrik tersebut adalah, adanya Kerajaan demit.

Banyak yang sadar atau tanpa sadar pernah mengalaminya, karena disinilah pusat kerajaan tersebut. Pabrik gula ini berdiri di tanah seluas ratusan hektar, saya gak tau seberapa luas, tapi bila di bandingkan dengan desa saya, bisa ratusan kali luas desa saya, padahal, desa saya di bagi menjadi 12 RT. So, bisa kalian bayangkan sendiri berapa luasnya. (tidak termasuk kebun tebu). Sebegitu besarnya luas Pabrik, sampai-sampai di buat 4 zona untuk menggambarkan keseluruhan pabrik ini.
4 Zona itu, disebut dengan zona Timur, Barat, Selatan dan Utara.Saya bakal ulas perlahan-lahan Cerita Horor Pabrik Gula, karena apa yang mau saya sajikan membutuhkan detail agar kalian bisa membayangkan berada di sini. Terlepas dari betapa luas dan besarnya pabrik ini, batas yang paling mencolok adalah, pabrik ini diapit oleh 2 Desa, sebut saja Desa A dan juga Desa B.

Desa saya adalah Desa A, kenapa saya mengatakan ini, karena semua ini, nanti berhubungan satu sama lain.

Pagi itu, udara sangat dingin. Saya baru aja selesai habis Sholat subuh di surah dekat rumah saya.

Setelah shalat, biasanya anak-anak desa akan ngumpul di depan surah.

“mumpung Minggu, ayo mlaku-mlaku (mumpung hari Minggu, ayo jalan-jalan)” kata temen saya Jamal.

semua temen-temen saya, bersahut-sahut-an, setuju. Saya, langsung tanya “gok ndi?” (mau kemana?)

“yo opo lek nang pabrik. bekne nemu bal tenis” (gimana kalau kedalam pabrik, kali aja nemu bola tenis)

ada hal yang selalu saya lakukan bareng anak-anak desa, yaitu, masuk ke pabrik gula di samping desa, alasanya, disana banyak hal yang saya dan temen-temen saya suka.

Salah satunya, bola tenis. jadi, tiap sabtu sore, para petinggi pabrik gula akan bermain di lapangan tenis di dalam pabrik. satu dari banyak fasilitas untuk pekerja yang suka dengan olahraga tenis, dan biasanya banyak bola tenis yang keluar lapangan dan menghilang di rerumputan liar yang tumbuh di samping lapangan tersebut bola itu lah yang nanti kita pungut, buat di bawa pulang. kenapa harus bola tenis?

Bola tenis selain mahal, bisa di pakai untuk berbagai permainan tradisional sehingga di mata saya dan anak-anak lain yang masih bocah, bola tersebut sama berharganya dengan mainan grade yang mahal. Selain bola tenis, alasan kami suka masuk ke dalam pabrik, karena suasananya, sejuk, di dalam lahan yang sebegitu luasnya, banyak pohon tua dan besar, sehingga meski siang hari, cahaya matahari tidak bisa menembus, menciptakan suasana damai dan sejuk.
Lalu apalagi? jawabanya. pohon Juwet, mangga, jambu, yang sama sekali tidak pernah di panen, di biarkan buahnya masak secara alami, karena, tidak ada orang yang tertarik dengan buah tersebut selain kami. Anak-anak desa. Berangkatlah kami menuju pabrik gula tersebut, jalur yang biasa kami lalui, adalah jalur Timur.

namun, kami terhenti ketika sampai di jalur Timur. “loh, kok di tutup” kata Andi.

Saya baru inget, hari minggu gerbang timur pasti tutup, karena hari minggu adalah waktu jemaat gereja untuk berkumpul.

Gerbang timur identik dengan pagar besi yang tinggi, di sampingnya ada gereja.

“gereja jawi wetan” itu yang saya inget. gerejanya tidak kalah tua sama pabrik, sudah berdiri sebelum saya di lahirkan.

Namun, konon, gereja ini terkenal cukup angker. tapi, sabar, nanti akan ada waktunya buat bahas gereja ini.

Saya dan yang lain, kebingungan. kayanya, bakal batal. Sampe si Udin nyeletuk. “yo opo nek liwat perumahan londo” (gimana kalau lewat perumahan belanda?”)

Saya, terdiam sebentar. mendengar nama perumahan londo, membuat saya begidik ngeri. karena, jauh di jalur Utara memang ada gerbang tua. Gerbang tersebut sudah lama di tinggalkan. Di sebelahnya, ada tanah luas, berpagar, disana, berjejer rumah besar yang megah, ada sekitar 6 sampai 7 rumah dengan gaya arsitek yang sama, arsitek khas Belanda.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

29 24 23 25 59 54 53 49 43 45

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

31 37 34 32 41 47 42 21 27 24

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

03 06 01 07 13 16 17 73 76 71

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

74 73 72 78 34 32 38 84 83 82

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

46 48 42 45 26 28 25 86 82 85

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

34 37 36 38 64 67 68 74 76 78

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

34 32 37 38 24 27 28 74 72 78

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

83 85 87 84 53 57 54 43 45 47

SELENGKAPNYA

Sejarahnya sendiri, rumah tersebut dulu memang bekas rumah orang-orang belanda yang memiliki jabatan di pabrik gula tersebut. Namun, yang bikin saya merinding adalah, semua rumah tersebut sudah kosong dan di tinggal bertahun-tahun tidak di tinggali lagi, bahkan hingga saat ini, dan cerita dari mulut ke mulut, kabarnya, banyak yg pernah melihat, seseorang berdiri di kaca rumah belanda tersebut, menatap kosong jalanan, ketika seseorang melintas, mereka, melihat. Orang Belanda lengkap dengan pakaian khas mereka. Tersenyum, menyambut siapapun yang lewat.

Alasan kenapa temen saya ngusulin tersebut, karena di perumahan londo, tepatnya di rumah paling ujung ada tembok pembatas, di salah satu bagian temboknya sudah runtuh beberapa bagian, jadi dapat di panjat oleh kami yang masih anak-anak.

Kami pun menuju jalur utara, jalan kaki menyusuri jalan

Sampai disana, satu demi satu kami memanjat, melompat dan sampailah di depan rumah megah yang berjejer. hal yang paling menganggu dari rumah ini adalah gaya desain rumah ini yang hampir sama semua.

Yang paling mencolok, kaca hitam besar di samping pintu. Setiap melewati rumah tersebut ane berusaha untuk tidak melihat ke dalam kaca tersebut, karena setiap melihat kaca tersebut, ane terbayang wajah-wajah belanda yang sering saya bayangin karena cerita-certia yang sudah tersebar.

Namun, saya selalu gagal. Saya selalu melihat ke arah sana, memang tidak ada apa-apa, tapi
bulukuduk selalu merinding setiap melihatnya. Teman-teman saya yang lain tampak biasa saja, berjalan tanpa beban, sedangkan saya, was-was, perasaan tidak enak ketika melewati rumah tersebut selalu muncul tiba-tiba.
Seolah-olah saya sudah di tunggu oleh mereka. mereka yang menghuni perumahan Londo ini. Akhirnya saya dan yang lain sampe di jalan kecil yang menuju ke kawasan pabrik tersebut, saya bisa lihat gerbang utara yang di kerangkeng dengan rantai di belakang, akhirnya saya menyusuri jalanan tersebut, di timur terlihat samar-samar bangunan tua sekolah TK yang di pisah dengan pagar kawat tinggi.
Ada satu hal yang bikin saya bertanya-tanya, sebuah lahan kosong yang ditumbuhi oleh pohon mangga, anehnya, di bawahnya rumput tinggi-tinggi setinggi lutut orang dewasa, dalam hati saya bertanya, “kenapa orang pabrik tidak ada yang mau motong rumput itu, biar bersih saja”
Namun rupanya ada alasanya, lapangan tenis sudah terlihat, di samping lapangan tenis ada 2 pohon Asem yang sudah berumur puluhan tahun. Besar sekali dan mencolok di bandingkan pohon-pohon lain, sehingga lapangan tenis begitu sejuk di tutupi rindangnya dedaunan pohon asem. Jauh di belakang lapangan tenis tepatnya di antara lahan kosong dan gedung TK tersebut, ada satu pohon lagi yang mencolok. yaitu, pohon Beringin. (sampe sekarang tahun 2019 pohon ini masih berdiri).
Saya gak pernah suka pohon itu. bahkan sejak saya bersekolah di TK saya masih inget jelas kenangan kenangan yang nanti akan saya ceritain secara perlahan. intinya, pohon itu berada di tempat yang terisolasi, butuh waktu untuk menembus tingginya rumput liar di samping lapangan tenis.

