Cerita Misteri Hotel di Amerika

Cerita Misteri Hotel di Amerika - Beberapa tahun terakhir aku menjadi seorang volunteer di salah satu kegiatan sosial. Kebetulan, baru-baru ini aku diutus oleh mereka untuk terbang ke Amerika Serikat buat menghadiri sebuah konferensi.

Sampai di hotel, aku nggak punya firasat apa-apa, apalagi karena hotel tersebut berada di kawasan Disney Land. Saat aku sampai di hotel tersebut siang hari, kebetulan aku belum bisa masuk ke kamar karena mereka bilang kamarku sedang dibersihkan.

Sekitar 15 menit menunggu, aku pun akhirnya dipersilakan buat masuk ke kamarku. Meski nggak merasakan hal aneh, tapi saat aku masuk, keran di kamar mandiku masih menyala. Kupikir itu karena petugasnya lupa mematikan keran tersebut.

Malamnya, setelah aku pulang dari dinner di luar bersama pihak penyelenggara, aku pun memutuskan buat beristirahat di kamar. Sayangnya, istirahatku agak terganggu karena suara berisik dari kamar sebelah. Nah, kebetulan kamarku itu punya connecting door dengan kamar berisik tersebut. Aku sempat melihat cahaya dari bawah pintu dan kupikir mereka lagi merayakan sebuah pesta. Bahkan aku curiga anak-anak dari kamar sebelah tersebut sempat menjahili pintuku dengan memainkan handle pintu dan mengetok-ngetok connecting door tersebut.

Karena merasa terganggu dengan keributan mereka, aku pun memutuskan untuk mengetok connecting door dan memberitahu mereka kalau aku merasa agak terganggu dengan keributan tersebut karena membuatku jadi nggak bisa beristirahat. Untungnya, nggak lama setelah itu, aku pun bisa beristirahat.

Karena penasaran, esok paginya aku bertanya ke resepsionis tentang kamar sebelah itu. Waktu aku mendengar jawabannya, aku shock banget karena petugas resepsionis itu bilang dari kemarin siang kamar tersebut kosong dan nggak ada satu orang pun yang menginap di kamar tersebut.

Demikian Inilah Cerita dari Cerita Misteri Hotel di Amerika.

Cerita Misteri Suara Tangisan Tengah Malam

Cerita Misteri Suara Tangisan Tengah Malam - Perkenalkan nama saya devi maharani. Ini adalah kisah nyata yang saya pernah alami. Oke langsung saja keceritanya. Kejadian ini saya alami pada tahun 2011, saya waktu itu masih kelas 4SD. Waktu itu saya bangun saat lagi tengah malam, kalau tidak salah sekitar jam 01.30 malam, karena saya mau buang air kecil. Berhubung waktu itu toilet rumah saya dekat dengan kamar saya, jadi kalau saya kebelet langsung lari dikit sudah sampai.

Kembali kecerita, jadi saat lagi mau keluar dari kamar tidur, tiba-tiba saya mendengar suara tangisan. Pada saat mendengar suara itu saya sedikit merasa takut sebenarnya untuk pergi ketoilet sendirian tapi saya beranikan diri untuk pergi sendiri. Saya berdoa dalam hati “semoga enggak ada apa-apa”. Akhirnya sampailah saya didalam toilet. Maklum jalannya agak lambat karena keringat dingin.

Saat ditoilet enggak terjadi hal aneh, saat keluar dari toilet agak jauhan dikit, tiba-tiba suara tangisan itu muncul lagi. Saya mulai berpikir hal-hal yang aneh, apa mungkin itu hantu atau itu ah sudahlah kalau itu hantu biarlah mereka bersenang-senang (pikir saya).

Terus saya berjalan lagi kedalam kamar saya, suara tangisan itu terdengar semakin jelas ditelinga saya. Kemudian saya langsung ketempat tidur dan menutup telinga. Suara itu semakin jelas sekali dan akhirnya suara itu berhenti sendiri. Keesokan paginya saya menanyakan ke ibu saya, “bu apakah ibu mendengar suara orang menangis tadi malam?”.

