Khasiat Pusaka Bulu Macan, Jimatan Kebal Yang Sangat Di Cari

Khasiat Pusaka Bulu Macan, Mustika Pamungkas Yang Sangat Diincar

Khasiat Pusaka Bulu Macan merupakan mustika pamungkas yang sudah lama menjadi incaran kalangan spiritual untuk di agemkan kepada orang yang mempunyai aktivitas sering berinteraksi dengan orang banyak atau yang sering melakukan segala macam perdebatan, baik dalam perdebatan politik maupun yang lain. Energi yang besar, dan kekuatan yang dahsyat dapat menjadikan orang yang berhati keras menjadi lunak karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut Anda, apalagi jika Anda mengeluarkan suara dengan nada yang tinggi, maka nyali lawan akan segera menciut karena dahsyatnya suara Anda, suara ini di ibaratkan sebagai suara macan yang sedang menggertak musuhnya.

Khasiat Pusaka Bulu Macan ini didapatkan dari penarikan gaib di makam yang sangat keramat dan juga terkenal angker yakni Eyang Loko Joyo yang berada di Bunton Kudus Jawa Tengah. Sebelum melakukan penarikan, diawali dengan laku tirakat puasa ngebleng selama satu hari satu malam. Setelah itu memberikan sesembahan ditempat pertapaan, dan beberapa sesajen yang di ibaratkan sebagai makanan para makhluk gaib untuk meminta ijin melakukan penarikan supaya semua lancar hajat yang dinginkan.

Waktu itu tepatnya malam jum’at kliwon mbah mulai melakukan ritual di pertapaan dengan di iringi membakar kemenyan penuh hiasan berbagai macam warna bunga persis didepan pertapaan Eyang Loko Joyo. Minyak mistik pun sudah di siapkan dengan membuka penutupnya supaya bau wangi tercium oleh makhluk gaib disekitar pertapaan. Berbagai amalan dan mantra pun keluar perlahan dari mulut. Tak lama kemudian datanglah sesosok makhluk gaib tepat berada didepan mbah dengan suara yang mengeram-eram.

Setelah mengetahui energi penghuni dari mustika tersebut maka dapat mbah jelaskan beberapa manfaat yang terkandung didalamnya. Selain untuk membuat lawan menjadi takut dan nurut kepada apa yang Anda ucapkan, mustika ini juga memancarkan kharisma yang membuat pemiliknya semakin berwibawa jika berhadapan dengan siapapun.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

26 21 24 29 16 14 19 96 91 94

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

13 12 18 15 83 82 85 53 52 58

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

58 53 50 51 08 03 01 18 13 10

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

05 09 08 09 54 59 84 84 89 85

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

69 63 68 65 39 38 35 59 53 58

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

01 09 08 07 91 98 97 71 79 78

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

90 95 94 98 50 54 58 40 48 45

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

23 24 21 25 43 41 45 13 14 15

SELENGKAPNYA

Berikut adalah manfaat dari Mustika Bulu Macan :

1. Digunakan sebagai kewibawaan yang bersifat khusus.

2. Meningkatkan power magis dalam mengeluarkan suara.

3. Penunjang jabatan maupun karier.

4. Membuat Anda disegani atasan, orang lain ,maupun rekan kerja.

5. Anda akan menjadi lebih dihormati di kalangan masyarakat.

6. Membuat Anda disukai banyak orang karena kewibawaan Anda.

7. Anda akan memancarkan innerbeauty yang segar, bercahaya dan cerah.

8. Mampu mengurai masalah yang sulit menjadi terlihat mudah bagi Anda.

9. Dapat digunakan sebagai sarana penagih hutang.

10. Membuat hati orang yang sulit diajak berdiskusi menjadi mudah dan nurut kepada Anda.

11. Orang yang Anda ajak diskusi akan menyetujui saran baik yang Anda tawarkan.

12. Disegani dan dihormati banyak orang.

13. Memancarkan kharisma yang khas bagi pemiliknya.

14. Memperlancar segala urusan yang Anda hadapi.

15. Membuang/menghilangkan aura negatif dalam diri.

16. Meluluhkan setiap lawan bicara.

17. Benteng dari segala macam ilmu gaib.

Perlu Anda ingat bahwa Mustika ini tidak akan bekerja apabila Anda gunakan untuk hal-hal yang banyak mengandung madharatnya dibanding dengan manfaat. Ini disebabkan faktor energi yang ada dalam Mustika Bulu Macan bukan energi negatif melainkan energi positif yang mengandung banyak manfaat untuk kemaslahatan dan perlindungan diri.

Adakah pantangan yang dihindari dalam memiliki dan menggunakan Mustika Bulu Macan?

Untuk memakai dan menggunakan Khasiat Pusaka Bulu Macan ini memang tidak ada pantangan yang berarti, hanya saja yang perlu mbah jitu ingatkan adalah apabila Anda menggunakan untuk hal yang kurang mempunyai manfaat maka dengan sendirinya energi Mustika Bulu Macan akan sedikit demi sedikit terkuras karena perbuatan negatif yang kamu lakukan.

Sumber: DukunSakti

Tafsir Mimpi Angin Topan Menurut Islam Dan Primbon Jawa

Tafsir Mimpi Angin Topan Menurut Islam Dan Primbon Jawa, Pertanda Baik Atau Buruk?

Tafsir Mimpi Angin Topan. Mimpi merupakan bunga tidur yang dapat terjadi oleh siapapun. Dalam ilmu pengetahuan sendiri juga dapat dijelaskan mengapa manusia mengalami mimpi di saat tidur. Akan tetapi sebagian orang juga ada yang beranggapan bahwa mimpi merupakan suatu firasat dari alam mengenai petunjuk tertentu. Berdasarkan hal tersebut, mimpi-mimpi tertentu dapat dikaitkan sebagai suatu tanda yang didasarkan pada tafsir mimpi.

Salah satunya dalam hal ini adalah bermimpi tentang angin puting beliung atau topan. Tafsir mimpi sendiri dapat dibedakan berdasarkan sumber dari pengertian mimpi yang dialami. Sumber tersebut dapat berasal dari pandangan Islam dan juga melalui primbon Jawa. Dari kedua sumber tersebut pengertian atau Tafsir Mimpi Angin Topan dijelaskan dalam ulasan berikut ini.

1. Mimpi Melihat Angin Puting Beliung
Jika kamu bermimpi melihat angin puting beliung, ahli tafsir mimpi berpendapat tentang hal tersebut berdasarkan primbon Jawa. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa salah satu dari sahabat kamu akan ada yang mengalami kerugian yang sangat besar.

2. Mimpi Melihat Angin Kencang dari Jauh
Jika mimpi kamu tentang adanya angin kencang dari kejauhan, maka primbon Jawa mengartikan. Hal tersebut menandakan bahwa kamu akan segera mendapatkan kabar yang cukup penting bagi kamu.

3. Mimpi Melihat Angin Laut Menerjang Daratan
Tafsir mimpi selanjutnya jika kamu melihat angin laut yang menerjang daratan dalam mimpi. Maka primbon Jawa menjelaskan sebagai pertanda yang kurang bagus atau buruk. Dalam hal ini kamu akan segera mendapatkan kegelisahan dalam diri kamu. Hal ini kemungkinan dikarenakan suasana lingkungan yang kurang bagus atau tidak nyaman bagi kamu.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

02 07 08 09 72 78 79 82 87 89

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

10 19 18 15 80 89 85 50 59 58

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

23 21 28 25 13 18 15 53 51 58

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

65 67 68 61 75 78 71 15 17 18

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

90 93 97 98 30 37 38 80 83 87

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

19 10 14 17 09 04 07 79 70 74

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

20 23 24 27 40 43 47 70 73 74

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

42 43 41 49 12 13 19 92 93 91

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

90 97 98 96 80 87 86 60 67 68

SELENGKAPNYA

4. Mimpi Melihat Angin Datang Secara Tiba-tiba
Menurut primbon Jawa jika kamu bermimpi melihat angin yang datang secara tiba-tiba, hal tersebut memiliki arti bahwa kamu akan mengalami sakit ntah sakit parah atau ringan.

5. Mimpi Melihat Angin Merobohkan Tembok
Arti Mimpi menurut primbon Jawa selanjutnya adalah apabila kamu melihat angin merobohkan tembok. Arti dari mimpi tersebut adalah akan terjadi musibah besar yang menimpa wilayah tempat kamu tinggal.

6. Mimpi Melihat Angin Datang dari Laut
Jika kamu mengalami mimpi melihat angin yang datang dari laut, primbon Jawa menjelaskan bahwa akan terdapat huru-hara di tempat kamu.

7. Mimpi Melihat Angin Ribu menerjang Rumah
Sama halnya dengan mimpi yang mempresentasikan hal buruk dimana arti menurut primbon Jawa dari mimpi melihat angin ribut menerjang rumah adalah akan ada keluarga atau orang terdekat yang meninggalkan rumah.

8. Mimpi Melihat Angin Bertiup dengan Lembut dan Sejuk
Dilihat dari keadaan yang menunjukkan ketenangan, maka mimpi melihat angin bertiup lembut dan sejuk juga memiliki arti baik menurut primbon Jawa. Dalam hal tersebut pengertian dari mimpi adalah kamu akan mendapatkan kabar yang sangat baik dan menyenangkan serta dapat kesejahteraan keluarga.

Seperti yang kita ketahui bahwa angin merupakan salah satu bentuk dari kekuasaan Allah. Dalam hal ini, sepantasnya seorang hamba menyadari keagungan Allah Yang Mengatur segala isi di dunia tidak terkecuali pada angin.

Adapun keberadaan angin juga dapat memberikan pelajaran serta nasihat berharga bagi umat Islam. Hal ini bahkan dicantumkan dalam Al Quran tepatnya pada surat Ar-rum ayat 3. Surat tersebut menjelaskan bahwa angin merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang berperan sebagai pembawa berita gembira serta merasakan rahmat-Nya.

Selain itu angin juga diperintahkan oleh-Nya untuk berfungsi sebagai penggerak kapal layar sehingga pengguna dapat mencari karunia-Nya. Dalam hal ini, umat Islam senantiasa dituntut untuk bersyukur atas adanya angin.

Itulah Tafsir Mimpi Angin Topan baik dari segi primbon Jawa maupun pandangan Islam.

Sumber: Womantalk

Inilah Khasiat Pusaka Tilam Sari, Gaya Pamor Beras Wutah

Pusaka Tilam Sari ini berbeda dari keris-keris yang lainnya yang kebanyakan bentuknya ada luk-nya, namun keris ini bentuknya hanya lurus memanjang dengan ukuran bilah panjang hingga 34,1 cm dan untuk panjang keseluruhannya yakni mencapai 40,5 cm. Keris ini sudah dibuat sejak Kerajaan Mataram dengan gaya pamor Beras Wutah. Keris ini asli buatan dari Indonesia, dan bahkan warangka pada kerisnya menggunakan Warangka Kuno Gayaman Surakarta Iras yang harganya sangat tinggi.

Dunia Mistik

Pusaka Tilam Sari konon kabarnya memiliki tuah atau khodam yang cukup besar dan bisa mampu memberikan sebuah kekuatan bagi pemiliknya, namun keris ini bukan sembarang keris biasa, keris ini dihuni oleh sosok mahluk halus yang berwujud santun seperti kyai dengan pakaian zaman dahulu.

Manfaat dan Khasiat

– Bagi yang memiliki tuah keris tilam sari ini, maka seseorang tersebut akan mendapatkan sebuah kekuatan yang sangat hebat misalnya saja seperti memberikan keselamatan, bisa menjadikan si pemiliknya hidup tentram dan juga damai, dan juga bisa meningkatkan kewibawaan serta akan disayang semua orang.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

67 68 65 63 87 85 83 37 38 35

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

01 05 03 09 31 35 39 51 53 59

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

28 21 25 23 18 15 13 38 31 35

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

10 13 17 14 70 73 74 40 43 47

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

02 07 04 05 72 74 75 42 47 45

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

82 83 86 81 62 63 61 12 13 16

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

70 72 79 78 90 92 98 20 29 28

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

10 16 15 18 60 65 68 50 56 58

SELENGKAPNYA

Ciri-ciri Khas

– Keris ini berbentuk tilam sari dengan pamor atau filososi gambar Beras Wutah. Bentuk keris ini tidak memiliki luk apapun tidak seperti keris pada umumnya, keris ini berbentuk panjang lurus dengan ukuran bilah panjang keris 34,1 cm dan ukuran panjang keseluruhannya mencapai 40,5 cm. Warangka yang digunakan warangka kuno gayaman Surakarta Iras.