Akhirnya kami masuk ke lapagan tenis, ada pintu pagar kawat di sekelilingnya,

sangat tinggi pagar kawatnya, berguna agar bola tidak keluar dari lapangan, namun selalu ada saja bola yang berhasil keluar. Cerita Horor Pabrik Gula

disana, kami mulai mencari bola tenis yang mungkin masih ada sisa sabtu sore kemarin ketika petinggi pabrik bermain. Namun, mata saya tidak bisa fokus. Saya lebih tertuju pada 2 pohon asem yang bersebelahan sama besarnya entah disana ada apa, tapi, bulu leher saya selalu meremang setiap melihat pohon tersebut.

“Aku nemu bal kilo”(aku nemuin bola ini loh) teriak temen saya si Jamal.Saya dan Udin serta Dayat mendekat bola segera di amankan di saku milik jamal, kami akhirnya bermain-main  dahulu di lapangan tenis. tempatnya cukup adem dan bener-bener enak buat rebahan tidur, tapi, ada yang mengganjal pikiran saya, seolah-olah ada yang ngelihatin saya entah darimana. Dayat yang pertama usul. “Pumpung nang kene, ayok golek jambu, wes mateng koyok’e” (mumpung disini, ayo nyari jambu, sudah matang kayanya)

Bicara tentang jambu, ada satu tempat dimana kami bisa menemukan banyak pohon jambu biji. jawabanya, adalah Rumah Dinas Supervisor. Akhirnya kami pergi lebih ke barat, di samping kiri kami bisa melihat berjejer rumah besar, tidak sebesar permahan belanda yang tadi, namun rumah disini sudah cukup besar, karena rumah ini di khsuskan untuk para Suprvisor pabrik. sayangnya, setahu saya hanya 2 atau 3 rumah yang di huni
sisanya? di biarkan kosong tak berpenghuni, alasanya, karena ada cerita yang sangat mengerikan yang pernah saya dengar dari seseorang di tempat ini. kisah tersebut adalah, di datangi pasukan Pocong. Awalnya cerita ini saya denger dari Mas Hendra.
Mas Hendra ini dari luar kota, beliau dapat kerja di pabrik ini lewat pamanya, om Ardi yang kebetulan menjabat jadi supervisor juga di pabrik gula ini.Selama bekerja di pabrik ini. om Ardi dapat rumah dinas, dan di ajaklah mas Hendra menginap

mas Hendra nurut saja, karena memang beliau waktu itu masih muda, belum kepikiran ngekost apalagi punya rumah. singkatnya pada saat malam, om Ardi pamit, katanya beliau sudah urus cuti dan rencananya mau pulang kampung. disinilah mas Hendra akan di tinggal di rumah itu sendirian. Mas Hendra yang tidak tau apa-apa dan baru mengenal lingkungan ini jawab iya-iya saja, toh rumahnya besar dan juga nyaman.
Sekian dulu Cerita Horor Pabrik Gula yang bagian 1, di lain waktu saya akan menceritakannya kembali di bagian ke 2 nya.

Cerita Misteri Sang Abdi, Dijamin Bikin Merinding!!

Cerita Misteri Sang Abdi, Cerita Keluarga Yang Mengabdi Kepada Iblis

Cerita Misteri Sang Abdi ini di mulai bukan untuk menceritakan kematian perempuan tersebut, melainkan menceritakan teka-teki, dari seseorang yang menjadi saksi hidup, berbagai hal yang membingungkan, bahkan mengerikan yang dirinya temui, selama mengabdi pada keluarga Cipto, dan disini, saya akan memulai ceritanya.

Setelah kejadian tersebut, memang banyak desas-desus yang hampir di ketahui semua warga desa, tapi, tidak ada yang berani mencari tahu lebih jauh, dan perlahan-lahan, kejadian tersebut, lenyap seperti embun. menghilang begitu saja, dan kemudian, dilupakan.

Seseorang yang Cerita Misteri Sang Abdi ini adalah tetangga dari Cangah saya, sebut saja namanya, pak Budi, dulu, saat masih muda, setelah selesai menempuh pendidikan hingga SMP, beliau mengawali karirnya sebagai kernet sopir Truk.

Berbagai perjalanan sudah dirinya jabani, mulai dari rute antar kota sampai rute antar provinsi, semua pengalaman ini, memupuknya menjadi pribadi yang cukup tangguh, dan membuatnya menjadi salah satu orang yang bisa mengendarai, mulai dari mobil pick up, sampai truk gandeng.

Karena dirasa jalan hidup sebagai sopir ekspedisi tidak membuatnya menjadi pria yang mapan dengan segala tuntutan bahwa dirinya adalah anak pertama yang harus sukses, pak Budi pun berhenti menjadi sopir truk sebuah jalan terbuka, ketika tetangganya memberitahu, bahwa, keluarga Cipto semua tahu, siapa keluarga Cipto, terlepas dari desas-desus yang tersebar, pak BUDI nekat, melamar kerja, dan hari itu juga, dirinya di terima bekerja disana. karena saat itu, tidak banyak, orang bisa menyetir mobil seperti saat ini.

Meski mereka bertetangga, namun, ini adalah kali pertama, pak Budi, masuk ke kediaman keluarga Cipto, yang membuatnya berdecak antara kagum dan juga ngeri, sebegini besarnya rumah ini, namun, entah kenapa, ada perasaan tidak enak melihat semua perabotan dirumah ini, seolah dirinya di awasi.

Saat itu, yang mengantar pak Budi, adalah bu Asirih, wanita tua yang umurnya berkisar antara 50’an, namun masih terlihat cukup bugar, dirinya jarang berbicara dengan wanita ini, karena keseharian beliau adalah didalam rumah, tanpa sekalipun berbicara dengan tetangga.

Sebenarnya, ini bukan hal yang aneh mengenai keluarga Cipto, karena mereka seperti terasing, meski sudah lama tinggal di desa ini, bagi para tetangga, mereka terasa seperti tidak tinggal di dunia yang sama, seolah mengundang banyak sekali pertanyaan, termasuk para penghuninya.

“Monggo, mriki mas” (silahkan, kesini mas) kata bu Asirih lembut dengan logat jawanya. Selama di perjalanan, pak Budi melihat kesana kemari, menganggumi berbagai patung yang bentuknya cukup aneh yang dirinya temui, terpasang di beberapa sudut bagian rumah ini, gaya desainya, benar-benar masih kejawen.

Saat itulah, ketika pak Budi menikmati pemandangan tersebut, matanya teralihkan pada sebuah pemandangan mencengangkan. diujung matanya, dirinya melihat seorang anak kecil, seusia adiknya, sedang duduk, di tepi kolam ikan, dirinya melihatnya lama, dan kemudian teralihkan pada seorang wanita.

Wanita ini, berdiri tegap di belakang si anak. dan cara dia melihat pak Budi, benar-benar tidak mengenakan, karena dirinya melihat pak Budi masih dengan postur tubuh tegap, hanya bola matanya yang mengikuti kemana pak Budi pergi, di sudut bibirnya, ia seperti tersenyum menyeringai.

Ketika bu Asirih membuka pintu, melewati beberapa bagian dalam rumah, sampailah dirinya, di sebuah ruangan, terlihat seperti Gazebo (Paviliun) yang terbuat dari kayu jati, disana, ada seorang wanita yang sudah tua, lebih tua dari bu Asirih, dirinya duduk, di atas kursi goyang. Matanya terpejam.

namun, belum beberapa langkah bu Asirih mendekati si wanita, tiba-tiba dirinya bicara dan membuat pak Budi tersentak karena kaget. “Iki tah, sing bakal dadi sopirku sing anyar” (ini ya, yang akan jadi sopir baruku) bu Asirih mengangguk, tidak berbicara, kemudian mencium tanganya.

