Mbak Kunti Hadir Di Foto Kami

Kunti Hadir Di Foto – Usia 11 tahun, aku saat itu tinggal di kota Pekanbaru, Riau. Ini adalah sebuah pengalaman nyataku yang aku alami langsung dengan temanku yang bernama Salma. kami ini cukup bersahabat lama sekitar 3tahunan

Pada suatu hari di mana di saat aku sedang bermain dengan Salma dan juga sahabat-sahabatku, yang namanya Yulia, Santika, Jacinda. kala itu zaman dimana Kita semua main sepeda-sepedahan, loncat tali, kucing-kucingan, kucing buaya, kucing polisi, kucing kupu-kupu, kucing buta, Ups, yah begitu lah dimana itu adalah masa masa bermain yang sangat amat di nikmati

Singkat cerita kita semua saat itu sudah kelelahan bermain, kita pun duduk beristirahat sambil ngegosip di saung dekat dengan tempat kita bermain. Sambil istirahat, kita pun sempat foto-fotoan bareng-bareng (buat jadi kenangan lah, *hehe). Selesai foto-fotoan kita ini lihat-lihat dulu hasilnya, semua hasilnya bagus-bagus saja, namun pas lihat foto terakhir yakni foto kita semua (fotonya cuman dari bagian pundak sampai kepala *doang).

Kunti Hadir Di Foto Kita semua keheranan langsung perasaan bercampur agak takut sebab di foto itu ada gambar seorang wanita dengan memakai baju panjang serba putih, (mungkin itu salah satu hantu kuntilanak, namun mukanya di tutupin sama rambutnya, mungkin juga kunti malu sama wajahnya yang sangat menyeramkan, atau dia pingin foto-fotoan tapi malu-malu sama kita, *hehe gak kok) padahal disini yang ada cuman ada kita berlima. Lalu kita pun bergegas segera menghapus foto itu.

Esoknya, aku dan juga kawan-kawanku main lagi, dan kita lihat kembali foto-foto kemarin. Tiba-tiba kami semua ketakutan lagi melihat foto penampakan mba kunti kemarin muncul lagi. Kita pun tak cerita banyak langsung saja menghapus lagi foto itu.

1 hari kemudian, di mana aku main lagi bersama kawan-kawanku dan mengecek lagi apakah foto seram kemarin muncul lagi atau tidak? Ternyata foto kemarin gak ada lagi, kita pun langsung bersorak gila-gilaan teriak teriak girang alias gembira. Mbak Kunti Hadir Di Foto Kami 

Terjebak Dalam Makam

Terjebak Dalam Makam  – sekitar pada tahun 80-an saat masih menjadi seorang kernet truk, pak Sanali dengan sangant setia mendampingi pak Dullah sopirnya, pekerjaan menjadi kernet telah di jalani beberapa tahun lamanya, sore itu pak Dullah mendapat sebuah order mengangkut genteng ke Kota Sumobito, daerah Mojokerto.

Untuk menghindari kemacetan, berangkat dari Mojosari sekitar pada pukul 22.00 Wib, beserta juga tiga orang kuli angkut yang duduk atau rebahan di atas muatannya. Sepanjang perjalanan tak ada menemui kendala, tiba di sebuah perempatan Mojoagung satu jam kemudian, belok ke arah kanan, mengarah ke utara melewati sebuah jalan aspal yang sedikit sempit, di sisi kiri jalan berjajar pohon-pohon asam usia yang hampir ratusan tahun, jalan itu di apit oleh area persawahan dan kebun tebu, angin menerpa keras masuk ke dalam kabin.

Pak Sanali pun menoleh ke belakang melalui jendela belakang kabin yang tanpa kaca, pak Sanali pun melihat ketiga orang kulinya meringkuk di bawah kain terpal yang di gunakan untuk penutup truk, terpaan angin malam membuat matanya terasa amat berat dan hampir saja terlelap jika tidak di kejutkan oleh suara pak dullah. “lho kok disini ada jalan tol kata pak Dullah setengah berteriak. Pak Sanali pun langsung membelalakkan mata seakan tidak percaya, jalan aspal yang mulus dan lebar, lampu-lampu mercuri yang terang benderang berjajar di kiri kanan sepanjang sisi jalan itu.

“Hebat juga ya Mojoagung ini, kota kecil punya jalan tol yang sebagus ini” jawab pak sanali, teringat sebulan yang lalu lewat jalan ini cuma ada hamparan sawah dan juga kebun tebu, kapan mereka membangunnya? Kok cepat sekali! pak Sanali bertanya di dalam hati, merasakan sudah ada ketidak beresan, tapi perasaan curiga itu sirna di terpa oleh angin yang masuk ke kabin. “Terus saja pir, tancap gas terus !” pak Sanali memberi sebuah semangat.