Lalu dia menjawab “tidak, ibu tidak mendengar suaran tangisan tadi malam, memangnya ada apa nak?”. Saya menjawab “tidak apa-apa bu”, lalu tiba-tiba nenek saya bilang “sudah jangan dipikirkan mungkin dia mau berbagi kesedihan sama kamu”. Sampai sekarang aku masih teringat dengan kejadian itu.

Demikian inilah Cerita Misteri Suara Tangisan Tengah Malam

Cerita Misteri Cewek Menyeramkan di Atas Pohon

Cerita Misteri Cewek Menyeramkan di Atas Pohon - Waktu aku SMA, aku dan teman-teman sempat mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS di daerah Sukabumi. Seperti biasa, kalau kegiatan kayak gini pasti ada acara yang namanya Jurit Malam. Jadi, waktu itu aku dan beberapa temanku menempati beberapa pos yang udah disediakan. Nantinya, setiap peserta harus ‘mampir’ ke pos yang kami jaga. Setiap posnya diisi oleh dua orang. Kebetulan pos tempat aku jaga bersama satu orang temanku itu berdekatan dengan pohon yang besar banget. Dan sialnya, dari 9 pos yang disediakan, aku ditempatkan di pos 8.

Waktu itu kegiatan Jurit Malamnya diadakan sekitar pukul 12 malam. Jadi, teman-teman lainnya yang nggak berada di pos pun membangunkan para peserta LDK. Meski samar-samar aku sempet mendengar suara para peserta saat berada di pos-pos awal, tapi tetep aja aku harus menunggu sekitar 40 menitan sampai mereka datang ke posku.

Sambil nunggu para peserta LDK dateng, aku sama temenku ini ngobrol seru. Tapi obrolan kami terputus, waktu secara tiba-tiba dia nggak meneruskan ceritanya dan raut mukanya berubah. Waktu itu kebetulan emang posisinya dia menghadap ke arah pohon besar itu. Melihat reaksi dia yang seperti itu, aku udah tahu kalau ada sesuatu di belakangku. Tapi karena aku nggak mau ngeliat, jadi aku nggak menoleh ke belakang. Waktu itu si temenku ini juga langsung balik badan, dan duduk di sebelahku. Dia juga bilang ke aku kalau jangan menoleh.

Sebenernya aku juga penasaran apa yang terjadi. Tapi aku baru berani menanyakan temenku ini di besok paginya. Waktu itu dia juga cuma bilang kalau di pohon yang ada di belakangku itu, dia sempet melihat sosok cewek pakai baju putih, berambut panjang, dan senyum ke arah dia. Waktu aku denger ceritanya, aku langsung teriak-teriak histeris. Untungnya, waktu itu aku emang nggak menoleh. Tapi emang, waktu aku mendengar suara peserta dari kejauhan di malam itu, samar-samar aku juga sempet denger kayak suara cewek yang lagi tertawa kecil. Waktu itu aku pikir salah satu temenku yang berada di pos dekatku. Tapi waktu aku tanya temenku apa dia malam itu sempet cekikikan, dia nggak mengiyakan pertanyaanku. Cerita Misteri Cewek Menyeramkan di Atas Pohon

Cerita Misteri Kran Wastafel Menyala Sendiri

Cerita Misteri Kran Wastafel Menyala Sendiri - Hari ini, aku mengalami kejadian yang masih membuatku bingung. Saat adzan maghrib berkumandang, aku masih memainkan ponselku dikamar. (Jarak kamarku dan dapur sangat dekat. Cukup keluar dan belok kiri sudah sampai didapur). Ibuku mengambil air wudhu di kamar mandi rumahku yang bersebelahan dengan dapur, kemudian pergi ke masjid. Baru beberapa menit ibu pergi, kudengar air kran wastafel menyala.

Sekedar info, air wastafelku itu bentuknya seperti shower, jadi bisa kalian bayangkan bagaimana bunyinya saat dinyalakan seperti “*Srrr”. Ku putuskan untuk memastikan suara itu sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat dirumah. Saat aku hendak keluar kamar, ku dengar air kran mulai berbunyi “tes, tes, tes” seperti hampir habis.