“Pak Budi, kenalkan, niki ndoro Sasri” kata bu Asirih, beliau berdiri tegap dan mengepalkan tanganya di depan perut, membuat pak Budi bingung, seakan-akan dirinya berbicara di depan seorang maharaja saja. setelah menjelaskan panjang lebar mulai dari gelar, sampai pemimpin keluarga,

Bu Asirih, mengantar pak Budi ke belakang rumah, disanalah nanti, dirinya akan tinggal. meski bertetangga, keluarga Cipto menginginkan pengabdian dari pak Budi selama 24 jam dan harus siap, untuk itu, dibuatlah kamar itu yang memang khusus untuk sopir yang bekerja untuk keluarga ini.

Disanalah, bu Asirih menjelaskan semua yang ada didalam rumah ini, mulai dari unggah ungguh, hingga apa yang tidak boleh di lakukan oleh pak Budi selama tinggal di kediaman keluarga ini.

Saat ini, keluarga Cipto, di pimpin oleh, ndoro Sasri, setelah kematian Eyang Sarwojo, yang meninggal karena sakit. penerusnya, yaitu anaknya, yang bernama Atmojo, dan isterinya Sekar, namun mereka sudah lama tidak tinggal disini lagi, namun ada 5 anaknya yang ada disini.

Kesemua anaknya adalah laki-laki, dan saat ini, mereka tinggal di kediamanya masing-masing, kediaman yang di maksud bu Sasri adalah sebuah kamar khusus, yang memang tidak bisa di masuki oleh sembarang orang mendengar itu, pak Budi hanya diam, yang dirinya pikirkan hanya satu. Pandhawa

Ada satu hal yang orang jawa percaya ketika sebuah keluarga melahirkan 5 anak lelaki atau 5 anak perempuan. Hal tersebut adalah kutukan pandhawa, dan itu masih di percaya sampai saat ini. maksud kutukanya adalah, konon, akan ada satu atau dua anak yang tidak bisa mengemban beban lebih.

Akibatnya, dirinya akan gila atau memiliki kekurangan mental yang benar-benar serius, dan biasanya yang paling umum di serang adalah, anak terakhir, namun, hal tersebut hanyalah mitos yang beredar, pak Budi saat itu, mencoba berpikir bahwa itu hanyalah mitos dari orang jaman dulu.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

90 97 94 93 70 74 73 40 47 43

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

13 12 14 15 23 24 25 43 42 45

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

10 14 18 17 80 84 87 70 74 78

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

67 65 60 63 07 05 03 37 35 30

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

01 09 08 04 81 89 84 41 49 48

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

94 93 98 97 34 38 37 74 78 73

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

67 63 61 60 17 13 10 07 03 01

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

87 84 83 82 37 34 32 27 24 23

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

51 57 53 54 31 37 34 41 47 43

SELENGKAPNYA

Namun, sepertinya, hal itu, juga berlaku pada keluarga ini. setidaknya itu, yang akan pak Budi lihat dengan mata kepala sendiri. Selain 5 anak yang tinggal dirumah ini, ada lagi yang pak Budi harus tahu, bahwa setiap anak memiliki penjaga khusus untuk mereka satu persatu, dan biasanya, mereka dipanggil dengan Dayang Abdi, dan setiap Dayang Abdi akan menjaga satu anak.

Kesemua Dayang abdi, adalah seorang perempuan. semua yang bu Asirih Cerita Misteri Sang Abdi, membuat pak Budi teringat dengan perempuan yang dirinya lihat tadi, apakah, anak kecil itu adalah salah satu dari 5 anak tersebut. Bila benar, maka, perempuan yang ada di belakangnya adalah??

Selain memberi penjelasan tentang itu, bu Asirih juga menjelaskan tentang hal lain, semua tempat, yang tidak boleh pak Budi datangi yang paling dekat dengan kamar pak Budi adalah sebuah tempat sanggar Cayang, sebuah bangunan yang hampir sama seperti gazebo, namun ada di seberang bangunanya bisa dilihat langsung dari kamar pak Budi, jaraknya tidak terlalu jauh, namun, setiap dipandang, entah terlihat sangat menakutkan sekali, seolah ada yang berdiri dipelataran gazebonya. Pak Budi mengangguk, pertanda dirinya mengerti, dan hari itu, bu Asirih pergi.

Ada satu hal yang membuat pak Budi merasa asing saat berdiri disini adalah, aroma entah sadar atau tidak, aroma bu Asirih, tercium seperti aroma Pandan. mengingatkanya pada sosok kuntilanak, yang sudah sering dirinya dengar di desa namun, mulai hari ini, dirinya akan sering bertemu beliau.

Saat malam, kondisi rumah itu, nyaris sepi, sunyi. penerangan rumah pun hanya ada dibeberapa sudut, pak Budi menghisap beberapa batang rokok, dirinya duduk di depan kamar, memandang persis Gazebo yang tidak boleh dirinya datangi bila tidak bersama bu Asirih.

Entah karena bosan atau apa, pak Budi berjalan, mau melihat keseluruhan rumah ini meski hanya dari luar rumah, tapi dirinya tahu, larangan itu tidak akan pernah dirinya langgar, jadi pak Budi menghindari Gazebo itu dirinya berjalan, menuju ke halaman rumah, tempat melihat anak lelaki kecil tersebut.

Dirinya menelusuri kebun, cahayanya temberam hanya dari lampu kekuningan. berbekal rokok, pak Budi mencoba membuang sepi. namun, rumah itu benar-benar bukan rumah yang sangat menyenangkan, sejak awal tiba disini, pak Budi masih merasakan bila dirinya seperti sedang di awasi.

Si abang seneng bukan main melihat si mbaknya muncul lagi, tanpa basa basi, di jajakkanya daganganya itu, namun malam itu, si mbak tidak seperti biasanya, wajahnya murung dan tatapanya terus menerus menunduk, tidak hanya itu, bahkan suaranya lebih serak.

“Mbaknya sudah kembali kesini, masih tinggal di rumah itu mbak” “mboten mas” (tidak mas) kata si mbak, kemudian, dirinya menunjuk sebuah kebun, disana banyak pohon besar, mulai dari mangga sampai jambu yang masih ada di tanah milik keluarga Cipto.

Si abang bingung. apa mungkin keluarga Cipto membangunkan rumah untuk si mbak di tanah itu? setelah mendapatkan baksonya, si mbak pergi, dan benar, dia tidak masuk ke gerbang rumah, tapi, menghilang di kebun tadi. Si masnya langsung kabur.

Sesampainya di rumah, si abang gak bisa tidur, terbayang wajahnya si mbak, selain itu, bulukuduknya mulai merinding, dan benar-benar gila, dari samping rumah si abang, ada suara perempuan menangis. namun, si abang tidak berani memeriksa, Dirinya terus berdoa dan berdoa, sampai tertidur.

Siang hari, setelah kulakan bahan untuk bakso nanti malam, si abang penasaran, kemudian dirinya tidak sengaja lewat jalan itu, tanpa pikir panjang, dirinya parkirkan sepeda onthelnya. lalu masuk ke kebun itu disana, rupanya hanya ada pohon-pohon yang di tanam campur aduk, tidak ada apa-apa

Tidak ada apa-apa, sampai, tercium aroma bangkai ketika si abang melihat ke atas pohon mangga, si abang terperanjat melihat si mbak, tergantung dengan mata terbuka lebar, lidahnya menjulur keluar, tatapanya, seakan-akan melihat si abang melihat itu, si abang teriak minta tolong tidak beberapa lama, warga sudah memenuhi tempat tersebut, termasuk polisi, dan si pemilik rumah, setelah di identifikasi rupanya, identitas si mbaknya adalah mbak Ratih, dirinya bekerja sebagai penjaga anak yang sudah hilang satu minggu lebih. pihak pak Cipto mengira Ratih pulang.