Tips Perawatan

– Jangan lupa setiap malam jumat keliwon harus di sucikan.
– Sediakan wadah, air dan kembang 7 rupa.
–  Kemudian campurkan semua diwadah yang sudah kamu persiapkan.
– Celupkan keris tersebut dan gosok dengan tangan secara perlahan.
– Setelah itu, angkat kembali kerisnya dan keringkan dengan kain kering yang bersih atau baru

Itulah informasi tentang Pusaka Tilam Sari yang makin banyak digandrungi oleh kaum muda-muda saat ini. Tetapi, meskipun keris ini memiliki kekuatan atau khasiat yang sangat ampuh, kamu tetap harus percaya kepada tuhan yang Maha Esa (Allah), karena tanpa se-izin yang Kuasa hal tersebut tidak akan terjadi.

Sumber: PusakaDunia

Cerita Misteri Aksara Kolojiwo, Dijamin Susah Tidur Habis Baca

Bikin Merinding Misteri Aksara Kolojiwo, Dijamin Bikin Tegang

Cerita Misteri Aksara Kolojiwo. Hujan, sebuah mobil pickup modifikasi tahun 90’an baru saja melintas. Sepanjang jalan, sopir tak henti-hentinya memandang jalanan berkelok, kiri kanan hanya terlihat pohon tinggi besar dengan kegelapan yang menyelimutinya, semua berjalan sangat lancar sampai terdengar suara gadis menangis.

Si sopir menghentikan mobil. Memandang kernet yang tengah asik tidur di sampingnya, “Jo, koen iku ojok turu ae, rungokno” (Jo, kamu itu jangan tidur aja, dengerin tuh)

“Apa toh cak, ra seneng ndelok aku turu tah” (ada apa sih mas, gak suka lihat saya tidur tah)

Sopir dan kernet saling memandang sengit, sebelum, rintik suara hujan yang mulai turun tak mengurangi suara syahdu yang membuat dua lelaki itu saling memandang

“Onok sing nangis cak?” (ada yang nangis mas?)

“Lah tadi aku wes ngomong, perikso” (kan aku udah bilang, cepat periksa)

Kernet melangkah turun, berbekal senter besar di tangan, dirinya menuju bak tertutup di belakang pickup, hujan masih turun deras sementara di samping kiri kanan tak di temui seorang manusia satu pun, kendaraan pun tampak sepi, meski di selimuti ngeri namun kernet tetap harus memeriksa.

Dengan cekatan dirinya membuka gembok, namun sekejap dirinya merasakan perasaan merinding berdiri di tempat ini, “asu!! mene nek aku dadi sopir, kernetku bakal tak sikso koyok ngene” (Anj*ng!! besok kalau aku udah jadi sopir, kernetku juga akan aku siksa kaya gini) gerutunya,

Suara tangisan tersebut memang berasal dari bak belakang pickup, tempat si kernet sedang membukanya, tiba-tiba “Piye, sopo sing nangis?” (gimana, siapa yang nangis?)

“Jancok! sek ta lah, iki tak perikso” (Sialan, bentar, ini lagi ku periksa) teriaknya melihat si sopir tiba-tiba muncul,

Pintu bak terbuka, si kernet mengarahkan senter ke dalam, di lihatnya pemandangan itu, mencari-cari sampai berhenti di satu titik, si sopir dan si kernet saling memandang, melihat seorang gadis kecil menangis di antara gadis-gadis kecil lain yang tengah terlelap dalam obat tidurnya

“Halo” kata si kernet, “sini.. kenapa nangis, takut ya, sama om aja ya”

Si gadis menatap dua lelaki di luar mobil bak, dirinya masih diam memandang bingung, “Namanya siapa, nanti om kasih permen”

“Mayang” ucapnya polos, si kernet tak menyerah, “mayang kalau takut sini..” bujuknya,

“Kesuwen jo” (kelamaan jo) kata si sopir tak sabar, dirinya melangkah masuk sebelum mengambil sapu tangan di saku, menekan hidung si gadis, tangannya mengelepar berusaha melawan namun perbedaan kekuatan membuat si gadis tak berdaya, ia akhirnya terjatuh, terlelap dalam mimpi buruknya lagi.

Si sopir melangkah keluar sembari menatap tajam rekannya, “Goblok, mene nek kerjo sing bener!!”(bodoh!! besok kalau kerja yg bener!!)

“Lah bos, aku wes nuruti lambemu, wes tak” (Lah bos, saya sudah nuruti mulutmu sudah tak) belum selesai bicara, si sopir berteriak

“Taek!! masuk”

Si sopir dan kernet masuk kembali ke dalam mobil setelah menutup bak belakang, mobil kembali melaju tenang, tanpa mereka sadari, di antara anak-anak itu ada satu yang masih terjaga, dirinya tahu apa yang terjadi bila dirinya menunjukkan dirinya dalam kondisi terjaga kemana mereka di bawa. Cerita Misteri Aksara Kolojiwo

Mobil berhenti di sebuah jalan setapak, sudah berkali-kali mereka bertemu dengannya namun tempat pertemuan selalu berubah-ubah, si kernet menatap si sopir, “cak, wes iki terakhir ae, ojok urusan ambek menungso model ngunu, sampeyan gak eroh arek iki bakal di apakno kan”

(mas, sudahi saja, jangan berurusan sama manusia kaya gini lagi, kamu gak tau kan mau di apakan anak-anak ini)

“Menengo, aku gak ngurus soal iku, sing penting duwike akeh” (diam saja, aku gak peduli soal itu, yang penting duitnya banyak)

Tak beberapa lama, terlihat seseorang muncul dirinya mendekati mereka dengan kereta kuda, di atasnya ada seorang lelaki tua yang mengenakan penutup kepala, dia yang sudah di tunggu oleh mereka,

“Wes, siapno arek-arek iku, tangane juragan wes teko”
(sudah siapkan anak-anak, tangan kanan bos sudah datang)

Lelaki tua itu turun, memandang si sopir tajam sebelum pandangannya beralih pada mobil tua itu, “rongsokan ngene buaken ae” (benda rongsokan gini, buang saja!!) katanya, si sopir hanya mengangguk, sembari menyesap rokok, “Aman kirimane” (kirimannya aman) si sopir mengangguk lagi, tiba-tiba entah ada apa, di tengah hujan turun, si lelaki tua itu seperti mencium sesuatu sebelum memandang tajam si sopir, “aku gak butuh cah lanang goblok!!” (aku tidak butuh anak lelaki bodoh!!)

Si sopir tampak bingung, “maksude piye to mbah?” (maksudnya bagaimana mbah)

Saat itulah mereka menuju tempat si kernet berada, di sana, lelaki tua itu masuk sebelum menarik rambut panjang salah satu anak yang tengah pura-pura tidur, anak lelaki itu merintih kesakitan, “iki opo gak arek lanang?” (apa ini bukan anak lelaki?)

Kedua orang itu bingung,

“Sak iki berarti sing mok gowo mek enem” (ini berarti yg kalian bawa cuma enam)

Dua orang itu saling berbisik, “iku yo opo ceritane arek lanang kok isok mok gowo” (itu gimana ceritanya kok bisa bisanya anak lelaki yg kau bawa)

“Rambute dowo e bos, tak pikir yo wedok”

(Rambutnya panjang bos, ya aku kira perempuan)

Si sopir tampak geram sembari memasang wajah sengit, “teros gak mok perikso nduwe perkutut ta gak?” (terus gak kamu periksa lebih dulu, dia punya perkutut atau tidak?)

si kernet tampak bingung, “ora bos, waktune mepet soale”

“Ngeten mawon mbah” ucap si sopir, “peyan bayar piro ae, kulo purun” (anda bayar berapa saja, saya terima)

Si mbah menatap tajam sebelum tersenyum licik, “teros, cah lanang iki gawe opo?” (lalu, si anak lelaki ini buat apa?)

Si sopir terdiam sebelum mengambil parang di mobil

Si sopir mendekati anak lelaki itu, menjambak rambutnya sebelum menghunus parang tepat di tenggorokan, si kernet membuang muka, dirinya tak tega melihat pemandangan itu sementara si lelaki tua mengamatinya tampak seperti menikmatinya.

Hujan turun semakin deras,

“Hop” (berhenti) ucap si lelaki tua, “Wes tak ramute cah iki, mene bakal dadi ajengku” (sudah biar aku rawat anak ini biar jadi penerusku)

Si sopir mengurungkan niatnya menatap si lelaki tua,

“Gowoen kabeh cah iku nang keretoku, wulan ngarep kudu jangkep, aku moh koyok ngene”

(Bawa semua anak itu ke keretaku, bulan depan harus lengkap tujuh, aku tidak mau seperti ini lagi)

Si sopir mengangguk takut, mereka segera mengangkat satu persatu anak perempuan, sementara anak lelaki itu tertunduk lemas, gemetar, si lelaki mendekati, “Siapa namamu?”

“Agus”

Kereta kuda mulai berjalan di atas tanah berlumpur meningalkan dua lelaki yang hanya diam tak berkomentar, mereka menatap anak lelaki yang kini bersanding di samping lelaki tua itu,

“Sak iki, tak kenalno kowe ambek tuan Codro”
(Sekarang akan ku kenalkan kamu dengan tuan Codro)

Kereta kuda berhenti, si lelaki tua turun sebelum menggandeng Agus kecil tak beberapa lama, orang-orang lain yang mengenakan pakaian putih mendekat mengangkat satu per satu gadis kecil dari kereta kuda, agus kecil hanya bisa mengamatinya tanpa tahu kemana anak-anak itu akan di bawa

“Wes bengi, turu yo le, mene baru tak duduhi cara urip nang omah iki” (sudah malam nak, tidur ya, besok saya ajarin cara hidup di rumah ini)

Pintu tertutup, si lelaki tua itu pergi, sementara Agus menatap seorang wanita berambut panjang tengah mengamatinya dari langit- rumah, pagi sudah datang, si lelaki tua mendatanginya kembali, Agus menceritakan semuanya, namun si lelaki tua itu tertawa, “iku jenenge jagrang, gak popo, mek ngetok tok ora bakal mangan awakmu” (itu namanya jagrang, gak papa, hanya menampakkan diri, gak akan memakanmu)

Lelaki tua itu memperkenalkan dirinya, “Jenengku mbah Ratno, celuk ae mbah kakung, aku iki mek abdi daleme tuan Codro, kerjoku mek ngurus jaran” (namaku mbah Ratno, panggil aja mbah kakung, aku hanya abdi dalam tuan Codro, kerjaku cuma ngurus kuda)

Mbah Ratno tertawa, bercerita banyak hal kepada Agus kecil, tentang rumah ini, tentang siapa saja abdi dalam lain, hingga sampai ke titik terakhir yang membuat Agus kecil penasaran, “nek bengi, ojok metu teko kamar yo le, soale.. onok Rinjani”

(kalau malam, jangan keluar kamar ya nak, karena ada Rinjani)

Agus kecil yang masih sulit untuk bicara tak berani bertanya, wajah mbah Ratno tampak ngeri saat mengatakannya, tiba-tiba terdengar suara tawa anak perempuan, Agus keluar dari kamar, di lihatnya anak-anak itu bermain

Agus ikut berbaur, berlarian kecil bersama anak-anak perempuan lain, namun Agus kecil merasa janggal pasalnya ketika dirinya dan anak lain bermain semua lelaki dewasa yang mengenakan pakaian putih dengan penutup kepala, mengawasi mereka meskipun tersenyum namun Agus tetap merasa aneh, namun Agus perlahan melupakan perasaannya yang janggal ketika melihat seorang perempuan yang ia kenal, Agus mendekatinya,

“la wes tak omongi ojok nangis” (kan sudah ku bilang, jangan nangis) kata Agus, perempuan itu menoleh dirinya berdiri menatap Agus, “Agus” katanya lirih,

Mayang dan Agus bermain hampir seharian, semua berakhir ketika lelaki-lelaki yang menjaga mereka mengatakan hari hampir gelap, Agus di jemput oleh mbah Ratno, tak ada yang aneh di rumah ini sampai-sampai Agus sendiri lupa bila dia punya rumah sendiri, tapi, ketika malam, rumah ini.