Pak dullah pun menurut saja, kakinya pun semakin bertambah dalam menginjak pedal gas, baru beberapa menit saja melewati jalan tol itu, tiba-tiba ada jalan di depannya menjadi amat gelap gulita seketika, begitu juga dengan mesin truk dan lampu kabin mati langusng . Pak Dullah Panik, mengutak-atik saklar lampu yang ada di dalam kabin, kemudian menyuruh pak Sanali segera turun untuk memeriksa. di Dalam kegelapan beberapa kelelawar besar pun sempat menabraknya, kakinya terantuk sebuah tonggak kayu, kemudian menyalakan pemantik api buat memeriksa sekelilingnya, betapa amat sangat terkejutnya pak Sanali waktu itu, ternyata banyak sekali tonggak kayu di sekelilingnya dan baru juga di sadari, dia saat ini berdiri di atas makam. Terjebak Dalam Makam

Segera mungkin pak Sanali meloncat masuk kembali masuk ke kabin, “pir, makam pir. Truknya masuk kedalam makam pir!” sambil terengah-engah memberitahu pak Dullah. Begitu mendengar Pak Dullah tak meloncat keluar, kedua tangannya merangkul dan tengkurap di atas kemudi menyembunyikan kepalanya sambil juga berdoa keras-keras, dari jendela belakang kabin pak Sanali memberi tahu ketiga kulinya yang saat itu tengah terlelap tidur.

“Hey bangun, bangun, truknya masuk dalam makam” teriak pak Sanali, reaksi ketiga kulinya tak juga jauh berbeda dengan pak Dullah, mereka tak segera meloncat turun, ketiganya malah bersembunyi di balik kain terpal penutup truk, semuanya tak ada berani beranjak dari truk, sambil berdoa sebisanya, bertahan disana hingga menjelang subuh, banyak yang lewat jalan di depan makam itu, seperti ada pedagang-pedagang sayur mayur yang bakal ke pasar.

Setelah fajar tiba menjadi sebuah tontonan banyak orang, yang sangat mengherankan, tak ada satupun kayu penanda makam yang terlindas oleh roda truk itu dan pintu makam juga amat sempit di lalui truk itu, sekitar jam 10.00 Wib, truk baru bisa di keluarkan dari makam itu dengan bantuan warga yang saat itu melebarkan tembok pintu makam dan juga mencabut sementara beberapa puluh kayu penanda makam supaya tidak terlindas roda truk. Sekian dan terima kasih. Terjebak Dalam Makam 

Ibuku Di Hampiri Sosok Setengah Badan

Sosok Setengah Badan – Saat Hari itu hari senin, saat di mana pengalaman yang mengerikan ibukku ini terjadi. Ibuku bekerja di sebuah pabrik kain tekstil di kawasan kota Bandung timur, menjadi salah satu staf akuntan. Ibuku adalah seorang yang kutu buku, sehingga saat istirahat tiba ia akan selalu menyempatkan diri buat membaca buku, baik itu novel, majalah, atau pun buku yang lainnya. Hari itu, ibuku ada membawa sebuah novel, dan juga ia berniat membacanya kala jam istirahat nantinya, pada jam 12.00 siang.

*Tet. Bel istirahat pun berbunyi nyaring. Seluruh pegawai yang saat itu tengah bekerja pun seketika langsung berhenti sejenak dan pada susah bergegas pergi ke kantin, seperti halnya ibuku. Ibuku mempercepat makan siangnya dan bergegas untuk membaca buku. Ibuku memiliki spot tertentu yang amat ia senangi untuk membaca buku, seperti di bawah pohon, atau juga di kantor ibuku sendiri, dan bisa juga di gudang arsip. Ibuku menyukai tempat yang amat sepi dan sunyi buat membaca buku.

Sekitar jam 12.36 sesudah makan siang, ibuku telah berada di sebuah kursi di gudang arsip. Ibu pun mulai membuka halaman buku dan juga membacanya dengan bersandar di dinding tembok. kalau masuk ruangan ini, ibuku memang merasakan perbedaan temperatur yang amat besar. Di luar amat gerah dan panas namun kala memasuki ruangan itu tiba-tiba saja terasa sejuk. tapi ibuku tak terlalu untuk memperdulikannya.

kala sedang serius membaca, ibuku di kejutkan oleh beberapa suara gedebuk dari sudut sebelah kanan. Ibuku langsung saja beranjak bangkit dan ternyata sebuah arsip terjatuh berserakan dari rak. Ibuku merapikannya dan juga kembali membaca buku. kala bakal melanjutkan lagi membaca buku itulah, ibuku melihat kepulan asap berjarak sekitar ±4 meter di depan ibuku. Lalu ibuku seperti langsung terhipnotis, terus melihat ke bayangan tersebut meskipun bulu roma langsung berdiri semua.