Tahu dimana kejanggalanya?? yang membuat si abang gaguk gak mengatakan apa-apa.

Selain semalam si abang melihat si mbak membeli bakso miliknya, waktu antara hilang dan di temukan meninggalnya tidak cocok, karena menurut pihak kepolisian, si mbak kemungkinan sudah meninggal antara kurun waktu 2-3 hari. jadi, kemana sisa 4 hari keberadaan si mbak berada?

Kecuali ada kebohongan tentang hilangnya si mbak. keluarga tersebut, menyembunyikan sesuatu. sesuatu, dari maksud 4 hari kemana si mbak berada?? dan tentu saja, pesan terakhir si mbak itu. namun Cerita Misteri Sang Abdi ini, akan di mulai, dari sini.

Sumber : threadreaderapp

Merinding! Cerita Desa Gondo Mayit, Yang Sangat Menyeramkan

Cerita Desa Gondo Mayit, Sebuah Desa Yang Menggandakan Manusia Kepada Iblis

Malam ini. ijinkan saya memulai sebuah cerita. Cerita Desa Gondo Mayit yang pernah di ceritain oleh seseorang, seseorang yang menurut saya spesial, karena saya sudah kenal dia lama. lama sekali, meskipun gak pernah satu sekolah, satu kampus, satu pekerjaan, tapi saya udah nganggap dirinya sebagai abang kandung. udah lama seinget saya buat maen ke kota pahlawan ini. salah satu kota yang jadi saksi perjuangan saya dulu buat nyari kerja serabutan, dan hari ini, saya balik lagi ke kota ini, buat ketemu seseorang. seseorang yang gak tau kenapa selalu bikin saya kangen, kangen wejengan beliau.
Namanya. adalah mas Damar.  Ngomong soal mas Damar, saya jadi inget sebuah cerita dimana beliau menceritakan salah satu cerita pengalaman beliau, yang menurut saya cukup menarik, terlepas dengan sebegitu ngerinya cerita itu, tetap saja, Cerita Desa Gondo Mayit ini adalah cerita yang selalu saya inget.
“Deso edan!!” (Desa Gila) jelas mas Damar, matanya masih menatap kesana-kemari seolah peristiwa tersebut membekas di ingatanya.

“Edan yo opo?” (Gila bagaimana?) saya bertanya. penasaran.

“yo opo gak Edan, bendino onok ae sing mati. nek gak mati, jarene tondo balak” 

(bagaimana gak gila, setiap hari selalu saja ada seseorang yang mati, kalau tidak ada yang mati, katanya justru mengundang musibah).

percakapan kami sahut menyahut. membuat saya semakin penasaran, sampai, pendangan saya teralihkan ketika motor Honda RC hitam, baru saja berhenti. 

Mas Erik. Sosok yang juga saya kenal cukup akrab, datang, duduk dan memesan kopi, disini, saya melihat mas Damar melihat mas Erik.

“Rik, iki loh, ceritakno cerito sing awakmu ambek aku jaman kuliah biyen, sing nyasar gok Desa gondo mayit” (Rik, ini loh, ceritakan cerita kamu dan aku yang jaman masih kuliah, waktu kita nyasar di sebuah Desa bernama Gondo Mayit), wajah tenang mas Erik tiba-tiba telah berubah, mengisyaratkan ketidakenakan, dan saya bisa menangkap raut ngeri tersebut dari alisnya.

“Jek di iling-iling ae, wes lalik’ke ae lah” (masih di ingat saja, sudah lupakan saja) 

mendengar hal tersebut, saya pun langsung memohon, sejujurnya, saya paling suka mendengar cerita-cerita seperti ini, toh saya sudah gak asing lagi dengan hal-hal seperti ini.

Awalnya, mas Erik tampak enggan menceritakan, berbekal bujukan bahwa saya yang akan bayar kopi di tambah rokok, untuk cerita 

Ini, saya pun, menyanggupi.

Disinilah, saya melihat mas Erik, menunjuk sesuatu. arah Utara dari kota pahlawan ini, saya mengernyitkan dahi.

“Eroh daerah T****S gok kidule gunung P*******N??” (kamu tau daerah ****** di utara gunung *********??)

Saya mengangguk.

“Yo, gok kunu Desone” 

(Disanalah Desa itu berada) dan disinilah. cerita ini di mulai.

Mas Damar baru saja di tunjuk untuk menjadi ketua Mapala periode tahun 2011-2012, di universitas t**** b**** a******, salah satu Universitas yang cukup ternama di kota ini.

menjabat menjadi ketua pada semester 6 bukanlah hal bijak, terlebih ketika ada agenda, bahwa bulan juli, 

akan ada projek untuk mendaki puncak Mahameru, dimana 4 universitas bersama Mapala mereka akan bergabung

Disinilah, mas Damar membuat suatu acara dadakan untuk mempersiapkan kesanggupan team mereka pada bulan juli, tetapi, tak satupun anggota sanggup, karena bertepatan dengan UTS karena minimnya persiapan, mas Damar pun berinisiatif untuk melanjutkan agendanya, meski bila harus seorang diri. mas Erik, dan ketua Mapala sebelumnya pun akhirnya ikut bergabung. karena toh ini untuk nama Universtas mereka, dan disinilah mereka dapat satu tempat yang sudah di rasa cocok.

“Alas T*****” salah satu tempat untuk melatih stamina karena medanya yang cukup menanjak dan juga tempat terbaik untuk mendapat momen dimana suhu tempat ini nyaris seperti suhu di puncak Mahameru.
Sebelum mas Damar dan mas Erik tau, apa yang sudah menunggu mereka disana. 
persiapan sudah di lakukan satu minggu sebelumnya, mulai dari ijin untuk mendaki sekaligus menyisir tempat yang akan di jadikan tujuan pendakian ini, meski jalur yang akan di tuju mas Damar dan juga Erik, bukan jalur pendakian pada umumnya, namun, mas Damar meyakinkan mas Erik, 
perjalanan sekitar 6 jam, terasa cukup singkat, terlebih di hari yang semakin petang, mas Damar masih memeriksa semuanya, kompas yang selalu di bangga-banggakan pun tak luput dari genggamannya.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

81 84 89 86 91 94 96 61 64 69

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

34 32 35 36 54 52 56 64 62 65

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

73 75 78 53 57 58 93 97 95 98

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

27 24 25 29 47 45 49 97 94 95

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

80 81 87 89 40 41 47 90 91 97

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

81 84 86 51 54 58 56 61 64 68

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

40 41 46 48 10 16 18 60 61 68

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

54 58 52 84 58 52 24 25 28 22

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

13 19 18 15 83 89 85 93 98 95

SELENGKAPNYA

mobil mereka berhenti di salah satu pos yang sudah tidak asing lagi bagi mereka. 

anehnya. malam tersebut. tidak ada satupun yang sedang berjaga, seharusnya, ada satu atau dua penjaga, karena meskipun ini bukan jalur pendakian resmi, ini adalah jalur yang seringkali ramai pengunjung, karena tempat ini adalah satu tempat objek wisata yang cukup terkenal. 

menunggu, setidaknya itu yang di lakukan mas Damar, karena bagaimanapun laporan tersebut sangat penting terutama untuk menghindarkan dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Namun, satu-jam dua jam telah berlalu, dan masih belum ada satu batang hidung pun yang muncul, hal itu, membuat mas Erik gusar 

“Wes ngene ae loh Mar, tinggalen KTP gok kene, tulisen pesan, bahwa kita sudah melaporkan. toh gak onok sing eroh sampe kapan petugas’e gak onk kan?” (sudah, begini saja Mar, tinggalkan KTP disini, tulis pesan, bahwa kita sudah melapirkan, lagian kita gak tau kapan petusanya ada) 
Bimbang. itu lah yang mas Damar pikirkan. bukan sekali dua kali hal ini terjadi, namun satu yang mas Damar ingat.