Seperti menyimpan kengeriannya sendiri, seperti ada sesuatu yang hidup di kegelapan dan baru keluar ketika malam datang,

Agus meringkuk di dalam selimut, dirinya mendengar suara wanita tertawa cekikikan dari luar ruangan, terkadang mereka ikut masuk, melotot menatap Agus sendirian

Tak hanya satu, namun banyak sekali makhluk seperti itu di sini, mereka melayang, kadang hanya mengintip dari celah almari, dari langit-langit, dan semakin Agus takut, mereka semakin senang, namun, suatu ketika, Agus pernah melihat mereka ketakutan saat suara itu datang,

Suara itu parau, nyaris seperti suara yang tengah sekarat, bila di dengarkan dengan telinga, membuat Agus begidik ngeri namun tak hanya dirinya, semua jagrang lenyap, pergi, sejujurnya Agus pernah hampir keluar dari kamar, sebelum dirinya merasa suara itu begitu dekat, mendekatinya.

Agus mengurungkan niat, dirinya meringkuk di bawah meja, mamandang pintu, dan sosok itu melewati kamarnya, bayangannya begitu hitam, dirinya berjalan seperti seseorang yang pincang, namun satu yang tidak akan pernah Agus lupakan, bayangan itu begitu panjang, seperti tak habis-habis.

Pagi kembali, Agus bermain dengan yang lain lagi, namun aneh, setiap hari terkadang satu persatu perempuan yang datang berkurang, namun anehnya tak ada satupun dari mereka yang merasa kehilangan temannya, kecuali Mayang, dirinya lebih sering murung sendirian.

Hari itu datang, Mayang tak lagi terlihat di antara yang lain, Agus menemui mbah Ratno di kandang kuda, namun lelaki tua itu seperti tak perduli, “Ra usah di reken, gedekno ae manokmu ben siap tak uruki” (gak usah di perdulikan, besarkan aja kemaluanmu biar bisa segera tak ajarin).

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

13 18 19 15 83 89 85 53 58 59

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

31 32 39 38 21 29 28 81 82 89

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

02 07 04 05 42 47 45 52 57 54

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

42 40 47 49 02 07 09 92 90 97

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

67 68 62 65 27 28 25 57 58 52

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

49 40 43 48 09 03 08 39 30 38

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

76 71 70 73 16 10 13 36 31 30

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

38 30 32 36 28 20 26 68 60 62

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

14 15 18 17 84 85 87 74 75 78

SELENGKAPNYA

Namun Agus tak menyerah, malam itu juga dirinya berniat mencari Mayang, mbah Ratno pernah bilang jangan pernah keluar dari kamar karena tak seorangpun berani untuk keluar, itu artinya Agus bisa leluasa mencari di mana Mayang berada, dirinya mendekati pintu saat suara tertawa itu muncul,

Agus melihat sosok Jagrang di depan matanya, kulitnya putih pucat dengan rambut sepinggang, dirinya menggeleng seakan memberitahu agar Agus tidak pergi, namun Agus menolak, dirinya ingin tahu rumah apa ini dan di mana Mayang dan perempuan perempuan lain, Agus keluar, hening.

Setiap Agus melangkah terdengar lantai kayu berderit, Agus tersadar sesuatu, bagaimana sosok itu bisa berjalan tanpa bersuara sepertinya, Agus menyusuri lorong, namun dirinya tak menemukan apapun selain kegelapan di mana-mana, tak ada satupun lampu petromaks di nyalakan.

Tiba-tiba, sekelibat seorang perempuan berlari menatap Agus dari jauh, dirinya tersenyum kepadanya memanggil-manggil, Agus pernah melihatnya, dia salah satu perempuan yang hilang, namun saat Agus mendekat, perempuan kecil itu lari lenyap di balik tembok kayu, Agus terdiam.

Hal itu terjadi terus menerus, mereka muncul dan menghilang kemudian tertawa terbahak-bahak menertawakan Agus, sampai akhirnya, Agus melihat anak itu menunjuk sebuah pintu, dirinya mengangguk sembari tersenyum, sebelum pergi lagi, Agus mendekati pintu itu, ia mencium aroma bangkai.

Agus membuka pintu, di baliknya ada anak tangga, meski ragu namun Agus sudah bertekad untuk mencari di mana keberadaan Mayang, ia menuruni anak tangga, di bawah Agus melihat banyak sekali rumput pakan kuda, Agus tak mengerti tempat macam apa ini, hingga ia melihat pintu lain.

Terdengar suara berkisik di balik pintu, membuat Agus semakin penasaran, dirinya mengamati tempat itu sebelum menemukan lubang di tembok, Agus mengintip dari lubang tersebut, di dalamnya ada seorang wanita tengah duduk di kursi di belakangnya ada seseorang yang tengah menyisir rambutnya.

Hal yang membuat Agus tersentak kaget adalah saat Agus tau ruangan itu di penuhi gumpalan rambut yang begitu banyak, Agus tercekat mundur, dirinya mencoba mencerna apa yang baru saja dia lihat sebelum kembali mengintip saat di depannya wanita itu ikut mengintip dirinya,

Agus sontak berlari dari tempat itu namun pintu terkunci secara tiba-tiba dan dari belakang sosok itu mulai mendekat, Agus berteriak-teriak meminta siapapun membukakan pintu, namun tiba-tiba, sosok itu melotot dengan mulut mengangah terus menerus mengeluarkan darah berwarba hitam kental,

Dirinya menunjuk Agus, sembari berteriak parau, “Sopo koen le?” (siapa kamu nak?)

Entah apa yang terjadi, Agus mulai menangis dan dari bola matanya darah merembas keluar di ikuti hidung sampai mulutnya, dirinya mendekati si wanita sebelum menunduk merengkuh kakinya yang cacat

Rasa nyeri yang Agus rasakan begitu menyiksa, untuk anak sekecil itu Agus hanya bisa meronta-ronta, seperti dirinya di kuliti dalam keadaan sadar, karena dirinya kemudian menggaruk wajahnya terus menrus tak perduli kuku jarinya mulai patah satu persatu, tiba-tiba terdengar suara yang ia kenal

“Niku rencang kulo buk” (dia teman saya ibuk)

Sosok wanita itu berhenti, sementara Agus masih berkutat di kepalanya, dirinya terus menarik kulit wajahnya menariknya hingga ada sentuhan yang dirinya kenal, dirinya terus berbisik, “kamu ngapain Gus, gila kamu! apa gak ada yang kasih tau”

Tak beberapa lama, pintu terbuka dan suara lain yang Agus kenal datang, dirinya mengangkat tubuh Agus sebelum membawanya pergi dari tempat itu, namun Agus masih mengelepar karena kulitnya masih terasa terbakar, Agus tak bisa melihat apapun,

“Koen golek pekoro, lapo cah lanang mok gowo mrene, tuwek goblok”(Kamu cari perkara, ngapain bawa anak lelaki kesini, tua bodoh!!) Agus hanya bisa mendengar perdebadan itu, mbah Retno sepertinya di marahi oleh yang lain, Agus masih terus menahan sakit, dirinya tak tau apa yang terjadi.

Hingga terdengar suara pintu di buka, dan kedatangannya mendatangkan keheningan, tak ada suara lain, Agus melihat bayangan seorang lelaki, aromanya begitu harum yang sejenak membuatnya tak merasakan sakit, mbah Retno lalu bicara, “Tuan Codro” katanya dengan suara yang halus,

“Onok opo toh iki?” (ada apa ini?)

Agus masih meraba, matanya tak begitu jelas menangkap sosok yang ada di depannya, terdengar suara berbisik-bisik yang di jawab dengan “Wes, petnono ae, ra isok urip cah iki, timbang kesikso, ndase isok pendem nang nisor wit ngarep”

“Sudah matikan saja anak ini, dia gak akan bisa hidup, daripada kesiksa, kepalanya kan bisa di pendam di bawah pohon depan”

Agus terkesiap saat mendengarnya, karena kemudian beberapa orang melangkah mendekatinya.

Tiba-tiba seseorang masuk, “ojok di pateni, cah iku isok urip gawe getihku, dee gak salah mergo gak sengojo ngambu ilmuku” (Jangan di bunuh, anak itu masih bisa hidup pakai darahku, dia gak salah karena gak sengaja mencium aroma ilmuku)S

Si lelaki menjawab, “Getihmu ra isok”

“Darahmu gak bisa. dia tetap mati, kecuali dia bisa belajar Aksara kolojiwo dan belum tentu anak ini kuat nanggung akibatnya, lagipula, mati ya mati saja, opo bedone”

“CODRO!! KOEN NGERTI SOPO AKU??”

Agus tercekat, suara itu begitu mengguncang, Agus seketika merasa dingin, tak beberapa lama, mbah Ratno berbisik pada Agus,

“Habis ini kamu akan minum darah yang akan jadi tanggunganmu gus, ini akibatmu kalau ndak nurut sama saya”

Mbah Ratno membantu Agus membuka mulut, dan cairan amis itu masuk ke tenggorokan Agus,

“Cah iki bakal dadi siji Rojot sing bakal melok nang dalane pituh lakon, iling-ilingen omonganku, sak iki gowoen aku adoh tekan omahmu, aku gak isok nang kene maneh”

(Anak ini kelak akan jadi Rojot yang akan ikut jadi orang yang penting, ingat pesanku, sekarang bawa aku pergi)

(Bawa aku pergi jauh dari rumahmu, aku tidak bisa di sini lagi)

Suara lelaki itu menjawab pelan, “iya Rinjani, Padusan pituh wes tak siapno kanggo kowe” (Padusan pituh sudah saya siapkan semuanya)

Si lelaki kemudian berbicara lagi, “No, basi Rinjani nguripi arek iki, aku gak isok nerimo, tapi aku isok nerimo nek cah iki isok urip tekan Benggolo sing tak gowo” (No, biarpun Rinjani sudah memberi kehidupan ke anak ini aku gak bisa terima, jadi aku akan mengujinya apakah dia masih bisa hidup setelah ku buat setengah mati dengan Benggoloku)

Agus masih belum bisa menerima apa yang masuk ke dalam mulutnya, karena setelahnya, dirinya di paksa lagi membuka mulut saat sesuatu di paksa masuk lagi ke dalam perutnya, Agus meronta-meronta.

Mira tersentak sebelum memuntahkan isi perutnya, seorang petugas stasiun mendekatinya, “Kenapa mbak? mimpi buruk lagi?”

Mira menggelengkan kepalanya, dirinya tidak tahu baru saja melihat apa, dirinya melihat seorang anak lelaki, Mira melirik buku di atas mejanya di sana tertulis sesuatu

“Aksara Kolojiwo”

Mira terdiam lama, dirinya harus tahu, apa itu Kolojiwo.

Mira masih menuggu di bangku stasiun saat dua orang lelaki dan satu perempuan mendekatinya

“Mbak Mira ya” kata si lelaki jangkung, Mira berdiri, mengangguk sebelum menyalaminya

“Oh oke, ini Guntur, ini Eka, dan saya Rasyid” kata si lelaki, Mira mengangguk mengerti,

“Saya gak tau darimana anda tau kalau kami mau naik gunung, tiba-tiba anda telephone dan mengatakan kalau mau ikut pendakian, saya kaget, tapi sudahlah, lebih enak kalau naik gunung itu memang bawa orang banyak” ucap Rasyid,

Mira hanya tersenyum, dirinya seakan di tuntun oleh sesuatu

“Jadi hanya kita saja berempat ya yang naik?” tanya Mira,

Rasyid menggeleng lalu menatap sekeliling sampai matanya tertuju pada seorang perempuan berambut panjang yang berjalan mendekati mereka,

“Ada satu lagi mbak Mira, namanya, Mayang” ucap Rasyid”. Cerita Misteri Aksara Kolojiwo

Sumber: Threader

Hati-Hati Tafsir Mimpi Tersesat, Pertanda Musibah

Tafsir Mimpi Tersesat, Pertanda Musibah Yang Sangat Berat

Tafsir Mimpi Tersesat. Saat kita tersesat, pasti merasakan kebingungan dan bahkan dapat memunculkan kekhawatiran. Tidak hanya di dunia nyata, saat memimpikan hal ini pun, biasanya sang pemimpi akan merasakan hati yang resah. Bahkan tidak sedikit yang terbawa hingga ke alam nyata. Itulah mengapa tidak sedikit pula orang yang bertanya tentang arti mimpi tersesat.