Ku kira itu adalah anak tetangga sebelah yang selalu ikut shalat sekalian wudhu dirumahku bersama ibu, karena ku dengar juga langkah kaki didapur. Kalian tahu kan langkah kaki orang tidak memakai sandal dilantai keramik? Seperti itu suaranya. Saat aku masuk kedapur suara langkah kaki itu seperti terburu-buru (tapi tidak berlari) menuju kekamar mandi. Dan aku terkejut saat melihat didapur tidak ada siapa-siapa begitu juga dikamar mandi. Karena kulihat lampunya sudah mati. Dia sudah ikut bersama ibu. Kenapa aku begitu bodoh mengira dia masih ada disini?

Dengan cepat aku berlari menuju ruang tamu dan membuka gorden jendela untuk melihat tetanggaku yang masih diluar rumah. Aku akan merasa tenang jika seperti itu. Ku tenangkan diriku sambil bersandar disofa dan berpikir positif, “pasti airnya hampir habis kan? Mungkin ibu yang menyalakannya tapi aku tidak mendengar karena terlalu asik bermain ponsel”.

Saat ibu pulang, ku tanyakan padanya, “apa ibu menyalakan kran wastafel?”. Dan ibu menjawab “bukan, memang kenapa?” dengan jujur kuceritakan kejadian yang kualami dan ibu hanya menjawab “mungkin setannya mau memperingati kamu buat shalat apalagi ini malam jumat. Sana baca yasin!” Sekian.

Inilah Cerita Misteri Kran Wastafel Menyala Sendiri, Semoga Bermanfaat.

Ternyata Rumahku Di Jaga Buto Ijo

Rumahku Di Jaga Buto Ijo kalian pasti pernah dengar yang namanya buto ijo kan. Ya, buto ijo bisa digambarkan sebagai seorang sosok ibarat raksasa dengan tubuh berwarna hijau. Kehadirannya itu selalu disertai dengan sebuah aroma busuk yang amat menyengat, persis seperti aroma busuk lumpur pembuangan limbah sampah.

Buto ijo biasanya selalu saja dipuja untuk pesugihan. Tapi kali ini saya tak bakal membahas tentang pesugihan buto ijo, namun saya bakal menceritakan pengalaman saya tentang sosok buto ijo penjaga rumahku ini. Siapa yang tak mengira bahwa buto ijo positive dapat menjaga rumah.

saat di tahun 2010 rumah saya kerap sekali mengalami kejadian, yang pertama kejadiannya yakni adalah disaat teman saudara sepupu ku hendak untuk menginap dirumah saya pada kala itu dia kemudian tidur dan kemudian terbangun jam 5 pagi untuk mengecek uangnya yang dari 350.000 tiba-tiba uangnya tinggal 50.000 dan secara tak sengaja dompetnya diketemukan dikolong tempat tidur.

selanjutnya kejadian kedua kakak iparku hendak dicekik oleh sosok kuntilanak dan kejadian ketiga adalah saya setiap hari selalu dijegal saja sama sosok yang nggak suka sama saya. hingga kemudian teman buto ijo mengirimkan buto ijo buat menjaga rumahku dari gangguan makhluk gaib lainnya, itu kejadiannya tak disengaja lho ya. Rumahku Di Jaga Buto Ijo 

hingga sampai sekarang rumahku ini aman dari gangguan alam gaib yang bermaksud buat mengganggu keluargaku. Kapan-kapan aku bakal ceritakan tentang pengalamanku yang lebih lebih horor kala diriku ini dirasuki oleh sosok kuntilanak. Sekian dan terima kasih. Ternyata Rumahku Di Jaga Buto Ijo 

Dasar Genderuwo Usil

Dasar Genderuwo Usil  – Ini Ceritanya Aku besar di kabupaten kecil yang terkenal dengan makanan khas telor asin dan kekhasan bawang merahnya. Sebenarnya ini sih kisah yang saya alami sendiri sih, melainkan cerita dari temanku yang ngerasain sendiri sensasi gregetnya kala saat dikerjain sama sosok genderuwo disebuah pekarangan yang telah amat terkenal keangkerannya.

Jadi, daerah didesaku itu sudah biasa sama yang namanya hal-hal yang sudah berbau mistis atau juga gaib, dah jadi hal biasa yang dapat buat pendengar menjadi merinding. Suatu sore ini kita sedang asyik kumpul bareng ngotak-ngatik motor dibasecamp, yah sejatinya anak-anak didesaku ini basicly-nya yakni anak yang doyan kebut-kebutan dijalan doyan berantem juga doyan hal yang berbau aneh dimata masyarakat desa kami.