Bimbang. itu lah yang mas Damar pikirkan. bukan sekali dua kali hal ini terjadi, namun satu yang mas Damar ingat.

Hal-hal seperti ini biasanya di iringi dengan petaka yang buruk di langkah selanjutnya, namun, Erik benar. tidak ada yang tau kapan petuas tersebut akan kembali. Nekat. mas Damar dan mas Erik pun akhirnya melangkah masuk ke dalam hutan, bersiap untuk menyambut Penghuni yang sudah menunggu mereka.  Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, seharusnya jalanan belum segelap ini, apalagi jalurnya sendiri masih tidak seberapa jauh dari pos pertama, tapi, malam itu lain, jalur itu lebih gelap dari seharusnya, yang lebih aneh, tidak terdengar satupun binatang malam yang ada di sekitar sana.  Medannya memang cukup menanjak, seperti bukit setapak yang bila di telusuri lebih tinggi, namun masih bisa di tempuh dengan santai. disini, Erik yang memulainya.

“Jare mbahku, Dam, nek gak onok suoro, biasane onok memedi” (Kalau kata mbahku, kalau gak ada suara, biasanya ada hantu) 

“Huss. di jogo lambene, gak apik ngomong ngunu” (huss, di jaga mulutnya, tidak baik ngomong seperti itu) kata Damar.

Ada yang membuat Damar sedari tadi sangat tidak tenang, berjalan di belakang Erik, seharusnya tidak ada lagi siapapun di belakangnya, namun, bulukuduknya berdiri dari tadi bukan kali pertama Damar merasakan ini, selama dia mendaki gunung dan masuk ke hutan-hutan seperti ini, bulukuduk atau leher meremang sudah menjadi makanan sehari-hari, namun, perasaan ini sangat berbeda, seolah-olah, yang ini jauh lebih mengintimidasi.

Namun, Erik tak merasakan apapun melihat Erik yang membuka jalan dengan parang di tanganya setidaknya memberi ketenangan pada Damar, sampai, dirinya akhirnya mendengar suara lain.

Damar berhenti, di susul Erik.”Rik, Rik” panggilnya. Erik mendekat, menatap Damar yang leluasa mencari-cari pandang.

“opo?” (apa)

“Pitik” 

“Pitik” (ayam) kata Erik mengulangi.

“krungu ora, onok suoro pitik” (denger tidak ada suara ayam)

Erik diam, mencoba mencuri dengar apa yang Damar dengar. namun, Erik menegaskan bahwa dirinya tidak mendengar adanya suara apapun kecuali angin yang berhembus di sela dedaunan.

“Ora onok” (gak ada) 

mereka berpandangan untuk sepersekian detik, kemudian, melangkah cepat-cepat.

Ada hal-hal yang tidak sepatutnya di ucapkan atau di dengarkan, salah satunya adalah suara ayam.

mendengar suara ayam seperti pertanda sial bagi siapapun yang mendengarnya, terlebih di tempat ini. 

Damar dan Erik memikirkan hal yang sama. “Kuntilanak” meski kalimat tersebut tidak di ucapkan, namun mereka sama-sama mengerti satu sama lain. yang menjadi pertanyaanya adalah, suara ayam yang di dengar Damar dan tidak di dengar Erik, menegaskan sesuatu.

Salah satu dari mereka, 

sudah di sawang (incar) sedari tadi.

Degup jantung dan suara nafas terengah-engah menegaskan bahwa mereka sudah berjalan lebih jauh, berfikir bahwa mereka sudah aman, Erik lah yang kemudian mengatakanya, “janc*k!! ambu sembujo” (sialan, bau bunga Sembujo)

Mereka bertukar tatap tidak ada yang tidak mengerti Erik seperti Damar, umpatan atau kalimat tidak pantasnya biasanya menegaskan perasaan ketakutan, dan itu cara Erik untuk menekanya. namun, terkadang Damar merasa hal tersebut bisa mendatangkan hal sebaliknya. kadang, dunia mereka, menangkap pesan berbeda benar saja. suara ayam, bebauan bunga, kemudian berujung pada sosok di balik semak belukar. Erik lah yang pertama tau, namun, keinginan untuk memanggil Damar yang ijin untuk membuang air kecil, mendatangkan rasa penasaran yang sangat besar.

Erik mengintip sosok asing tersebut. 

sosoknya tinggi, setinggi Erik. dia berdiri di bawah pohon rindang, berdiri begitu saja. mengenakan baju yang terlihat seperti kain. warnanya mencolok dengan kegelapan hutan. putih.

Erik terus melihat, tatapanya terkunci pada kepalanya, yang sedari tadi tergedek ke kiri dan kanan 

setelah beberapa saat, barulah Erik mengerti, kepalanya tergedek bukan karena tanpa sebab, melainkan, tepat di lehernya, rupanya menahan berat kepalanya, apalagi bila lehernya patah

Saat itu, Erik sadar, sedari tadi, dirinya melihat sosok kuntilanak yang sering dia dengar ada di hutanumumnya, memang sering terdengar kabar, bahwa penghuni atau kasarnya, penunggu-penunggu di dalam hutan adalah korban-korban kecelakaan atau bencana-bencana yang tidak umum, kini setelah melihatnya dengan mata kepala sendiri, Erik akhirnya tau, bahwa mereka memang nyata Damar sudah kembali, mereka pun melanjutkan perjalanan, rencananya sendiri, mereka harus sudah menempuh setengah dari jalur pendakian, yang menurut Damar bila di lihat dari lama jam mereka berjalan, sudah tidak jauh lagi. Cerita Desa Gondo Mayit

Cerita Misteri Kampung Pitu, Desa Misteri Gunung Kidul

Cerita Misteri Kampung Pitu, Kampung Mistis Di Gunung Kidu Yang Hanya Bisa Dihuni 7 KK

Cerita Misteri Kampung Pitu. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang banyak menawarkan objek-objek wisata unik dan juga menarik, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa yang bersifat mistis dan magis. Berbagai cerita mengenai hal-hal gaib di beberapa lokasi wisata Yogyakarta mungkin sudah sering didengar, misalnya kisah Nyi Roro Kidul di daerah Parangtritis, kisah penghuni merapi, dan sebagainya. Namun, terdapat satu desa di daerah Gunung Kidul yang sangat jarang terdengar namanya, yaitu Kampung Pitu. Padahal keunikan yang ditawarkan tidak kalah dengan keunikan di tempat-tempat lain.

Berdasarkan sejarah yang dipercaya oleh masyarakat lokal, penemuan keris sakti oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta menjadi awal terbentuknya Kampung Pitu.

Hingga saat ini, masyarakat yang tinggal di Kampung Pitu percaya bahwa desa mereka awalnya ditemukan oleh seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta. Jaman dulu, saat Puncak Gunung Nglanggeran, tempat di mana Kampung Pitu berada dan belum dihuni oleh siapa pun, seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta pergi ke sana dan menemukan sebuah pohon yang sangat langka bernama pohon Kinah Gadung Wulung. Di dalam pohon tersebut, dirinya menemukan sebuah keris yang memiliki kesaktian sangat tinggi. Abdi dalem tersebut mengatakan bahwa siapapun yang berhasil menjaga keris pusaka tersebut dan membersihkan daerah di sekitarnya akan mendapat imbalan berupa tanah untuk anak keturunannya. Konon, hanya keturunan yang berhasil melaksanakan perintah abdi dalem terseut yang mampu bertahan di Kampung Pitu.

Banyak orang sakti yang ingin tinggal di Kampung Pitu, kekuatan magis yang dipercaya diam di Kampung Pitu membuat banyak orang ‘sakti’ ingin tinggal di sana agar mereka dapat mengukur seberapa kuat diri mereka. Namun, tetap saja hanya ‘orang-orang pilihan alam’ yang dapat bertahan hingga saat ini di Kampung Pitu.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

43 41 47 23 21 27 24 73 71 74

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

68 67 62 64 28 27 24 48 47 42

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

12 16 18 17 62 68 67 86 87 82

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

46 49 45 42 96 95 92 26 29 25

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

30 32 37 34 70 72 74 40 42 47

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

51 54 59 53 91 94 93 31 34 39

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

63 61 69 93 91 96 43 41 49 46

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

10 17 14 15 70 74 75 50 57 54

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

43 42 48 23 28 24 83 82 84 88

SELENGKAPNYA

Konon Cerita Misteri Kampung Pitu, selalu banyak cobaan bagi warga yang berkediaman di sana sehingga yang tertinggal hanya tujuh kepala keluarga.