Tafsir Mimpi Tersesat memiliki beragam makna. Makna-makna tersebut tergantung dari kondisi yang menyertainya, apakah tersesat di hutan, di jalan, di kuburan, atau di suatu tempat yang Anda sendiri tidak mengetahuinya.

Berikut ini beberapa arti mimpi mengenai pengalaman tersesat yang paling sering orang alami, beserta dengan bagaimana anjuran Islam dalam menyikapi setiap arti mimpi tersebut.

1. Arti Mimpi Tersesat di Hutan
Mimpi tersesat di hutan merupakan mimpi yang memiliki makna kurang baik. Mimpi tersebut bisa merupakan sebuah tanda bahwa Anda akan menemui kesialan atau kesulitan dalam mendapatkan rezeki. Mengetahui arti mimpi ini tentu membuat Anda yang baru-baru ini mendapatkan mimpi tersesat di hutan akan merasakan was-was dan khawatir. Lagipula, entah Anda akan mendapatkan rezeki ataupun tidak, semua itu termasuk ujian. Karena sesungguhnya Allah SWT menguji kita di dunia ini dalam segala hal, baik dalam kesusahan maupun kebahagiaan.

2. Arti Mimpi Tersesat Mencari Jalan Pulang
Siapa yang mimpi tersesat mencari jalan pulang? Pertanyaan ini menjadi penting, karena subjek yang mengalaminya akan memberikan arti yang berbeda-beda. Misal jika mimpi ini dialami oleh wanita yang sudah menikah, mimpi ini bisa menjadi tanda bahwa sebentar lagi Anda akan mengalami sebuah perubahan dalam hidup. Misalnya yang dulunya pengangguran akan menjadi pegawai. Pada dasarnya hidup Anda, baik mengenai tingkah laku, status ataupun yang lainnya tidak akan berubah sama sekali, kecuali Anda diri sendirilah yang merubahnya.

Tentu saja perubahan dari yang buruk ke yang baik menjadi perubahan yang dinanti-nantikan. Untuk bisa meraihnya, tentu saja harus dilakukan dengan usaha yang maksimal dan doa yang tiada henti.Apabila mimpi tersebut dialami oleh wanita single, artinya dalam waktu dekat ini Anda akan mengalami penurunan dari segi kesehatan. Mulai sekarang perhatikan pola makan dan hidup Anda. Kalaupun kemungkinan buruk terjadi, bahwa Anda akan jatuh sakit, tidak perlu larut dalam kesedihan.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

26 21 29 28 16 19 18 86 81 89

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

02 01 05 07 21 25 27 52 57 51

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

23 24 27 13 14 17 21 41 47 43

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

89 87 86 82 69 67 62 29 27 26

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

15 18 17 19 79 78 75 59 58 57

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

17 15 12 19 27 25 29 97 95 92

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

31 32 35 38 51 52 58 81 82 85

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

05 02 01 08 15 12 18 85 82 81

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

70 76 74 75 40 46 45 50 56 54

SELENGKAPNYA

Mimpi bisa mampir kepada siapa saja, baik pria ataupun wanita. Seorang pria yang sudah menikah dan mimpi tersesat di jalan pulang memiliki arti atau isyarat bahwa Anda perlu memperhatikan ke sekitar, termasuk kepada orang-orang di sekitar Anda yang selama ini menyayangi dan mendukung Anda. Mimpi ini bisa menjadi suatu sentilan bahwa Anda harus lebih peduli dengan orang-orang sekitar.

Sementara jika mimpi tersesat mencari jalan pulang dialami oleh pria lajang, artinya mimpi tersebut merupakan suatu tanda bahwa Anda akan mengalami perubahan dalam segi emosi. Apapun emosi yang nantinya Anda miliki, berdoalah semoga emosi tersebut merupakan yang positif. Kalaupun emosi tersebut tergolong buruk, maka segeralah memohon ampun kepada Allah dan memperbaikinya. Apabila karena emosi tersebut Anda menyakiti orang lain, segeralah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya.

3. Arti Mimpi Tersesat di Jalan
Mimpi tersesat di jalan dan tidak tahu arah ke mana harus diambil untuk bisa pulang ke rumah memiliki arti bahwa Anda akan menemui kesulitan atau masalah dalam waktu dekat ini. Masalah atau kesulitan ini berhubungan dengan Anda dan teman atau tetangga.

4. Arti Mimpi Tersesat Dalam Perjalanan
Mimpi tersesat dalam perjalanan memiliki beragam arti, tergantung siapa yang mengalaminya. Apabila yang memimpikan hal tersebut adalah seorang pria yang telah menikah, maka arti mimpi ini adalah bahwa Anda perlu untuk mengatur hidup Anda ke yang lebih baik. Misalnya jika Anda dulunya seorang yang pemalas, maka mulailah menjadi orang yang rajin. Ingat bahwa sifat pemalas merupakan salah satu sifat setan.

Sementara jika yang memimpikan adalah pria yang single, maka mimpi ini bisa menjadi sebuah tanda bahwa dalam waktu dekat ini Anda akan mengalami kejadian yang cukup membuat Anda ketakutan…

5. Arti Mimpi Tersesat di Suatu Tempat
Mimpi tersesat di suatu tempat memiliki arti yang berbeda-beda, tergantung tempat apakah itu, apakah kuburan, jalan, atau hutan. Apapun jenis tempatnya, mimpi tersesat pada dasarnya merupakan sebuah isyarat terkait dengan sebuah kesulitan yang harus Anda hadapi. Mengetahui tentang arti mimpi tersesat di suatu tempat ini tentu bisa menimbulkan kecemasan dan ketakutan.

Itulah beberapa Tafsir Mimpi Tersesat, jika bermimpi mengalami kebingungan karena tersesat, hendaklah kita selalu ingat Allah. Bahwasanya jika kita selalu ingat kepada Allah SWT, pasti Ia akan menolong dan melindungi kita, di manapun kita berada dan kapanpun jua.

Sumber: PinterPandai

HEBAT! Inilah Khasiat Mustika Lipan Putih Asli

Mengerikan! Khasiat Mustika Lipan, Yang Berasal Dari Bangkai Raja Kelabang

Berbagai benda bertuah bertebaran di seantero Nusantara, salah satunya adalah Khasiat Mustika Lipan Putih. Mustika Lipan adalah batu bertuah yang berukuran cukup kecil, sebesar biji kacang hijau, berbentuk bulat berwarna merah kecoklatan, tembus cahaya dengan efek inden warna merah kecoklatan seperti layaknya darah yang sudah membeku, tembus oleh cahaya. Mustika Lipan ini sering disebut juga dengan nama Mustika Nabi Nuh.

Konon, Mustika Lipan ini di ambil dari mulut Sang Raja Lipan yang sudah mati tua atau mati ngurak. Berbagai sumber menyebutkan bahwa proses terbentuknya Mustika Lipan adalah berasal dari liur Sang Raja Lipan yang tekah mengeras dan kemudian membatu, dan pengerasan air liur lipan ini terjadi di atas kepala raja lipan. Mustika lipan dapat memancarkan cahaya di dalam gelap.

Lipan adalah hewan yang berbisa yang mempunyai banyak kaki. Meskipun Raja Lipan telah mati, namun untuk dapat mengambil mustika sangat sulit, dan jika di ambil secara paksa maka tidak akan memiliki daya kemampuan magis atau tuah sehingga tak ubahnya seperti butiran batu biasa. Maka untuk mengambil Mustika Lipan dari bangkai Raja Lipan diperlukan cara tersendiri.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

90 97 94 93 47 40 43 30 37 34

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

30 35 38 36 58 50 56 60 65 68

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

48 42 49 46 98 92 96 68 69 62

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

31 32 35 38 21 25 28 51 52 58

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

29 24 23 27 79 74 73 49 43 47

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

10 19 18 13 90 98 93 80 89 83

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

20 26 27 28 60 67 68 70 76 78

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

31 37 38 35 81 87 85 51 58 57

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

10 12 18 16 20 28 26 80 82 86

SELENGKAPNYA

Spiritualis ahli mustika asal Yogyakarta, untuk dapat mengetahui keaslian Mustika Lipan tidaklah sulit, yaitu dengan cara memegang batu Mustika Lipan tersebut. Jika pemegang merasakan seperti ada lipan yang merayap di tangan atau terasa getaran dan terasa gigitan, maka batu mustika lipan tersebut adalah hidup atau bertuah, namun jika tidak merasakan apa-apa, maka batu tersebut adalah mati atau tidak bertuah. Menurut Ki Djarwo, pada umumnya batu mustika lipan berwarna merah kecoklatan.

Benda mustika adalah suatu benda yang memilki nilai tersendiri yang sarat dengan muatan kekuatan gaib, adapun bentuk dan terbentuknya asli dari proses alam, bukan dibentuk oleh manusia dan isi gaibnya. Benda mustika ini di temukan dari alam nyata manusia. Kegaiban dari sebuah Khasiat Mustika Lipan Putih sebagai pegangan yang dapat memberikan tuah tersendiri, terutama yang berfungsi untuk berbagai keperluan khusus dan juga dapat disugestikan untuk membantu dalam hal lain.

Bertuah dari benda mustika tidak hanya untuk si pemiliknya sendiri, melainkan tuah dari benda ini dapat berpengaruh oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya berniat menyelamatkan mereka semua, Kekuatan tuahnya memiliki rasa sendiri-sendiri, sehingga energi kekuatan gaib di dalam benda mustika tersebut dan tuah berasal daripadanya akan sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya. Dalam di dunia keilmuan gaib tuah dari berbagai benda yang berkekuatan gaib dapat dirubah atau ditambahkan fungsinya, tergantung kemampuan masing-masing orang dalam mengsugesti kemampuan gaib benda tersebut.

  • Menyelaraskan kondisi fisik dan mental
  • Penawar segala bisa dari binatang buas dan berbisa,
  • Menghilang atau agar pemiliknya tidak dapat di lihat orang lain,
  • Membantu memberi isyarah untuk mengetahui perkara yang tersembunyi melalui khodam yang menjaga mustika baik melalui penglihatan atau bisikan di telinga yang memberitahu perkara yang tersembunyi walaupun pemiliknya tidak melihatnya,
  • Tembus pandang, yakni melihat benda dalam wadah tertutup,
  • Meningkatkan kepekaan perasaan,
  • Mendatangkan benda-benda yang beryoni atau bertuah tinggi,
  • Menarik uang dan harta
  • Kekebalan dari segala senjata tajam dan senjata api
  • Memudahkan datangnya rezeki
  • Pelarisan usaha
  • Pengasihan atau memmancarkan aura luar biasa sehingga yang melihat anda akan terpikat.
  • Melihat alam ghaib.

Nah, itulah beberapa Khasiat Mustika Lipan Putih yang asli.