Jadi karna nanti malam minggu tepatnya nih ada ide cemerlang dari salah satu teman nih, katanya mumpung malam minggu kan gimana jika anak-anak kumpul dirumahku mumpung ini sepi katanya, sedikit gambaran rumahku nih, jika buat aku sih lumayan besar sis, cuma iya ada sedikit minusnya kanan kiri depan belakang tak punya tetangga, tetangganya ya cuma pekarangan kosong saja yang di sana ditanami beberapa jenis tanaman, didepan ada pohon gede yang usianya lebih dari usia ayahku tentunya.

Nah hari sudah menjelang sore gan, sudah waktunya waktu maghrib pada bubar tuh teman-temanku, jam yang berdetak sudah menunjukan jam 19.30 an, sebab sudah rencana pada awal adalah kumpul-kumpul, jadi ya mulai pada datang tuh anak-anak, mulai dari gan sis kejadian diluar nalar pun sudah mulai terjadi, bayangkan jika *ente nih datang kerumahku melewati sebuah gang sepi di tambah kanan kiri pekarangan yang gelap, jadi kalau anda lihat dari ujung keujung tuh sudah berasa kayak masuk dalam gua gelap minim cahaya.

Di sini temanku sudah merasa yang namanya merinding dari kejauhan dia lihat sedikit asap tipis jarak 5 meteran dari jarak depan motornya, dia perhatikan kok lama-lama tuh asap malah tambah pekat yah, selang beberapa menit tuh asap jadi bentuk kayak sosok orang bergaun putih, posisinya membelakangi temanku, kala sudah dekat nah temanku langsung ambil jurus seribu langkah tinggalkan tuh motor kesayangannya di jalan.

Nah dilain tempat, temanku nih ada yang bawa gebetannya, ya tahu sendirilah jika sudah sejoli sudah dimabuk asmara, bawaannya pinginnya cuma berdua mulu, alhasil ini temanku yang lagi bawa si gebetan pamit pingin berduaan saja nih, alhasil misahlah mereka pergi ketengah pekarangan di depan rumahku, bercanda-rialah mereka sampai saat lumayan lama mereka dilempar batu, nah temanku yang cowok ini tak kepikiran yang aneh-aneh jadi mungkin ada burung yang bikin sarang terus kebawa itu batu, bercanda lagi mereka dan sempat dilemparlah batu lagi ke mereka.

Nah di sini temanku ini ada teman lain yang lagi isengin dia, sesumbarlah dia gini katanya “*woy kampr*t, yen wani mene metu, lagi enak guyonan ka dibalangi watu bae!” (woy kampr*t, kalo berani keluar sini, lagi asik bercanda kok malah dilemparin batu!). Alhasil gak ada yang nongol alias keluar jadi pikirannya ya mungkin ini yang ngerjain dia sudah pada balik ngumpul bareng teman-teman yang lain.

Eh selang beberapa saat kemudian dia dilempar batu lagi untuk yang ketiga kalinya, ngamuklah temanku gan, dicarilah si pelaku pelempar batu tadi, sesudah keliling dari sana kesini balik lagi gak ketemu juga eh kala bercanda lagi, nah loh, *eng, ing, eng dibelakang mereka itu muncullah sosok tinggi besar berbulu, di tambah dengan muka yang nyeramin, mulut bertaring dan juga mata besar merah. Genderuwo Usil

Akhirnya si cewek itu pingsan dan temanku lari sekencang angin tinggalin si gebetan yang sudah terkapar tak berdaya sendirian. Baliklah dia kerumahku dengan nafas sudah kayak baru siap maraton keringat dingin yang mengucur deras membasahi pakaiannya, dan temanku bilang gini “asem, lagi pacaran enak-enak ka diweruhi genderuwo, raine medeni nemen maning, mbatiri aku yuh maring mono njukur taroke aku” sialan lagi pacaran asyik-asyik kok malah dilihatin Genderuwo Usil, mukanya nyeramin lagi, temani aku yuk kesitu yuk menjemput pacarku).