Sesuai namanya, “Pitu”, kampung ini hanya terdiri dari tujuh kepala keluarga. Sebagian warga Kampung Pitu percaya adanya kekuatan magis yang membuat Kampung Pitu hanya dapat dihuni oleh tujuh kepala keluarga (KK). Setiap kali ada keluarga lain yang masuk, kampung tersebut selalu mengalami musibah, misalnya sakit, bahkan meninggal dunia. Oleh sebab itu, selalu ada alasan yang membuat Kampung Pitu hanya dihuni oleh tujuh keluarga, seolah ada yang mengatur untuk tetap seperti itu hingga sekarang.

“Siapapun bisa tinggal di sini, tapi ya adu kuat-kuatan,” ucap Sugianto, salah satu warga Kampung Pitu.

Semua rumah di Kampung Pitu berbentuk limasan, berdinding kayu dengan lantai tanah. Kalau kamu berkunjung ke Kampung Pitu, kamu tidak akan menemukan bangunan-bangunan rumah seperti pada umumnya di Yogyakarta. Rumah-rumah di sana sangat mirip satu sama lain, yaitu rumah berbentuk limasan dengan atap yang tampak sudah sangat tua, berdinding kayu, dan berlantai tanah. Selain karena penduduk di sana masih ingin melestarikan tradisi bangunan nenek moyang mereka, akses yang sangat sulit juga membuat mereka kesulitan membeli bahan bangunan ke kota. Hal lain yang membuat bangunan di Kampung Pitu tidak mengalami perkembangan setara dengan desa-desa lain di Gunung Kidul adalah karena kesulitan ekonomi yang menghambat mereka mendapatkan bahan bangunan jika mereka bisa pergi ke kota.

Akses ke Kampung Pitu sangatlah sulit jika dibandingkan dengan desa-desa lain di Gunung Kidul

Meskipun memiliki sejarah dan cerita yang cukup unik, Kampung Pitu masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini disebabkan karena akses menuju Kampung Pitu memang sangat sulit. Sepeda motor belum tentu memudahkan pengunjung untuk pergi ke sana. Selain karena jalannya yang naik-turun, jalan ke Kampung Pitu juga hanya berupa jalan setapak tanpa aspal.

Nah, teruntuk kamu yang bergairah dengan penjelajahan misterius dan juga menantang, agaknya Kampung Pitu bakal menjadi pilihan yang cukup ideal. Cerita Misteri Kampung Pitu

Sumber: Hipwee

Inilah Khasiat Pusaka Batara Karang, Yang Paling Diincar

Khasiat Pusaka Batara Karang Sebagai Sarana Kelancaran Rejeki Dari Berbagai Arah

Khasiat Pusaka Batara Karang merupakan sosok batara karang yang sangat langka dan jarang sekali ada batara karang yang seperti ini. Batara Karang yang satu ini memiliki kekuatan lebih besar daripada lainnya dan sungguh keramat serta lebih menyeramkan. Akan tetapi jenglot ini tetap penurut terhadap tuannya dan tidak akan mengganggu sang tuan atau pemiliknya.

Batara Karang ini mempunyai Khasiat Insya Allah untuk pesugihan, memudahkan pemilik mencapai kekayaan, kelancaran rejeki dari berbagai arah, dimanapun akan sangat mudah mendapat rejeki, membangkitkan kekuatan raja pelet dan raja pengasihan, mudah meluluhkan hati dan menaklukan siapapun, memudahkan menarik atau mendatangkan pusaka pusaka yang ampuh, ditakuti bangsa jin dan makhluk alam gaib lainnya, sarana mengirim santet dan guna guna pada musuh, guna guna idaman, kirim mimpi basah.

Khasiat Pusaka Batara Karang yang lain Insya Allah untuk mudah memikat banyak pasangan, kembalikan serangan musuh baik santet atau guna-guna, membuka indera keenam, membuka mata batin melihat jin dan alam gaib, pembuka aura awet muda, mendatangkan sahabat ribuan jin, kelancaran mencari dan membayar hutang, memudahkan bujuk rayuan agar berhasil, kekebalan atau keselamatan dari serangan gaib dan serangan senjata, dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

13 12 14 18 43 42 48 83 82 84

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

03 02 07 04 73 72 74 43 42 47

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

61 62 67 64 71 72 74 41 42 47

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

94 97 92 74 79 72 24 29 27 22

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

53 57 54 51 73 74 71 13 17 14

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

70 74 79 76 90 94 96 60 64 69

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

53 57 54 51 73 74 71 13 17 14

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

21 27 28 24 81 87 84 41 47 48

SELENGKAPNYA

Khasiat Manfaat Dari Batara Karang

  • Khasiat Kekayaan (kelancaran Rezeki).
  • Membantu Melancarkan datangnya rezeki dari berbagai sumber.
  • Membantu Memudahkan Anda meraih keuntungan yang lebih melimpah.
  • Membantu Menajamkan intuisi Anda sehingga mudah melihat peluang yang bisa Anda manfaatkan menjadi sumber kekayaan.
  • Membantu Meluluhkan aura negatif yang sering membuat Anda sial dalam berbisnis
  • Membantu Anda agar Apapun usaha yang Anda jalankan, aslkan halal, akan lebih mudah menuai keuntungan yang lebih melimpah.
  • Membantu Memudahkan Anda menjual barang atau jasa apapun.
  • Bila mana Anda menerapkan prinsip anti curang. Melayani pelanggan semaksimal mungkin. Dan memberikan kualitas layanan dan produk terbaik kepada pelanggan. Sarana dari batara karang sakti ini akan membantu Anda secara supranatural untuk melariskan dagangan Anda.
  • Apabila diletakkan di dalam toko atau tempat usaha Anda. Maka energi khodamnya akan membantu Anda tetap terlindung dari niat jahat orang lain yang hendak bebuat curang kepada anda.
  • Membantu Memunculkan rasa nyaman pada orang lain, sehingga mereka akan senantiasa menjadi pelanggan setia Anda.
  • Membantu Anda agar lebih mudah menemukan orang-orang yang tepat yang akan mendukung kesuksesan Anda.
  • Membantu Memudahkan Anda mempersempit kemungkinan terjadinya kerugian usaha yang Anda jalankan.

Sumber : pusakamustikasupranatural

Merinding! Inilah Kisah Atau Cerita Misteri Desa Leuwigoong

Cerita Misteri Desa Leuwigoong, Yang Sangat Melegenda Dan Mengerikan

Cerita Misteri Desa Leuwigoong. Kawasan utara Kabupaten Garut memiliki sejumlah wilayah yang cukup menarik, bahkan di dalamnya ada cerita rakyat yang sudah melegenda. Salah satunya wilayah Kecamatan Leuwigoong. Leuwigoong merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, di antaranya Kecamatan Cibiuk, Banyuresmi, Leles dan juga Cibatu.

Dari catatan pemerintah setempat, jumlah penduduk di Kecamatan Leuwigoong sebanyak 45.350 jiwa atau setara dengan 5.172 kepala keluarga (KK), dan terdiri dari 22.691 laki-laki dan juga 22.659 perempuan.

Jumlah penduduk tersebut tersebar di delapan desa atau di 98 Rukun Warga (RW) dan di 288 Rukun Tetangga (RT). Kedelapan desa tersebut adalah Dungusiku, Leuwigoong, Karangsari, Sindangsari, Marga­cinta, Margahayu, Tambaksari dan Karanganyar.

Salah satu Cerita Misteri Desa Leuwigoong yang terbilang unik ada di Kampung Panunggangan. Di kampung yang berpenduduk sekitar 200 KK tersebut penduduknya tabu untuk membuat pintu yang menghadap utara.