Sumber: KiBagusWijaya

Kisah Nyata! Cerita Misteri Lemah Layat Bagian Ke 2

Cerita Misteri Lemah Layat Bagian Ke 2, Dijamin Lebih Menegangkan

Cerita Misteri Lemah Layat. “kancamu kandanono, nang kene, ilmune gak onok apa-apane, mene nek wes sadar, gowoen nang mbah Pornomo.”
(temanmu kasih tahu, disini, ilmunya gak ada apa-apa nya, kalau sudah sadar, bawa dia ke mbah Pornomo) 
Ruslan mengangguk, “nggih mbah” sahutnya, “eh, nggih mbak” Ruslan mengkoreksi ucapannya, kini dirinya menatap rambut yang masih ada ditangan Lastri, dirinya pergi, menjauh dengan kaki pincang,
Ruslan menggendong Agus kembali ke rumah. Entah apa yang terjadi, Ruslan masih tidak mengerti  ditemani Koco, Agus dibawa ke rumah lelaki tua tersebut, dirin6ya sudah sadar, namun, dirinya seperti orang ling lung, wajahnya pucat, bahkan, Rusalan sudah mengajaknya bicara sejak tadi pagi namun, Agus hanya diam.
Mbah Pornomo hanya duduk memandangnya, dirinya menunjukkan kain kafan putih,  mbah Por, membuka kain kafan putih tersebut, didalamnya, ada segumpal rambut, Ruslan langsung tahu, rambut tersebut adalah rambut Agus,
“Nekat!!” ucap mbah Por, tanpa mengatakan apa-apa lagi, mbah Por langsung menghantam kepala Agus, sebelum menekan hidungnya, tiba-tiba darah hitam keluar darisana,  mbah Por langsung menyesap hidung Agus, Ruslan dan Koco hanya bisa melihat kejadian tersebut, mereka tidak mau berkomentar, setelah selesai, mbah Por mengambil batok kelapa, memuntahkan isi mulutnya,
Disana, ditengah-tengah genangan darah hitam kental, ada segumpal daging yang sudah busuk mbah Por membuang ludah sebelum membersihkan mulutnya dengan sapu tangan, dirinya meletakkan rambut hitam dan kain kafan di batok kelapa, membakarnya, dan tercium aroma yang sangat wangi, wangi sekali sampai Ruslan dan Koco bingung mbah Por kemudian meminumkan air putih, Agus sadar.

“Piye” tanya mbah Por, “Wes ngerti sopo sing nduwe lemah kui” (kamu sudah tahu siapa yang punya tanah tersebut)

Agus hanya diam, keringatnya mengalir deras, bibirnya mulai gemetar,

“Sudah lihat juga, Gundik’colo yang lain?” mbah Por masih bertanya,

Agus mengangguk  mbah Por berdiri, dirinya diam, kemudian mendekati Agus lagi, “boleh aku melihat apa yang kamu lihat”

Agus mengangguk, Ruslan dan Koco masih diam, dirinya melihat mbah Por, mencium tangan Agus seakan dirinya meminta restu, suasana menjadi hening, Cerita Misteri Lemah Layat sangat hening sekali, Ruslan dan Koco, mulai merinding  seperti tersedak, mbah Por melompat mundur, dibibirnya tiba-tiba keluar darah, dirinya merangkak, seolah mau memuntahkan sesuatu, Agus dan yang lain sontak menolong mbah Por, memijat lehernya
Mbah Por terus memukul dadanya, dan keluarlah gumpalan daging yang sama seperti Agus, daging colo’ berlumuran darah

“Artine opo toh mbah?” tanya Ruslan,

“Sing nduwe lemah, kate teko, njupuk opo sing kudu di jupuk” (yang punya tanah sudah mau datang, mengambil apa yang harus dia ambil)

“Nopo niku mbah?” (apa itu mbah)

Mbah Por tampak berpikir, “Lastri”  “co” kata mbah Pur, “awakmu eroh omahe pak RT, budalo mrono, ngomong’o, Balasedo’ne teko” (Kamu tahu rumah pak RT kan, bilang sama dia, Balaseda’ datang)

Ruslan melihat wajah mbah Por, dirinya tidak pernah segelisah ini, sedari tadi, mbah Por hanya mengelus janggutnya 

mbah Por melihat keluar rumah, lalu menutup pintu rumahnya, “melok aku” (ikut saya)

Ruslan dan Agus berdiri, dirinya berjalan di belakang mbah Por yang melangkah masuk ke salah satu kamar, di kamar itu, Ruslan banyak melihat benda-benda yang tidak asing lagi, bawang putih di pasak, cabai di ikat dengan benang, sampai kembang bertebaran di meja, mbah Por langsung mempersilahkan mereka untuk duduk, saat mereka duduk, tiba-tiba mbah Por memukul-mukul kepalanya, seperti orang kebingungan, bahkan, dirinya menghantam rahangnya, dan secara tiba-tiba, menarik paksa giginya..

entah gigi mana yang dia ambil, namun, Ruslan dan Agus merasa ngilu melihat itu di depannya, darah masih mengalir dari bibir mbah Por, namun, bukannya merasa kesakitan, mbah Por seperti tertawa terbahak-bahak melihat giginya sudah tanggal

“Edan” bisik Ruslan, yang ditanggapi agus, dirinya setuju  berpikir bahwa semua itu selesai, adalah kesalahan yang besar, mbah Por lagi-lagi, menekan gigi bawah yang berada tepat di tengah dengan kedua tangannya, matanya tengah menatap Ruslan, dengan nafas tersenggal-senggal, mbah Por menarik paksa, hingga darah mengalir deras dari bibirnya.

Menyaksikan hal gila seperti itu, membuat Agus dan Ruslan tidak kuat, dirinya mendekati mbah Por, namun, mbah Por tak menghiraukan mereka, dirinya seperti orang yang sudah kesetanan, dan benar saja, giginya berjatuhan dengan luka robek yang membuat Ruslan memalingkan wajahnya.

Mbah Por tertawa dengan serampangan, mbah Por mengumpulkan gigi yang berjatuhan tersebut, membungkusnya dengan daun pepaya yang berada di atas meja, cipratan darah masih dapat dilihat oleh Ruslan dan Agus, entah apa yang mau dirinya lakukan, Ruslan tidak mengerti, karena setelahnya, mbah Por menelan daun pepaya itu bulat-bulat.

“ben, nek ajor mesisan ajor” (biar saja, hancur sekalian hancur)

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

90 97 94 93 47 40 43 30 37 34

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

04 03 06 09 34 36 39 94 93 96

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

60 69 63 65 39 30 35 50 59 50

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

37 31 39 36 17 19 16 97 91 96

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

01 04 06 07 61 64 67 71 74 76

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

23 21 29 27 73 71 79 93 91 97

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

10 12 19 16 90 96 92 60 62 69

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

24 26 27 27 64 62 67 74 72 76

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

36 39 38 37 86 89 87 76 79 78

SELENGKAPNYA

Agus dan Ruslan tidak mengerti maksud ucapannya, karena setelahnya, mbah Por mengambil sebilah keris yang di gantung di atas tembok kayu, menyampirkannya di pinggul, sebelum pergi, mbah Por berpesan agar mereka tetap berada di rumah ini.

“Tengah malam saya kembali, saat itu juga, kalian akan saya bawa masuk ke rumah Lastri, agar kalian bisa tahu apa yang ada di dalam sana, dan” mbah Por tampak memandang Agus, “dia datang malam ini nak”Agus pucat, Ruslan bisa melihatnya.

“Onok opo seh asline gus” “bar koen ambek aku wes duluran mbok diceritani, asline opo sing mok wedeni” (ada apa sih sebenarnya gus, kamu sama aku udah saudaraan harusnya kamu cerita sebenarnya apa yang bikin kamu sangat takutan)

“Nang jero omah iku Rus, onok, onok” (di dalam rumah itu ada)

Agus seperti tidak bisa mengatakannya.

“Jancok onok opo seh?” (sialan ada apa sih sebenarnya)

“Nang jero omah iku onok” (di dalam rumah itu ada)

“Ranggon”

Ruslan yang mendengarnya hanya melotot pada Agus, “taek!!” (Tai) kata Ruslan, “pantes ae sing jogo model ngunu” 

“Lastri sing ndudui awakmu opo piye” (Lastri yang ngasih tahu kamu apa gimana) “modelan Ranggon, gak bakal di duduno ambek sing jogo, nyowo gus, taruhane, opo awakmu ndang sing” (model barang seperti itu tidak boleh di perlihatkan sama yang jaga, nyawa itu Gus taruhanya, apa jangan-jangan).

“Aku gak sengojo ndelok Rus” (aku gak sengaja lihat Rus)

Ruslan hanya duduk pasrah, matanya melihat keatas, “kadang aku mikir, awakmu iku pinter wes tak anggep masku dewe, eh, kadang koen goblok tenan koyok wergol, asu!!” (kadang aku mikir kamu itu pinter, sampai tak anggap abang sendiri, tapi kadang kamu bodohnya gak ketulungan, mirip Wergol, anj*ng!!) tidak beberapa lama, terdengar suara ketukan keras sekali, selain keras, suara ketukan itu tanpa jedah, membuat Agus dan Ruslan melihat ke pintu.

“Sopo iku gus?” (siapa itu gus)

Agus dan Ruslan mendekat, ketukan itu tidak berhenti-henti sebelum, “Rus, iki aku Koco!!”

Seketika Ruslan langsung membukanya, “Edan!! suwene mbukake!!” (gila!! lama sekali bukanya) sahut Koco emosi,

“Koen mbalik to” (kamu balik ya)

Belum Koco cerita, Ruslan dan Agus melihat apa yang ada di depan pintu. disana, berdiri pocong tepat di depan rumah, dirinya melihat Ruslan dan Agus, dengan tenang, agus menutup pintu, perlahan, dan sosok itu tidak terlihat lagi.

Koco tidak tahu, namun Ruslan, merasa ada yang salah sama desa ini. Tepatnya, saat ini, Koco duduk sembari merokok, “heran aku Rus, mari tekan omahe pak RT, gak koro-koro, kabeh wong koyok sepakat nutup omah, gak onok omah mbukak lawang, aku muleh nang Mes ae sampek gak di bukakno ambek arek-arek” (heran aku Rus, setelah dari rumah pak RT, semua rumah seakan sepakat-

gak ada yang buka pintu, bahkan waktu aku balik ke mes, pintunya gak di buka sama anak-anak, makanya aku langsung kesini)

Agus dan Ruslan tidak menjawab.

“Opo onok hubungane ambek iku mau yo” (apa ada hubungannya sama itu ya)

“Onok maneh co” (ada lagi gak co) tanya Ruslan,

“Rokok” jawab Koco,

“Gak goblok, onok maneh ta sing aneh” (gak bodoh, ada lagi yang aneh)

Koco heran, ini pertamakalinya Ruslan menolak rokok dan Agus, malah diem aja,

“Ya itu Rus, di depan pintu, aku nemu piring isi bubur, tapi cuma digeletakin aja, gak ada yang makan”

“Mas bukak mas” tiba-tiba terdengar suara bersahutan, Ruslan dan Agus pura-pura tidak mendengarnya, berbeda dengan Koco, dirinya lantas berdiri, “ada orang kayanya di luar”

“Ojok di buka Co, wes talah lungguh ae” (jangan di buka co, sudah duduk aja)

Koco melihat Agus dan Ruslan heran,

“Halah, koen iku, yok opo nek wong sing nasib’e koyo aku mau” (halah, kalian itu, gimana kalau orang ini yang nasibnya kaya aku tadi)

Koco melewati Agus dan Ruslan, suara-suara itu terdengar semakin lama semakin bising, “Mas bukak mas” “Mas bukak mas”

Ruslan dan Agus hanya berdiri, tepat saat Koco membuka pintu, dirinya tidak menemukan siapapun disana, Ruslan dan Agus pun merasa janggal, dirinya tidak melihat apapun di luar pintu,

Koco merasa heran, lantas menatap dua kawannnya, mereka saling memandang satu sama lain, sebelum, terdengar suara barang jatuh dari atas.  Koco berbalik, dirinya mendapati karung putih, dengan perlahan Koco mendekat, lantas melihat ke atas genteng, namun, dirinya tidak menemukan apapun,
Koco menatap karung putih itu, sebelum dirinya berbalik melihat wajahnya hancur berantakan, tanpa pikir panjang, Koco langsung masuk menutup pintu.

“Asu!!” kata Koco menatap Ruslan dan Agus, “Pocongan gus, pocongan Rus!!”