Nah sebab kami kasihan akhirnya ramai-ramailah kesitu buat menjemput pacarnya temanku yang dah nyenyak tiduran ditanah, sesudah kejadian malam itu temanku gak ada lagi yang berani main lagi kerumahku. Alhasil ya akan sepi terus lah rumahku, apa lagi yang semalam baru bawa gebetan mojok dipekarangan gak berani lagi bawa si gebetan mojok lagi ditempat sepi. Dasar Genderuwo Usil 

Sosok Nenek Mandi Darah Mens

Nenek Mandi Darah Mens – Tahun 2014. dah hampir tiga bulan, tamu istimewaku gak kunjung datang-datang. Ada apa gerangan? Apa yang salah denganku? dalam benak Aku selalu bertanya-tanya. Biasanya tamuku itu selalu datang sebulan sekali, namun ini sudah hampir mau tiga bulan, ia belum juga hadir. Aku sih takut juga, namun tak terlalu ambil pusing. sebab temanku ada juga yang begitu, malahan tamunya gak pernah datang sudah hampir 5 bulan, namun akhirnya datang juga dan ada juga nih kawanku, tamunya kerajinan datang sampai sebulan bisa 2 kali.

Aku pun selalu saja melingkarkan angka dengan tinta merah dikalender yang saat itu ada dikamarku. Seharusnya sudah jadwalnya, apa mungkin dia malu lagi yah, *hehe. Keesokan harinya, temanku Rianty datang menemuiku. Dia itu teman sekaligus juga tetangga. “Eh, tumben loe kerumah. Ada apa nih?” lalu Rianty menjawab sambil terlihat lesu “ah, aku pusing banget. Masa hampir satu bulan full ini aku dapat tamu mulu. Bayangin, Gin. Apa gak gawat 1 bulan loh” *hm aneh.

Aku sama sekali juga belum kedatangan tamu, sedangkan Rianty malah hampir satu bulan. lalu aku tanya lagi. “Sudah berapa lama loe kedatangan tamu. Misalnya baru bulan ini saja begini apa sudah sering yah ?” Rianty menghela nafas panjang “*huft, huft, baru dua bulan belakangan ini. Bulan semalam sama bulan ini. Terus-terusan, gak ada berhenti” waduh, bisa gawat tuh. “*Hm, loe dah lihat kalender belum, pertama kali datang tanggal berapa?” Rianty pun menjawab “sudah loh Gin. Tanggal 2” kok bisa begini yah kenapoa yah ? Aku merasa sedikit aneh aja . “Loe dah periksakan ke dokter?”.

Rianty juga menjawab lagi “ih, sudah lah Gin. Malahan nih, dokter itu kala cek keadaanku katanya aku itu baik-baik saja, terus dibilangnya gak apa-apa. namun apanya gak apa-apa, lalu aku dikasih kayak minuman jus dingin entah apa gitu sama dokternya, katanya agar gak lemas dan gak sakit, tapi apa! Sumpah deh Gin, aku lemas buanget malahan aku makin aja gak karuan rasanya. Terus nih, beberapa minggu ini aku kerap banget dimimpikan sama sesosok nenek yang sedang mandi darah, dia kayaknya senang banget mandi darah, aku saja yang ngelihatnya amat jijik. Aneh banget kalau aku rasa, namun aku gak mikirin sebab itu cuman mimpi”.

Mendengar itu aku pun langsung curiga dengan mimpinya Rianty. Apa ada hubungannya mens sama mandi darah nenek itu. lalu aku bersiap-siap buat membawa Rianty ke salah seorang ustad kenalan papa namanya ustad Rizqi. Sewaktu aku melihat wajahnya Rianty, wajahnya itu amat pucat dan seperti orang sudah tak bernyawa, badannya saja lemas banget seperti tidak ada tulang.