Dengan adanya tradisi semacam pantangan ini, ratusan rumah di kawasan tersebut tidak ada satupun pintu rumahnya dibuat menghadap ke arah utara (kaler). Selain kisah pintu yang tabu dihadapkan ke arah utara, di kampung ini juga ada cerita menarik lainnya, yakni “Cinta Terlarang” bagi warga setempat.

Menurut Kepala Desa Dungusiku, H. Azis Sopian, cerita tersebut turun temurun hingga saat ini. Singkat kisahnya, menurut Kades Aziz, semua cerita itu bermula dari kebiasaan sabung ayam (ngadu ayam).

“Menurut cerita orang tua. Pada zaman dahului kala orang sini (Leuwigoong) kerap melakukan sabung ayam ke Sumedang. Ayam milik orang Leuwigoong dikenal sangat tangguh, tak pernah kalah. Suatu ketika, seekor ayam milik warga Panunggangan diadu dengan ayam milik orang Sumedang,” kisahnya.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

91 94 96 93 61 64 63 31 34 36

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

20 29 27 24 90 97 94 40 49 47

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

34 31 39 35 14 19 15 54 51 59

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

49 48 47 45 89 87 85 19 18 17

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

69 67 64 63 49 47 43 39 37 34

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

70 73 78 75 80 83 85 50 53 58

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

48 45 42 41 28 25 21 18 15 12

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

90 97 94 93 40 47 43 30 34 37

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

95 97 93 75 79 73 77 35 39 37

SELENGKAPNYA

Kades Azis mengisahkan, dalam arena sabung ayam itu, pada saat sabung ayam digelar hingga berbulan-bulan lamanya. Dan akhirnya, ayam milik orang Panunggangan kalah. Belakangan kekalahan ayam milik warga Leuwigoong tersebut ditenggarai dapat dikalahkan karena diguna-gunai oleh lawannya sendiri.

“Nah, sejak saat itulah, warga Kampung Panunggangan sakit hati karena ayamnya kalah karena kelicikan lawannya. Karena kesal dan tidak terima akhirnya mengeluarkan sumpah serapah. Karena kekesalannya oleh orang wetan utara sejak saat itu warga Sumedang memutuskan hubungan dengan orang utara. Nah sejak saat itulah, pintu rumah warga di sini tidak ada satupun yang menghadap ke utara, yakni wilayah Sumedang,” jelasnya.

Uniknya lagi, kata Azis, akibat dari kasus “ngadu ayam” tersebut merembet ke
hal-hal lainya yang ada di luar nalar. Salah satunya kisah “Cinta Terlarang.”

Kisah cinta terlarang versi Kampung Panunggan ini masih banyak dipercayai sebagian warga kawasan Kampung Panunggangan dan juga sekitarnya. Hingga saat ini warga setempat pantang untuk menjalin cinta atau menikah dengan warga yang berasal dari daerah Kaler (Sumedang).

“Sebagian warga percaya, jika hal tersebut (menjalin cinta) dengan warga Sumedang dilanggar maka dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika pelanggaran tersebut dilakukan baik oleh orang sini (Leuwigoong) maupun warga sana (Sumedang),” jelasnya.

Dikatakannya, memang cerita ini cukup aneh, namun ini sebuah cerita rakyat yang menjadi realita di kawasan tersebut.

“Memang kedengarannya aneh, janggal dan tidak masuk akal. Tapi kenyataannya memang seperti itu. Pernah ada warga yang melanggar mitos tersebut, kehidupan rumah tangga mereka tidak langgeng kalau tidak sakit-sakitan, ya meninggal dunia. Begitu juga yang melanggar, membuat pintu rumah menghadap ke utara, dipastikan pula akan terjadi seperti hal yang sangat buruk. Memang Allah SWT yang menentukan semua ini. Tapi kenyataan yang terjadi di Kampung Panunggangan ya seperti itu. Maaf saya bukan musyrik, tapi ini mah menerangkan saja cerita turun-temurun dari sesepuh warga di sini sebelumnya,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, memang benar rumah-rumah milik warga di daerah tersebut tidak ada satu pun pintu rumahnya menghadap ke arah utara (kaler). Kalau pun potongan dan ukuran atap rumah sepertinya menghadap ke utara, namun untuk pintu tabu dibuat menghadap kearah utara.

Salah seorang warga setempat yang berhasil ditemui pun menyampaikan hal yang sama terkait alsan membuat pintu rumahnya yang tidak menghadap ke utara. Mereka juga mengaku takut jika membuat pintu rumah menghadap ke utara di kemudian hari terjadi hal yang tidak di inginkan.

“Pertama, karena memang ada Cerita Misteri Desa Leuwigoong yang turun temurun sejak dulu. Kedua kalau dipaksakan membuat pintu menghadap utara, kita memang takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Sumber: garutexpress

Diangka Dari Kisah Nyata, Cerita Horor Tiang Kembar

Kisah Nyata! Cerita Horor Tiang Kembar, Dia Bukan Nenekku Yang Sebenarnya

Cerita Horor Tiang Kembar ini adalah cerita pengalaman pacar temen kerja saya, kejadianya sendiri masih bisa di saya ingat dengan jelas karena belum lama ini terjadi saya udah meminta ijin yang bersangkutan buat di percaya untuk menulis cerita ini, dan karena ini adalah musibah yang menurut saya sudah GILA, saya setuju buat merahasiakan identitas, tempat dan semua yang berhubungan dengan beliau untuk kenyamanan bersama.

Adelia safitri wijaya, adalah seorang anak gadis yang lahir dan di besarkan oleh sebuah keluarga yang menjunjung tinggi nilai dari tradisional jawa atau biasa di sebut kejawen. Di dalam rumahnya, kerap di temui barang2 berupa keris, cincin batu, dan beberapa peninggalan kuno meski nilai jawa ada di dalam kehidupan mereka, keluarga tersebut adalah sebuah keluarga muslim yang taat. semua peninggalan dan barang antik di rumahnya, hanyalah sebuah peninggalan dari kakek-kakek mereka yang konon di jaga untuk menjunjung hormat mereka kepada yang sudah meninggalkan dunia ini

Bertempat tinggal di salah satu kota terbesar di jawa timur, Dela pada saat ini menempuh pendidikan sebagai mahasiswi di salah satu universitas swasta di kota ini. sore itu, Dela menatap langit, mendung. Hujan akan turun sebentar lagi. pikirnya. Tak beberapa lama, ada suara motor mendekat.

“Gak di jemput lagi Del” kata seorang wanita yang mengendarai motor matic, menatap Dela dengan senyum ramah.

Dela teringat ayahnya yang sibuk, ibunya apalagi, sedangkan kekasihnya, tidak dapat datang menjemput karena harus bekerja shift.

“Bareng aja, kebetulan aku lewat rumah kamu” ajak si gadis.

Mega adalah nama gadis tersebut, sahabat sekaligus teman Adel yang paling mengerti kondisi satu sama lain, tanpa menunggu hujan turun, Dela segera duduk di  motor Mega, mereka pun segera pergi meninggalkan kampus. Di tengah perjalanan, Dela terlihat tidak fokus dengan apa yang sebenarnya sedangd dirinya pikirkan, dirinya hanya teringat satu orang yang membuatnya akhir-akhir ini merasa tidak nyaman.

“Mbah Wira” begitu. Dela memanggilnya.

Mbah Wira adalah satu-satunya nenek Dela yang masih ada sampai sekarang, beliau adalah ibu dari pihak ayah dela yang saat ini tinggal satu atap bersama Dela, namun, beberapa bulan ini, Dela menemukan kejanggalan dengan neneknya yang selama ini dekat denganya, seolah-olah itu bukan neneknya, namun, dirinya bimbang.

“Lagi mikir apa?” kata Mega menyadarkan Dela dari ngelamun.

“Gak ada” jawab Dela.

Mega tau, Dela sedang berbohong, namun, dirinya tidak punya hak untuk memaksanya bercerita, kurang beberapa kilometer dari rumah Dela, hujan mulai turun di sertai kilatan petir yang menyambar, namun Mega tetap melanjutkan perjalanan.