Agus dan Ruslan melihat Koco, lantas mereka kemudian bicara bersamaan, “Rokok’e”

Malam itu di lewati tiga orang itu dengan cerita tentang penghuni tanah layat tersebut, disini, Koco sudah mengerti semuanya 

hampir semalam suntuk, Ruslan, Koco dan Agus menghisap rokok, sementara di luar terus terdengar suara itu yang saling bersahutan, “Bukak mas, bukak”

“Jancok, menengo” kata Ruslan, menggedor-gedor tembok kayu itu, setelah berteriak, tiba-tiba hening, suara itu menghilang, Ruslan pucat pintu terbuka, semua mata langsung memandang ke pintu, bersamaan itu, mbah Por masuk, melihat ke tiga orang yang tengah merokok di ujung ruangan,

Baju mbah Por, sudah di penuhi oleh darah, wajahnya muram berantakan, lantas ia menatap Agus, “Ayok melok, ndang urusane mari” (ayo ikut)

“Agus tok mbah” (cuma Agus mbah) tanya Ruslan, Koco juga merasa harus ikut, lantas kemudian berdiri, mbah Por menatap Koco dan Ruslan bergantian, “tapi kalau kalian ikut gak papa, tapi nyawa kalian tidak bisa aku jamin ya”

Koco duduk lagi,  Ruslan melangkah, mengikuti Agus dan mbah Por, begitu keluar dari pintu, Ruslan baru sadar, suasana desa ini benar-benar lain, tak seorangpun terlihat di sepanjang jalanan desa, bahkan, binatang pun tiba-tiba lenyap semua,

Tak ada makhluk apapun yang hidup kecuali mereka, pintu di tutup

“Itu darah apa mbah?” tanya Agus,

“Halah, awakmu wes eroh iki getih’e opo” (halah, sebenarnya kamu tahu darah apa ini)

Ruslan menatap kesana kemari, dirinya tidak melihat satupun bentuk mengerikan dari wujud putih terbungkus itu, mbah Por menatap Ruslan, “ra usah wedi” melewati kebun Jati, mbah Por mendekati rumah Lastri, disana, sudah ramai layaknya pasar malam, hanya saja, yang berdiri hanya makhluk putih terbungkus itu (pocong), Ruslan melewatinya, dirinya tidak mau melihat wajahnya,

Begitu sampai di ambang pintu, Agus dan Ruslan melihat mbak Lastri duduk 

anehnya, mbak Lastri hanya diam, melamun.

Ruslan dan Agus berhenti tepat di depannya, Lastri hanya duduk dengan kain yang menutupi kakinya.

Mbah Por tiba-tiba memanggil, “mrene gus, iki kan sing kepingin mok delok iku” (kesini gus, ini kan yang mau kau lihat) 

Agus yang pertama masuk ke ruangan itu, sementara Ruslan masih melihat mbak Lastri, dirinya masih diam, duduk, sendirian di ruang tamu, aneh

Ruslan kemudian mendekat, dirinya langsung mencium bau amis nanah, dalam batinnya ia mengatakannya, “bau Ranggon” sembari menutupi hidungnya saat Ruslan melihatnya, tubuhnya menggelinjang, dirinya tidak menyangka apa yang Agus katakan itu benar

Hal seperti ini masih ada, Ruslan melihat, seseorang tengah terlentang di atas pasak kayu, dengan kulit yang dipenuhi borok, tubuhnya merah, tepat di bawahnya ada ember penuh dengan darah  darah itu keluar dari anusnya, Ruslan dan Agus saling menatap satu sama lain,

“Ranggon” kata mbah Por, “sudah lama ada disini, kalau belum di ijinkan mati sama yang punya, dia gak akan bisa mati”Ruslan membuang muka, dirinya tidak sanggup melihat darah yang terus keluar dari anusnya 

Ruslan mendekatinya perlahan, dirinya melihat kulitnya benar-benar tidak rata,

“Setiap ada borok baru yang muncul, dagingnya harus di iris, karena itulah, di beberapa bagian tubuhnya, kamu bisa lihat tulang belulangnya”

Ruslan masih tidak percaya, ini seperti mendengar dongeng kakek tiba-tiba Lastri muncul, dirinya melihat semua orang di kamar.

“Padu wes tekan mas” (dia sudah datang mas)
Mbah Por tampak tegang Cerita Misteri Lemah Layat, namun, Agus dan juga Ruslan melihat kaki Lastri, disana, daging di kakinya banyak yang sudah teriris, seketika Agus tahu, siapa sih Ranggon ini.

Inilah Arti Atau Tafir Mimpi Pesawat Jatuh Menurut Primbon

Mengerikan Tafir Mimpi Pesawat Jatuh Menurut Primbon

Tafir Mimpi Pesawat Jatuh. Mimpi buruk buat setiap orang memang sangat sukar sekalai kita lupakan seperti mimpi melihat pesawat jatuh. Maklum aja sih ya sebagian masyarakat kita tak sedikit juga masih menganggap bahwa mimpi yang kita alami akan berdampak kepada kehidupan kita ke depannya. Berbagai macam mimpi buruk tentu banyak sekali pernah kita alami bukan? salah satunya seperti mimpi buruk ketika melihat pesawat jatuh.

Mimpi Melihat Pesawat Jatuh

Jika kamu mengalami mimpi melihat pesawat jatuh dimana sama halnya seperti mimpi naik pesawat maka nampak kamu harus bergembira. Pasalnya nih ya menurut salah satu primbon, sama halnya dengan mimpi kecelakaan Tafir Mimpi Pesawat Jatuh, kamu akan mendapat keberuntungan ketika mengalami mimpi melihat pesawat jatuh. Keberuntungan tersebut bisa berupa rezeki yang datang tiba-tiba. Apalagi jika Anda mimpi pesawat jatuh di depan rumah. Tapi eh tapi ya, rezeki kalo kita nggak cari juga gabakal dateng sendiri. Tetap berdoa dan berusaha kuncinya.

Arti Mimpi Pesawat Jatuh Pertanda Baik

Tentunya jika kamu mengalami mimpi berbeda-beda kondisinya, misalnya saja kamu mengalami mimpi pesawat jatuh karena bertabrakan atau pesawat jatuh para penumpangnya tapi dalam kondisi selamat. Itu termasuk ke dalam mimpi yang akan membawa kepada sesuatu yang baik. Percaya gak percaya sih ya.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

13 12 16 17 23 26 27 63 62 67

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

16 18 17 19 76 78 79 96 98 97

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

20 25 24 27 50 54 57 70 75 74

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

21 29 28 24 81 89 84 41 49 48

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

20 24 29 28 40 49 48 80 84 89

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

32 34 38 39 42 48 49 92 94 98

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

90 91 96 97 10 16 17 60 67 61

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

15 16 18 19 65 68 69 85 86 89

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

12 14 16 13 42 46 43 62 63 62

SELENGKAPNYA

Misalnya saja ketika kamu mimpi mengalami melihat pesawat jatuh karena bertabrakan. Mimpi pesawat bertabrakan memang bukan mimpi indah. Tetapi ramalan mimpi ini cukup bagus. Menurut sebuah mitos, mimpi ini adalah pertanda bahwa kamu akan menjadi orang kaya raya. Lagi-lagi Pantau.com ingetin bahwa semuanharus dibarengi usaha dan doa tentunya, tak serta merta instan.

Arti Mimpi Pesawat Jatuh Pertanda Buruk

Sama seperti halnya mimpi melihat pesawat jatuh membawa petanda baik, mimpi melihat pesawat terjatuh akan menandakan hal buruk juga ditandai mimpi dengan kejadian yang berbeda-beda. Misalnya saja jika kamu mengalami mimpi melihat pesawat jatuh berkali-kali.

Mimpi kecelakaan pesawat berulang kali menunjukkan kecemasan kamu. Impian ini juga bisa muncul dari trauma di masa lalu. Misalnya jika Anda pernah mengalami kecelakaan pesawat. Maka pengalaman buruk ini bisa muncul terus dalam mimpi kamu. Kamu mungkin juga akan melihat gambaran yang mengerikan seperti pesawat yang terbakar, meledak dan hancur. Kamu mungkin melihat juga ada banyak korban bergelimpangan.

Nah, itulah beberapa Tafir Mimpi Pesawat Jatuh yang bisa mbah jitu jelaskan kepada kalian semua, semoga dengan adanya penjelasan ini bisa mengurangi rasa penasaran kalian terhadap arti atau tafir mimpi.

Sumber: Pantau

Merinding Sebelum Cerita Kekuatannya, Inilah Khasiat Keris Aji

Khasiat Keris Aji adalah keris bertuah dan berkhodam agar dapat mendampingi pemiliknya dalam segala hajat sekaligus mendatangkan beragam manfaat. Tuah dan juga khodam yang dimiliki Keris Aji akan mempermudah tercapainya suatu tujuan serta menjadi pegangan spiritual tersendiri bagi pemiliknya.

Berbeda dari keris bertuah yang lain, Khasiat Keris Aji tidak membutuhkan perawatan maupun penanganan khusus. Agar dapat dirasakan tuah serta manfaatnya tanpa perlu mengkhawatirkan pantangan atau larangan maupun syarat-syarat tertentu.

Keris Aji memiliki berbagai manfaat yang mustahil bisa disebutkan semuanya satu-persatu. Termasuk dalam kategori Khasiat pusaka Keris Aji antara lain:

  • Manfaat perlindungan keluarga
  • Keselamatan pribadi
  • Pagar ghaib
  • Pelarisan dagang/ usaha
  • Kewibawaan
  • Pengasihan

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

90 98 93 96 30 38 36 68 63 60

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

34 36 31 38 14 16 18 84 86 81

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

20 27 24 28 40 47 48 80 87 84

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

86 89 81 83 16 19 13 36 31 39

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

01 04 06 07 61 64 67 71 74 76

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

30 32 38 39 20 28 29 80 82 89

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

04 02 08 01 84 82 81 14 12 18

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

20 28 29 25 80 89 85 50 59 58

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

36 31 37 39 16 17 19 96 97 91

SELENGKAPNYA

  • Kesuksesan
  • Kejayaan
  • Pangkat/ kedudukan
  • Keberanian
  • Kepercayaan diri
  • Penyembuhan

Siapapun boleh memiliki dan menggunakan keris bertuah ini. Selama kalian memiliki tujuan baik yang tidak merugikan siapapun juga, maka kalian bisa menggunakan Keris Aji.

Berkaitan dengan Keris Aji, kamu boleh saja memiliki Keris Aji dan merasakan berkah serta manfaatnya yang berlimpah, tidak peduli apa jenis kelamin kamu, tidak peduli juga dari belahan bumi mana kamu berasal dan agama apa yang kamu precayai. Asalkan Anda memiliki niat yang baik dan telah berusia dewasa, Keris Aji dapat menjadi jembatan kamu menuju kesuksesan atau tujuan apapun yang Anda inginkan. Inilah salah satu keunggulan Keris Aji. Sedangkan keunggulan-keunggulan lainnya adalah:

  • Berkhasiat tinggi dalam memudahkan segala hajat.
  • Aman tanpa pantangan.
  • Tidak memiliki efek samping.
  • Tidak membutuhkan ritual atau tirakat rumit.
  • Tidak memerlukan perawatan yang terlampau merepotkan.

Nah, itulah beberapa ulasan mengenai Khasiat Keris Aji, yang sangat menakjubkan dan sangat di incar di Indonesia, dan jika kalian ingin mendapatkan informasi-informasi terbaru lainnya mengenai manfaat atau khasiat dari pusaka-pusaka yang lainnya kalian wajib mengunjungi terus mbahjitu.

Sumber: PusakaDunia

Merinding! Cerita Misteri Padusan Pituh Bagian 2

Dijamin Kalian Bakalan Susah Tidur Setelah Baca Cerita Misteri Padusan Pituh

Cerita Misteri Padusan Pituh bagian ke 2. Sudah lebih dari 6 jam Mira duduk di gerbong, sudah puluhan orang datang dan pergi, waktu berlalu begitu cepat, membuat Mira sendiri bertanya-tanya, apa yang dirinya cari selama ini, dan perlahan semua terungkap namun matanya menangkap seorang wanita tua, dirinya duduk sembari mengawasi

sejak tadi, wanita itu tak kunjung pergi, dirinya mengenakan gaun lawas cokelat, dengan belanjaan tas sayur di samping kakinya, Mira berusaha mengabaikannya, namun aneh, Mira merasa wanita tua itu terus melihat dirinya, tak sedetikpun dirinya berpaling, ekspresinya sangat dingin merasa ada yang salah dengan si wanita, Mira berdiri, dirinya berniat untuk pergi, Mira mengangkat tas punggungnya, tapi si wanita ikut berdiri, membuat Mira semakin yakin ada yang salah dengan dirinya.