Sampai-sampai aku musti bopong dia buat masuk kedalam mobil. Sampailah dirumah ustad Rizqi, aku pun langsung menceritakan perihal yang terjadi, yakni tentang mens dan mimpi Rianty. “Sebelumnya, pernah gak adik ini makan atau minum yang aneh, entah itu yang dikasih orang secara gratis atau tah macam mana sebelum mens?” Rianty berusaha mengingat-ingat dan akhirnya Rianty itu ingat.

ada ustad, sebelum begini, saya ada didatangi sales girl yang suka mempromosikan minuman dingin, entah apa mereknya, saya juga sudah lupa. Ya saya minum saja sebab rasanya buat saya ketagihan akhirnya saya nambah sampai itu 5 kali dan dia ngasih saja, malah saya dikasih 3 botol lagi gratis. Besok harinya saya mens terus. Karena gak karuan sebulan kemarin, akhirnya saya periksakan ke dokter. lalu saya juga dikasih seorang dokter minuman dingin juga, katanya ini resep supaya saya gak lemas dan gak sakit, rasanya juga enak, gak kayak obat pada umumnya. namun setelah saya minum, besok besoknya malah jadi begini. Saya jadi lemas, gak enak badan, kadang bisa muntah dan selalu terus terusan mens gak berhenti, hampir 2 bulan, ustad”.

Kami yang mendengar itu pun curiga, saat ustad meminta botol bekas diminumnya untuk menyelidiki namun kata Rianty botol itu sudah sempat dibuang. Alhasil ustad bersiap-siap untuk melihat apa maksud dan juga tujuan mimpi Nenek Mandi Darah Mens , minuman dan mens itu. lalu dengan membaca beberapa doa-doa, shalawat dan dzikir, ustad Rizqi menerawang. “Astagfirullah. Ya Allah. Allahuakbar”. Ustad amat kaget dan terus menyebut nama Allah. Selesai di terawang, tiba-tiba saja Rianty pingsan.

Aku kaget melihat Rianty yang sudah tak berdaya dan aku tanya ustad, kenapa ada apa dengan teman saya ? “Minuman itu, minuman pelancar mens dan sosok nenek yang sedang mandi darah itu adalah darah mensnya adik ini. Dia rupanya melakukan itu di karnakan pesugihan ingin awet muda makanya dia mengambil darah mens anak perempuan yang masih gadis”. Ya Allah, mengerikan sekali rupanya. lalu ustad pun bertanya. “Dari tanggal berapa dia dah dikasih minuman?”.

“Tanggal 1 dia dikasih minum sama sales tersebut dan tanggal 2 dia sudah mens sampai sekarang tak berhenti-henti”. Ustad cuma bisa mengucapkan tasbih “Ya Allah. Sewaktu saya terawang, nenek tu menjalani pesugihan ditanggal 2. Ini memang ada hubungannya dengan minuman tersebut Aku mendengarnya langsung sontak merinding dan aku tanya “Maksudnya, ustad?” lalu ustad menjawab “sales dan dokter yang kala itu ngasih minuman tersebut adalah sosok nenek itu”. Sosok Nenek Mandi Darah Mens

Sosok Ibu Dari Nenekku

Sosok Ibu Dari Nenekku -  malam ini aku bakal bercerita mengenai masalah pertemananku dengan teman ku , namanya cindy dan mungkin akan curhat sedikit. Oke mari kita langsung Aku lihat di luar jendela hujan gerimis mulai turun. Aku menarik nafas panjang membayangkan apa yang sudah terjadi denganku dan juga cindy, ya cindy marah padaku, sebab aku tak mau menemuinya lagi.

Memang semua ini adalah salahku, mengapa aku tak mau lagi bertemu dengannya sebab ada sebuah alasan tertentu, tapi aku tak bisa memberitahunya. Aku dengar kakakku memanggilku, aku pun sontak menjawab panggilannya dan bergegas langsung keluar kamar. Aku lihat temanku imam tersenyum padaku, lelaki ini telah tiga kali mengutarakan perasaannya padaku, namun aku hanya menganggapnya sebagai seorang teman biasa.

Imam mengajakku untuk ke rumah sinta, dan aku pun cuma mengangguk. Di luar ku lihat hujan gerimis telah berhenti, cuma saja udaranya yang dingin dan suasannya yang mendung membuat bulu kudukku berdiri semua. Di perjalananku teringat akan sosok nenek tua ku, ya dia adalah Sosok Ibu Dari Nenekku . Aku memanggilnya dengan sebuah sebutan mami. Dia sudah lama meninggal saat ku sedang bersedih mami lah yang selalu berada di sampingku.