“Terabas aja ya, biar cepat sampai”

“Nggih ” dalam bahasa Jawa yang artinya iya,  kata Dela,

Motor Mega kini berhenti di sebuah Rumah dengan kompleks halaman yang luas, itu adalah Rumah Dela.

“Gak mau mampir?”

“Gak Del, lain kali saja, titip salam buat emak, bapak, sama mbah
Wira aja”

“Ya sudah, hati hati”

Begitu motor Mega kembali melaju menembus hujan yang kian lebat, Dela baru sadar, sudah hampir jam 6 sore dan hari sudah mulai petang, namun, tidak ada satu lampu pun di rumahnya tampak menyala, padahal, kiri kanan tetangganya sudah menyalakan lampu guna mengusir kegelapan di sekitar rumah mereka. Cerita Horor Tiang Kembar

“Apa listriknya mati ya” kata Dela mendekat, namun, perasaan tersebut kembali lagi, akhir-akhir ini, semua seperti mimpi, seperti ada yang lain di dalam rumahnya yang membuat Dela tidak nyaman dan tidak ingin kembali ke rumah tersebut, namun, masalahnya, Dela tidak tau hal apa itu, dirinya membuka pintu, dan mengucapkan salam seperti biasanya. “Assalamualaikum” katanya, namun, kegelapan dan keheninganlah yang justru menyambutnya.

Dela mencari saklar lampu, dan menekanya namun rupanya listrik tidak juga bisa menyala, di dalam kegelapan yang menguasai rumah tersebut, Dela tertuju pada seseorang yang tengah duduk. begitu gelap, sehingga Dela harus mendekatinya, rupanya, ada seseorang selain dirinya di rumah itu, tapi, kenapa dia tidak menjawab salamnya.

Selain keluarganya, di rumah ini tinggal Mbak Ningsih, asisten rumah tangga yang sudah bekerja 3 tahun namun, jam 5 sore adalah batasan waktu bagi mbak Ningsih dalam bekerja, karena beliau seharusnya sudah pulang, jadi, siapa yang sekarang sedang duduk membelakanginya,

“Mbok” panggil Dela seraya mendekat, sosok tersebut hanya diam, namun semakin Dela mendekat terdengar suara menangis sangat lirih. sehingga Dela tidak dapat memastikan apakah dia sedang menangis atau tidak, kini, Dela sudah tepat di belakangnya, ketika dirinya menyentuh bahu sosok itu, agar dirinya dapat melihat siapa yang ada di depanya, sosok tersebut berbalik menatapnya

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

61 65 64 69 51 54 59 91 95 94

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

73 79 75 72 93 95 92 53 59 52

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

21 21 24 25 10 14 15 50 51 54

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

67 60 63 65 07 03 05 57 50 53

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

19 16 15 17 69 65 67 59 56 57

SEENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

52 57 59 58 82 87 89 72 79 78

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

53 56 54 58 43 46 48 83 86 84

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

75 74 71 78 45 41 48 85 84 81

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

62 65 68 67 52 58 57 82 85 87

SELENGKAPNYA

“TOLONG NDOK, TOLONG” kaget, karena apa yang Dela lihat adalah Mbah Wira yang tengah menangis melihatnya. sebelum akhirnya, Dela terbangun begitu saja dari mimpinya. Sudah lebih dari 5 kali, Dela di hantui mimpi yang sama, berulang-ulang, seolah mimpi itu mengandung sebuah pesan. Kenapa dengan si mbah, kenapa Dela selalu melihat si mbah yang menangis, padahal, mbah Wira saat ini baik-baik saja dan tinggal bersamanya. kecuali, Dela teringat ada yang janggal semua di mulai di hari itu. Hari dimana Mbah Wira mengatakan,

“Mbah ketemu cah ayu, Del, cah ayu sing ngancani si mbah nang kene” (Mbah bertemu perempuan cantik, Del, sangat cantik yg menemani mbah disini)

Setelah hari itu. Mbah Wira jadi berubah. Suatu Sore, bu Ida yang merupakan ibunya Dela memanggil.

“Del, kamu gak lihat ayam di kulkas, kok gak ada?”

“Dela gak lihat buk,”

“Ya sudah, mungkin ada yang ambil. ibuk belanja dulu ya” bu Ida pergi, Dela kemudian kembali ke kamarnya, namun, ketika dirinya melewati kamar mbah Wira,

Terdengar suara seperti seseorang tengah mengunyah dan menimbulkan suara yang sangat menganggu. tidak hanya itu, Dela juga mencium bau yang sangat amis, namun bukan amis dari ikan air tawar, penasaran, Dela mengintip dari celah pintu, kaget dan campur aduk ketika Dela melihat apa yang terjadi

mbah Wira tengah mengunyah ayam utuh namun dalam kondisi yang masih mentah, saat itu juga Dela lari ke kamarnya, berharap apa yang dirinya lihat itu salah, namun, pikiran ini segera menjadi rasa curiga yang besar, mbah Wirawati yang ia kenal bukan mbah Wira nenek yang dulu dekat denganya, semakin hari Dela semakin curiga, tidak hanya tingkah laku mbah Wira yg semakin di luar nalar, setiap malam, bahkan ketika adzhan maghrib dan isya, mbah Wira sangat suka mengeraskan suara radio yang tengah memutar tembang jawa.

bu Ida dan pak Imron, tidak dapat berbuat banyak karena setiap kali di tegur, mbah Wira akan melotot dan mengatai bahwa mereka anak durhaka. Lagu-lagu tembang jawa yang di dengar mbah Wira juga asing di telinga Dela, meski dirinya tau beberapa kosakata jawa kromo inggil namun beberapa kalimatnya ada yang asing, seolah itu tembang lama.

Terkadang Dela mencatat setiap sairnya, beberapa selalu menceritakan tentang ritual dan hal-hal berbau mistis, namun, dari semua itu, Dela pernah tanpa sengaja, melihat mbah Wira tengah tertawa, dirinya duduk di kursi tua di dalam kamarnya, tampak seperti sedang berbicara entah dengan siapa. karena ketika Dela mencoba mengintip dari celah pintu, mbah Wira seolah-olah tau, Dela sedang mengamatinya.

Puncaknya, ketika Mega datang ke rumah Dela untuk mengerjakan tugas kampus, baru saja Mega ingin masuk langsung tau ada yang tidak beres di rumah ini. “kenapa Meg?” “kamu cium bau amis gak sih?” kata Mega sembari menutup hidungnya. “aku gk cium apa2” “bau bangkai ini” ucap Mega

Mega tiba-tiba nunjuk ke salah satu kamar, yang rupanya adalah kamar mbah Wira. “kenapa Meg?” kata Dela “baunya dari sini del” ragu diselimuti rasa takut, Dela hanya tidak tau, kenapa dari sekian banyak kamar, Mega justru menunjuk kamar mbah Wira. “aku penasaran, bau apaan sih ini”

“Busuk sekali baunya” tanpa tau apa yang terjadi. Mega sudah melesat masuk, mencari dimana sumber bebauan tersebut, sampai matanya tertuju pada ranjang mbah Wira, “disini del baunya” Dela yang sedari tadi hanya termangu, melangkah masuk dengan bimbang, ketakutan menyelimuti pikiranya hari ini, pak Imron dan bu Ida membawa mbah Wira ke rumah saudara, meski begitu, kamar ini seolah memberi sentuhan magis dan langsung menolak kehadiran Dela, 2 kakinya gemetar tanpa sebab. “bantu angkat nih kasur” kata Mega, mencengkram ujung kasur, Dela langsung membantu.

Ketika kasur tersebut sudah terangkat, betapa kagetnya Mega dan Dela, melihat banyak sekali bangkai tikus, kucing, burung mati, mereka tergeletak begitu saja di bawah kasur, baunya menimbulkan rasa mual yang menyentak hingga Dela tidak sanggup berlama-lama untuk melihatnya. Cerita Horor Tiang Kembar

Sumber : Chipstory