Mira melangkah pergi, sesekali dirinya melihat si wanita mulai berjalan mengikuti, di gerbong lain, Mira melihat banyak sekali orang menatapnya sangat aneh, Mira berjalan tenang berusaha membaur dengan mereka, dirinya menoleh namun tak di dapati si wanita tersebut, belum, sampai si wanita melangkah masuk mendekatinya, Mira kembali berjalan berusaha menjaga jarak,

Mira memilih berhenti, dirinya duduk di salah satu kursi paling sudut, sesekali dirinya melihat si wanita, aneh sekali, kali ini si wanita hanya berdiri diam, mematung. Mira mencoba tenang, dirinya terus meyakinkan dalam dirinya tak ada yang salah, tak ada yang salah, berulang-ulang kali, di jendela hujan deras sangat turun, langit mendung, sementara kereta mulai memasuki area persawahan, Mira merapalkan jaket, memeluk tas punggung, sembari sesekali mengawasi, si wanita yang masih berdiri tapi anehnya, tak ada satupun orang yang merasa terganggu dengan kehadirannya.

Seorang lelaki yang duduk di depan Mira juga bersikap aneh, saat mata mereka bertemu, dirinya langsung membuang muka seakan melihat sesuatu yang mengerikan, Mira menatapnya lekat-lekat tangannya gemetar hebat sembari mencengkram koran,

“Pak” tanya Mira, si lelaki tersentak kemudian pergi, kepergian lelaki tersebut membuat Mira semakin bingung, dirinya menatap ke tempat di mana wanita tersebut berdiri, ia masih di sana, namun sesuatu mulai terjadi hening, Mira tak bisa mendengar apapun, bahkan suara hujan di luar jendela pun tak bisa dirinya dengar, si wanita mengangkat tangan menunjuk saat itu juga, fenomena tersebut terjadi, semua orang yang ada di dalam kereta berdiri, menatap Mira semuanya.

Mira bersiap, dirinya mengenggam rapat tas punggungnya, si wanita melangkah mendekatinya, semakin dekat, semakin dekat, dan, “Nduk”

Mira menghantam kepala si wanita dengan tas

Mira mendudukinya terus memukul-mukul kepala si wanita, Mira begitu kalap, teriakan si wanita membuyarkan semuanya, dirinya terus meminta-minta tolong dan Mira baru sadar, di sekelilingnya orang-orang berkerumun untuk memisahkannya, yang terjadi berikutnya Mira terguncang bingung

“Ini minumnya mbak” kata seorang lelaki petugas stasiun, Mira duduk di dalam ruangan tersebut di mintai penjelasan “nyapo to, ngantemi ibuk- koyok wong kesurupan” (kenapa sih, anda memukuli ibu- kaya orang kesurupan) kata si lelaki,

“Maaf pak, saya juga tidak tau” kata Mira menunduk.

Si petugas melihat kawannya, dirinya memberikan gestur tangan “STRESS!!” Mira menoleh, si petugas tampak tidak enak hati tersenyum sebelum melihat ke tempat lain

“Saya ndak stress pak”

Si petugas setuju, karena yang seharusnya stres mungkin ibuk yang di pukuli, di siksa di dalam gerbong

“Sebenarnya kamu beruntung, dia gak nuntut, kamu boleh pergi, tapi sebelumnya, buku apa ini?”

Mira menatap buku yang di bawa, buku itu tampak begitu usang bila di perhatikan lagi.

“Itu adalah peninggalan keluarga saya pak”

Si petugas percaya dan mengembalikannya, “kamu mau kemana?”

Mira mengambil buku, dan membuka lembaran di dalamnya, menunjuk kepada si petugas, ketika si petugas melihat gambar itu, dirinya menatap Mira, melotot sebelum memanggil kawannya, wajah mereka tampak begitu sangat panik sebelum mengatakan

“Mbak boleh pergi sekarang!!” kata si petugas tiba-tiba, “monggo”

Hujan masih turun, Mira melangkah menembus jalanan, masih terasa sangat aneh, karena di setiap Mira melangkah, semua orang yang berpapasan dengannya seakan-akan melihat dirinya sangat dingin, begitu membuat Mira tenggelam dalam kengerian yang dirinya ciptakan sendiri.

“Mas, bisa anterin kesini” tanya Mira kepada seseorang yang duduk berteduh, Mira menunjuk tulisan dalam bukunya, namun seperti yang lain, mas-mas tersebut tiba-tiba pergi meninggalkan Mira seorang diri,

“Asu” ucap Mira lirih, sudah lebih dari 10 kali dirinya di perlakukan seperti ini, tanpa dapat satu-pun orang yang mau membantunya, Mira terpaksa tidur di stasiun, saat itu dirinya bertemu lagi dengan si petugas, “Mbak yang tadi toh”

Mira berdiri menatapnya, “Saya ndak dapat tumpangan pak”

Si petugas kemudian duduk, dirinya menatap Mira, “ya sudah, saya antar saja ya”

Hujam sudah reda, namun mendung belum juga pergi, si petugas stasiun memberi Mira helm sebelum mengeluarkan motor buntut tahun lama ini, Mira menaikinya, perlahan motor berjalan pelan sebelum akhirnya menembus jalanan, di sana dirinya bercerita, bercerita tentang desa tersebut.

“Terakhir saya kesana itu sudah lama mbak” dirinya melihat Mira dari kaca spion, “Kalau mbak bingung kenapa banyak orang menolak sebenarnya karena sesuatu mbak”

“Sesuatu?”

“Iya. katanya, di sana” si petugas menelan ludah tampak ragu, “Ada Brangos”

“Brangos itu apa pak?”

Si petugas diam tidak ingin menjawab.

“Saya ndak bisa ngasih tahu lebih jauh, katanya Brangosnya muncul juga baru beberapa tahun ini, saya belum pernah lihat, saya juga penasaran sebenarnya”

“Muncul? maksudnya?”

“Ya muncul mbak”

Motor mulai memasuki area jalanan tanah, di kiri kanan jalan banyak sekali tumbuhan bambu

Belum pernah Mira merasakan perasaan setakut ini, namun, setiap motor melaju, ketakutan tersebut terus menumpuk, pelan, pelan sekali, seperti sesuatu berbisik-bisik di telinganya, Mira mulai melihatnya.

Kerumunan orang berjalan bersama-sama, si petugas menghentikan motornya.

“Mohon maaf mbak, saya pikir saya berani loh tadi, ternyata ciut juga nyali saya” dirinya menunjuk kerumunan orang itu, “Mereka warga desa di sana, mbak ikuti saja mereka, Ngapunten saya harus balik” (minta maaf saya harus kambali).

Meski aneh, Mira melangkah turun, setelah berterimakasih, Mira mendekati kerumunan orang-orang tersenit langsung memandang Mira dari kejauhan,

Meski ragu, Mira berjalan mendekati, di depan gapura desa Mira bisa melihat pohon besar, salah satu dari mereka mendekati Mira, bertanya kedatangannya kesini, Mira menurunkan tasnya bersiap mengambil buku itu, namun, dirinya ingat Bila dirinya menunjukkan buku tersebut, Mira takut mereka akan bereaksi sesuatu yang tidak di inginkan, lantas Mira mengatakannya bahwa dirinya adalah jurnalis yang datang untuk meliput desa ini

Pandangan orang-orang tersebut tampak tidak senang, tak ada satupun yang tersenyum, namun Mira melihat sesuatu di salah satu rumah, Mira menatap banyak sekali anak-anak kecil perempuan, mereka berlarian di depan sebuah rumah, tak beberapa lama, anak-anak perempuan tersebut menatap Mira sebelum tersenyum kepadanya.

Mira merinding melihatnya, karena setelahnya, seseorang mendekatinya, berbicara dengan si lelaki yang mendatangi Mira, “Pak, sampon sedo” (pak, dia sudah meninggal) meski orang itu masih tidak senang dengan kehadiran Mira, namun akhirnya mereka membiarkan Mira begitu saja, anak-anak perempuan tersebut lenyap sesaat kemudian.

Mira baru saja mengetahui setelah dirinya mencuri dengar, bahwa kedatangan orang-orang ini adalah menjenguk salah satu dari mereka yang tengah sakit, dan sekarang orang tersebyt sudah meninggal, mereka berkerumun di rumah duka, Mira masih mengawasi dari jauh, bertanya-tanya kenapa tak seorangpun bersahabat dengan kedatangannya. Mira semakin tidak mengerti bagaimana dirinya mencari semua ini, bila tak ada satupun yang mau membuka mulut, Mira berdiri masih menatap rumah duka, dirinya melihat orang-orang itu yang menggendong mayat sebelum meletakkanya di ruang tengah, orang-orang mulai mengelilinginya.

Mira masih menatap si mayayt, dengan kain kafan putih dirinya berbaring di atas tikar, sesuatu tiba-tiba berbisik di telinga Mira, berbisik lirih sebelum terdengar jelas, sesuatu seperti, “Tangi” (Bangun)

Tiba-tiba, entah bagaimana semua ini terjadi, Mira dan semua orang yang ada di sana menyaksikannya secara langsung, mayit yang sudah di kafani tiba-tiba terbangun, dirinya duduk menatap Mira dari dalam rumah.

“Brangos!!” batin Mira, jantungnya seperti berhenti saat melihatnya.

Orang yang ada di dalam rumah seketika menutup pintu, sedangkan orang-orang yang ada di luar rumah berkerumun mencari tahu apa yang terjadi, dari semua pemandangan tersebut, Mira yg paling penasaran, fenomena apalagi yg ia lihat ini.

“ada apa ini pak?” tanya Mira,

“berangos mbak, mayit sing urip maneh mergo onok pakane Rinjani nang kene!!” (mayat yang hidup lagi karena mencium makanan Rinjani)

“Opo?”

Si bapak geleng kepala, malas menjelaskan, mereka masih berkerumun mencari tahu, Mira semakin merinding

“Wes suwe loh gak kedaden ngene lah kok isok” (sudah lama loh gak kejadian Cerita Misteri Padusan Pituh begini, kok bisa muncul lagi) kata seorang lelaki pada temannya, Mira hanya mendengarkan, sesekali dirinya ingin melihat, namun rumah duka tertutup rapat

Tak beberapa lama, seorang anak kecil laki-laki berjalan mendekat, dirinya mengenakan pakaian serba putih sebelum dirinya masuk, anak lelaki itu berhenti menoleh melihat Mira.

Mira tertegun menatap anak itu, karena saat dirinya mendekat semua orang menunduk kepadanya, anak itu melangkah masuk ke dalam rumah duka, Mira mendekati orang di sampingnya bertanya perihal siapa anak itu,

“Anda tidak tahu beliau siapa?”