Aku ingin kala ini berada di samping mami. Tak lama kemudian mataku ini melihat sesosok nenek tua dibawah pohon jambu dekat dengan rumah imam. Ya itu sangat mirip mami, dan ku tahu itu adalah mami, aku cuma tersenyum padanya. Tak terasa air mataku pun membanjiri pipiku. Aku amat merindukanmu mamiku. Aku lihat dia tersenyum lembut padaku. Seolah-olah berkata supaya aku musti sabar dan tabah menerima semuanya.

Aku lihat dia perlahan-lahan pun menghilang, dan tak lama kemudian ku lihat darah segar pun menempel di hijabku. Entah darah siapa ini. namun aku tak menghiraukannya dan langsung melanjutkan perjalananku dengan imam. Mungkin memang aku tidak akan pernah lagi berteman dengan cindy. Sosok Ibu Dari Nenekku

Penampakan Sosok Berbaju Ungu

Penampakan Sosok Berbaju Ungu – Saat itu aku masih duduk di kelas SMA dan tinggal bersama dengan nenek di rumah peninggalan Belanda yang konon di bangun pada tahun 1920-an.

Rumah besar itu berukuran sekitar 900 m2 yang unik, perpaduan antara rumah Joglo dan juga arsitektur Eropa. Terdapat pohon mangga yang amat besar di tengah-tengah halaman. Lingkar batangnya adalah sekitar 2 kali pelukan orang dewasa. Itulah sekilas tentang rumah nenekku.

pada Suatu malam sekitar pukul 23.20 aku baru saja pulang dari rumah teman. Seperti biasa aku sempatkan menonton televisi sebentar sebelum aku beranjak tidur. Rumah nenek memang sepi, sebab cuma ada aku dan nenek yang menempatinya. Nenek baru saja di tinggal pergi oleh kakek yang meninggal sebab stroke. Semenjak kakek meninggal aku putuskan untuk menemani nenek. Apalagi aku amat suka dengan bangunan Belanda dan memang pingin tinggal disitu. Tak serasa aku pun tertidur di karpet kuning di depan televisi.

Di tengah tidur tiba-tiba saja aku terbangun sebab ingin buang air kecil. Sebagai gambaran, ciri khas rumah peninggalan Belanda yakni terbagi menjadi 3 yaitu rumah utama, area services (dapur) dan juga kamar mandi di tambah toilet yang terpisah sedikit jauh. Aku pun musti melewati 4 pintu untuk menuju kamar mandi. Pintu pertama, kedua dan juga ketiga aman.

Saat melewati dapur dan juga gudang, tepat sebelum belokan menuju lorong ke arah kamar mandi, tiba-tiba saja ada seperti cahaya lampu neon menyala. Biasanya memang lampu tersebut itu selalu di matikan untuk menghemat listrik. Mungkin nenek lupa mematikan. namun aku salah.

Saat berbelok, terlihat sesosok gadis sudah berdiri di depan pintu ke-4! Sinar yang semula aku kira seperti lampu neon itu ternyata adalah sinar (entah dari mana asalnya) yang menyala membelakangi sosok itu. Aku cuma bisa tertegun dan mencoba mengenali sosok yang saat itu muncul tiba-tiba ini. Sosok itu siluet sebab efek cahaya yang di belakangnya. Namun mataku masih dapat melihatnya walaupun sedikit samar-samar. Umurnya kira-kira 9 tahunan, dan juga berparas bule dan berbaju ungu panjang hingga mata kaki. Aku cuma berdiri mematung. Otakku serasa berhenti untuk berpikir.

“Ssst, diam. Aku ini dulu di racun di ruangan ini” tiba-tiba saja dia bergumam sambil menunjuk ke arah bagian gudang tepat di depan aku berdiri. Dia telah menyampaikan pesan kepadaku. Aku cemas berharap bakal mendengar cerita dia lagi. namun tidak ada. Ya cuma itu saja. Di saat aku melongo, tiba-tiba dia melambaikan tangannya seperti ada tanda berpisah sambil berjalan mundur.

Penampakan Sosok Berbaju Ungu Dia menjauh mundur dariku sampai hilang menembus dinding luar ke arah pohon mangga. Hilang beserta dengan cahaya. Tempat yang tadinya terang tiba-tiba langsung menjadi gelap. Kejadiannya itu terjadi cuma beberapa detik saja. Akhirnya aku tersadar dan utnuk memutuskan kembali lagi ke rumah dan tidak jadi buang air kecil di kamar mandi. Aku berjalan setengah berlari supaya cepat berlalu dari tempat itu. Aku juga sama sekali tak berani menoleh ke arah gudang seperti yang di maksud tadi.