Mira menggelengkan kepala, “Beliau adalah Kuncen mbak”

“Kuncen” ucap Mira,

“Kuncen di desa ini”

Pintu terbuka, seseorang melangkah mendekati Mira sebelum memintanya untuk ikut masuk, awalnya Mira ragu namun dirinya akhirnya mengikuti, yang pertama Mira lihat saat melangkah masuk ke dalam rumah itu adalah mayat di depannya berdiri dengan kapas yang masih di hidung, matanya menatap Mira.

anak lelaki tersebut tengah duduk, matanya mengawasi Mira, “wes suwe ket kapan kae, pakane Rinjani mampir nang deso iki” (Sudah lama sejak makanan Rinjani terakhir mampir ke desa ini)

Mira menatap anak lelaki itu, dirinya tahu dia sedang berbicara dengannya,

“Ngapunten, asmone kulo, Ara” (maaf sebelumnya, kenalkan nama saya, Ara)

“Saya Mira” ucap Mira sembari masih mengawasi mayat yang terus berdiri di sampingnya, tak sedikitpun Mira takut, justru dirinya begitu tertarik,

“Bagaimana bisa seperti ini?” tanya Mira,

Ara menunduk sebelum mengatakan kepadanya, “Itu karena kamu menginjak kaki di tanah ini, tanah milik Rinjani”

Mira terdiam, banyak pertanyaan di dalam kepalanya, namun tampaknya anak lelaki itu sedang tidak ingin bicara banyak, yang terjadi selanjutnya, si mayat di ikat,

Sebelum di masukkan paksa ke dalam keranda

“Melok aku Mir, tak duduhno opo sing mok goleki” (kut aku Mir, akan ku tunjukkan apa yang kamu cari)

Mira dan rombongan itu berjalan masuk ke dalam kebun, banyak sekali pohon-pohon besar tinggi di kanan kiri, setelah menempuh jalan yang cukup jauh, mereka berhenti di salah satu rumah tua, Mira mengenal rumah tersebut, itu adalah rumah yang ada di dalam foto,

orang-orang mengeluarkan mayat mengikatnya dengan tali tambang, Mira bingung melihat pemandangan tersebut, karena yang terjadi selanjutnya, tali si mayit di tarik di gantung di atas pohon, di sana Mira tercekat menyaksikannya, tepat di atas sana, Mira bisa melihat ada 7 mayit yang sudah gantung di dahan-dahan pohon tersebut

Mira tak bisa berkomentar, dirinya shock menyaksikan pemandangan gila tersebut,

Belum berhenti sampai di sana, Mira harus melonjak kaget saat satu persatu mayit-mayit yang di gantung tersebut mulai bergerak, menggeliat satu sama lain,

“Mereka hidup” batin Mira,

“Wes ngerti bahayane ilmu-mu”

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

10 18 17 14 70 78 74 40 48 47

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

23 21 26 29 63 61 69 93 91 96

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

37 31 32 38 27 21 28 87 81 82

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

SELASA DAN JUMAT LIBUR

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

36 39 35 38 56 59 58 86 89 85

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

24 21 27 29 74 71 79 91 94 97

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

83 87 81 86 13 17 16 63 67 61

SELENGKAPNYA

PASARAN KENYA

67 60 69 61 17 10 19 97 90 91

SELENGKAPNYA

PASARAN SLOVAKIA

96 94 98 97 46 48 47 86 84 87

SELENGKAPNYA

“Monggo” (silahkan)

Mira melangkah masuk di dalam sebuah ruangan besar, dari luar rumah ini memang begitu megah, terlalu megah untuk di miliki seseorang di desa ini, namun yang bisa Mira nilai dari rumah ini adalah bahwa rumah ini sudah di tinggalkan

Ada hal yang membuat Mira sadar dirinya tidak pernah di sambut di sini, tak seorangpun terlihat senang terutama saat tahu siapa dirinya, namun hanya anak lelaki ini yang tampak begitu tenang, sesekali dirinya tersenyum dengan wajah polosnya namun Mira tahu, ada seseorang di balik raganya ini.

“Wes suwe aku ngenteni kowe, sing ragil sing paling janjeni” (sudah lama saya nunggu kamu, yang paling muda, yang paling menjanjikan)

Ruangan tersebut sangat pengap, tak seorangpun di ijinkan masuk, orang-orang desa menunggu di luar rumah, anak lelaki bernama Ara itu terus berbicara,

“Ragil?” ulang Mira, “tapi saya anak pertama”

“Ora” kata Ara, “Awakmu ragil, aku wes tahu ketemu ambek kabeh pakane Rinjani, koen sing terakhir” (saya sudah pernah bertemu dengan makanannya Rinjani dan kamu adalah yang terakhir)

Mira tak mengerti, anak tersebut masih memandanginya,

Mira menurunkan tas punggungnya, mengeluarkan buku tua, dirinya membuka lembar perlembar sampai di gambar wanita dengan rambut panjang itu, Mira menunjukkan gambar tersebut pada anak lelaki itu dan wajahnya seketika berubah, dirinya memalingkan wajah, “Nduk” katanya seraya berpaling,

“Ojok pisan-pisan kowe wani nduduhno aku Rinjani!!” (Jangan sekali-sekali menunjukkan kepadaku Rinjani!!) ucap Ara,

“Apa itu Rinjani?”

Ara meminta Mira memasukkan kembali bukunya sembari dirinya menata duduknya, sebelum dirinya mulai mengatakannya,

“Rinjani adalah ingon milik Codro!!”

“Aku kenal karo bapakmu nduk” (saya mengenal siapa ayahmu) ucap Ara, “dia orang baik, sekaligus abdi kuncen yang bisa di percaya, dia jaga tempat itu karena memang tidak boleh sembarang orang yang mendekatinya”

“Kuncen Padusan pituh”

“Suatu hari ada dayoh datang ke tempat itu” Ara diam, dirinya mencoba mengingat kembali kejadian itu “dayoh itu adalah poro benggolo, mereka datang menyampaikan pesan bahwa tuan mereka akan datang kesini untuk mengambil sesuatu yang menjadi miliknya. kamu tahu apa itu?”

Mira menggelengkan kepala,

“Rinjani”

Mira tidak mengerti maksud dari Ara, namun Ara seperti bisa membaca pikiran Mira,

“Rinjani dulu manusia, terlalu kuat tapi justru karena kuatnya dia, Codro ingin menjadikannya ingon miliknya”

“Simbol warna dalam budaya jawa hanya ada dua, hitam dan juga putih” Ara menjelaskan, “Untuk menguasai putih seseorang harus benar-benar hitam terlebih dahulu, Rinjani benar-benar hitam, sudah ratusan orang melihat kengerian yang dirinya ciptakan”

“Setiap Rinjani datang ke desa-desa, anak-anak pasti menangis, selusin orang akan mati, Rinjani seperti penyakit, namun suatu hari entah apa yang terjadi dengannya, mungkin karena terlalu kuat atau apa, dirinya mengurung diri di sana, tempat akhirnya bapakmu mau jadi sebagai kuncennya”

“Rinjani ingin menjadi putih, dirinya sudah melalui jalan sehitam itu, namun sayangnya, Codro tak membiarkannya, dirinya ingin Rinjani tetap hitam, malam itu adalah malam yang paling gelap, ternak banyak yang mati, gagal panen di mana-mana, tapi Codro ingin Rinjani”

“Setiap hari, Codro kirim anak-anak ke tempatnya, Rinjani suka anak-anak, terutama anak perempuan, dirinya suka membelai rambut mereka, namun rasa suka itu perlahan menggerogoti isi kepalanya, Rinjani mulai berubah, dirinya mulai mencabut sehelai demi sehelai rambut anak-itu, sampai mati!!”

“Setiap hari, selalu ada anak perempuan yang masuk ke tempatnya dan tidak pernah keluar lagi, Kuncen yang semula menjaganya karena ingin Rinjani berubah, mulai ragu, mereka tidak mau lagi menuruti perintah Codro memberi Rinjani anak lagi”

“Saat itulah untuk pertama kalinya Rinjani menampakkan dirinya, dirinya keluar dari tempatnya bertapa, kulitnya tirus pucat, tangan dan kakinya kurus kering, namun rambutnya begitu panjang, dirinya menatap semua Kuncennya lalu bersumpah, anak pertama dari mereka akan menjadi makanannya”

“Maksudmu makhluk itu ingin saya?” tanya Mira, dirinya tidak begitu percaya dengan ucapan Ara, anak kecil yang di rasuki oleh sesuatu yang seperti ingin menggiringnya,

“Bukan itu yang saya ingin sampaikan” Ara menatap Mira, “Kau tahu, bapakmu benar-benar orang yang hebat!!”

“Paling hebat, karena dari 7 Kuncen yang memiliki anak, hanya bapakmu yang berhasil menangkal kutukan Rinjani untuk mendapatkanmu, setidaknya membiarkanmu hidup sampai sejauh ini. Karena itu, aku manggil kamu Ragil, paling muda di antara mereka”

“Tapi” Ara menatap Mira aneh, “setahun yang lalu, muncul dua orang perempuan yang datang ke desa ini, dia juga bisa menjadikan mayat hidup lagi sama sepertimu, namun aku tidak tahu siapa dirinya, pengetahuanku terbatas, dia hanya bertanya di mana Rinjani sekarang”

“Tapi salah satu dari mereka bukan sembarangan orang aku tahu” kata Ara,

Mira tiba-tiba membuka kembali lembaran-lembaran di bukunya, dirinya menatap Ara sebelum menulis sesuatu di atasnya, dirinya menunjukkan pada Ara saat itu juga,

“Sengarturih dan Bonorogo!!”

“Benar” kata Ara, “Salah satu dari mereka di ikuti oleh makhluk itu, bagaimana kamu bisa tahu?”

“Entahlah” kata Mira “Aku hanya menulis sesuatu yang kau ceritakan!! untuk apa mereka mencari Rinjani?”

“Aku tidak tahu, sepertinya akan terjadi sesuatu yang sangat buruk!!”

“Lantas, aku kesini dengan satu pertanyaan”

Ara mengamati Mira, dirinya tahu apa yang akan di katakan oleh Mira,

“Jangan nduk, bapakmu sudah susah payah ngelepasin kamu dari Rinjani, jangan kau tukar nyawamu dengan darah dagingnya Codro, Kuperingatkan kau!!”

“Aku juga harus mencari Rinjani!!” ucap Mira,

“Bangsat!!” teriak Ara, “kau tahu berapa lama aku nunggu kamu di sini untuk menyampaikan permintaan bapakmu langsung, kalian benar-benar sama, bodoh dan juga nekat!! Rinjani tak akan pernah bisa di ajak bicara, setidaknya itu yang terjadi dengan kepala keluarga Codro terakhir!! dia mati di tangan Rinjani!!”

“Codro mati?!” tanya Mira,

“Benar, sekarang keturunannya lah yang sekarang bersembunyi, dia menunggumu mematahkan sumpah bapakmu sendiri!!”

“Aku tetap harus ke tempat Rinjani, ada yang harus di benarkan” ucap Mira,

Mira menatap Ara, dirinya diam lama, sampai akhirnya anak lelaki itu menyerah, “bila memang kau memaksa dan aku harus melanggar sumpahku juga, akan aku lakukan”

Dua orang lelaki desa melangkah masuk ke ruangan

Satu dari mereka menarik rambut Mira, membuatnya menatap ke langit-langit, sementara yang lain memegang tangan Mira, menahannya, Ara berdiri di atas meja menatap wajah Mira, sebelum memasukkan tangan kecilnya ke dalam mulutnya.

“Ini akan sakit sekali, tahan!!”

Mira tercekat, tubunya mengejang saat anak lelaki itu menarik sesuatu di dalamnya,

“Ini adalah sumpah bapakmu Mir, sumpah yang tidak pernah dia buat dengan yang lain, namun untukmu dia harus mengorbankan nyawanya!!”

Mira menatap rambut di pintal di tarik terus mnerus dari mulut Mira panjang, sangat panjang sekali, Mira terus meronta, isi perutnya seperti di tarik, sementara Ara terus berujar, “ingat sekarang, ingat Mir”

Sekelebat bayangan neneknya muncul, Mira mengingatnya, mengingat saat neneknya merawatnya, piring berisi makanan yang Mira makan selama ini rupanya sepiring rambut panjang yang masuk ke dalam tubuhnya.

MJata Mira berair, rasa sakit itu menyeruak masuk ke dalam tubuhnya, sementara dari tenggorokannya rambut yang di pintal terus keluar, panjang, sangat panjang sekali

Setelah Ara berhasil mengeluarkan rambut panjang itu, Mira memuntahkan isi perutnya, “Sejak kapan!! sejak kapan!! mbahku melakukan itu”

Ara menatap Mira, di tangannya rambut itu tersulur panjang, “ini adalah rambut Rinjani, untuk mendapatkannya, bapakmu sampai harus mati!!”

Seseorang melangkah masuk, Ia berteriak, “Mayite wes mati, mayite wes mati!!” katanya, salah satu dari lelaki di ruangan menatap Ara, “yo mati to, wes dadi mayit!!” (ya iyalah sudah mati namanya juga mayit)

Saat itu, Mira menyadari Cerita Misteri Padusan Pituh, dirinya sudah kembali, namun dari jauh bisikan itu datang, bisikan yang selalu membuat Mira dulu senantiasa di tegur oleh neneknya, suara yang memanggil-manggil namanya. “sepertinya, dia memanggilku” Mira menatap Ara, sebelum menoleh, matanya menerawang jauh ke pemandangan di luar jendela, “Rinjani memanggilku”

Sumber: Threader