Sesampai di depan televisi, aku langsung aja lanjut tidur sambil menutupi kepalaku dengan selimut. Beberapa waktu kemudian aku pun terbangun dan duduk. Ku lihat jam dinding tepat menunjukkan jam 02.00 dan memang masih kebelet buang air kecil. Aku mendadak kebingungan. Apakah benar yang tadi aku terbangun dan menuju kamar mandi atau kah cuma berhalusinasi? Ah, apapun itu aku tidak bakal pergi ke kamar mandi malam ini.

Dan malam itu akhirnya aku buang air kecil di dalam kaleng! Hal memalukan yang tidak pernah ku lakukan dan terpaksa ku lakukan malam itu. Aku juga kembali tidur, masih menutupi kepala dengan selimut. Pagi pun tiba. Sekitar jam 08.00 temanku datang ke rumah untuk mengajakku pergi keluar. Pagi itu aku bangun lebih kesiangan gara-gara tidur tak sempurna semalam. Sembari menungguku berbenah, dia bercerita bahwa semalam dia sempat bermimpi datang ke rumahku.

Dan yang membuka pintu rumah adalah seorang gadis berbaju ungu! *Deg, jantungku seolah berhenti berdetak dan aku juga berhenti menyisir rambut. Tapi aku diam saja dan cuma manggut-manggut mendengarkan dia bercerita. Biarlah misteri ini aku simpan sendiri. Mungkin suatu hari bakal ku tanyakan kepada nenek.  Penampakan Sosok Berbaju Ungu

Mbak Kunti Hadir Di Foto Kami

Kunti Hadir Di Foto – Usia 11 tahun, aku saat itu tinggal di kota Pekanbaru, Riau. Ini adalah sebuah pengalaman nyataku yang aku alami langsung dengan temanku yang bernama Salma. kami ini cukup bersahabat lama sekitar 3tahunan

Pada suatu hari di mana di saat aku sedang bermain dengan Salma dan juga sahabat-sahabatku, yang namanya Yulia, Santika, Jacinda. kala itu zaman dimana Kita semua main sepeda-sepedahan, loncat tali, kucing-kucingan, kucing buaya, kucing polisi, kucing kupu-kupu, kucing buta, Ups, yah begitu lah dimana itu adalah masa masa bermain yang sangat amat di nikmati

Singkat cerita kita semua saat itu sudah kelelahan bermain, kita pun duduk beristirahat sambil ngegosip di saung dekat dengan tempat kita bermain. Sambil istirahat, kita pun sempat foto-fotoan bareng-bareng (buat jadi kenangan lah, *hehe). Selesai foto-fotoan kita ini lihat-lihat dulu hasilnya, semua hasilnya bagus-bagus saja, namun pas lihat foto terakhir yakni foto kita semua (fotonya cuman dari bagian pundak sampai kepala *doang).

Kunti Hadir Di Foto Kita semua keheranan langsung perasaan bercampur agak takut sebab di foto itu ada gambar seorang wanita dengan memakai baju panjang serba putih, (mungkin itu salah satu hantu kuntilanak, namun mukanya di tutupin sama rambutnya, mungkin juga kunti malu sama wajahnya yang sangat menyeramkan, atau dia pingin foto-fotoan tapi malu-malu sama kita, *hehe gak kok) padahal disini yang ada cuman ada kita berlima. Lalu kita pun bergegas segera menghapus foto itu.

Esoknya, aku dan juga kawan-kawanku main lagi, dan kita lihat kembali foto-foto kemarin. Tiba-tiba kami semua ketakutan lagi melihat foto penampakan mba kunti kemarin muncul lagi. Kita pun tak cerita banyak langsung saja menghapus lagi foto itu.

1 hari kemudian, di mana aku main lagi bersama kawan-kawanku dan mengecek lagi apakah foto seram kemarin muncul lagi atau tidak? Ternyata foto kemarin gak ada lagi, kita pun langsung bersorak gila-gilaan teriak teriak girang alias gembira. Mbak Kunti Hadir Di Foto KamiÂ