Lama-lama, kepulan asap itu berubah langusng menjadi sesosok bayangan manusia tembus pandang, Sosok Setengah Badan hanya dari pinggang sampai kaki (setengah badan)! Sosok itu terus berjalan perlahan mendekati ibuku. Dalam hati, ibuku tahu bahwa itu adalah hantu dan ibuku berniat sekali lari dan berteriak, namun tubuh ibuku beku tak bisa bergerak. Ibuku lantas membaca doa-doa di dalam hati dan ajaib, sosok itu pun menghilang setelah sampai ±2 meter di depan ibuku.

Tubuh ibuku seketika baru bisa di gerakan dan langsung bergegas pergi dari sana. Ibuku lantas menceritakannya kepada salah seorang seniornya, yakni pak Hadi. Beliau bilang mungkin hantu itu merupakan salah satu pegawai yang tewas tergiling oleh mesin pemintal benang. Ibuku Di Hampiri Sosok Setengah Badan

Cerita Horor Ku di Kampung Nenekku

Ini cerita Horor Ku di kampung nenekku Langsung saja ke cerita mengenai hantu air ini ,Pada saat itu sekitar aku masih sedang duduk di bangku SMP tahun 2002 aku kala itu libur ke rumah nenek yang ada di pedesaan tepatnya itu di kota G, sedikit gambaran mengenai desa nenekku itu masuk jalanan persawahan yang amat panjang dan di desa nenekku amat sulit sekali yang namanya air.

Jadi di setiap rumah tentu membuat sebuah kolam penampungan air hujan yang kisaran berdiameter 25 meter yang terbuat dari galian tanah yang cukup dalam dan di atasnya di kasih papan triplek yang di topang bambu di setiap sudutnya, di kasih tangga dari bambu juga untuk mandi kedalamnya air, jadi itu setiap rumah tentu di belakang punya kolam itu buat mandi, cuci pakaian, dan lain-lain terkecuali buat minum.

Cerita Horor Ku di Kampung Nenekku Dan pengalaman ini aku pun dengar dari salah satu tetangga nenekku yang ku panggil bu dhe yani, pada waktu itu bu dhe yani mau mandi. Sebelum mandi dia juga bawa sedikit pakaian buat dicuci dengan posisi duduk di bagian atas triplek atas kolam dengan separuh kaki berada menggelantung di dalam air. Tiba-tiba saja dari dalam air keluar angin seperti kayak angin puting beliung kecil mengitari bu dhe yani.

Sontak saja bu dhe yani pun langsung tegang dan mengira-ngira benda apakah itu, sekejap kemudian angin itu langsung menyeret bu dhe yani ke dalam air dan juga menenggelamkannya, di dalam air bu dhe yani masih sadar dan dapat melihat sekeliling apa yang sudah di alaminya, dia menceritakan bahwa di dalam air itu amat hening dan seperti ada dinding-dinding tembok yang amat luas dan terang seperti lapangan luas kosong terang benderang.

Sadar nyawanya tak sedang aman dan bakal dibawa makhluk jadi-jadian, bu dhe yani melepaskan diri dari makhluk itu sekuat tenaga dengan sebuah hafalan doa-doa yang dia bisa. Beberapa saat kemudian secara perlahan pun makhluk itu melepaskan bu dhe yani dan bu dhe yani yang telah kehabisan oksigen langsung melambung ke atas permukaan air.

Dia langsung saja berenang ke arah tangga bambu yang berada di kolam itu dan juga berteriak sekencang-kencangnya sehingga semua tetangga berhamburan menghampiri dan menolongnya. Menurut cerita dari nenekku, hantu kalap itu sejenis hantu yang suka hidup di air yang dapat menghilangkan nyawa seseorang dengan cara menyeret manusia itu ke dalam air, dan biasanya juga dapat menyerupai wujud manusia yang di kenal sehingga dengan mudah dapat membawa korbannya. Cerita Horor Ku di Kampung Nenekku

Ceritaku Di Jenguk Arwah Adikku

Di Jenguk Arwah Adikku – saat ini aku mau cerita soal keluargaku. Jadi di dalam keluargaku yang dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata itu yakni adalah papahku dan adikku laki-laki. Aku dapat melihat nemun kebanyakan yang aku lihat itu yang bentuknya bagus-bagus meski kadang aku pernah lihat sesuatu yang juga menyeramkan tapi aku tak pernah di lihatin wajah seramnya.

Lalu yang kala ini aku ceritakan ini yang di alami sama adikku yang namanya zico Saat itu adikku berusia sekitar 2 atau 3 tahun. Di rumahku ini ada 2 kamar, 1 kamar di isi papa, mama dan ziko 1 kamar lagi di isi aku dan juga om aku (adik dari mama aku) yang kebetulan sekolah di daerah Jawa Timur ikut keluargaku. Sekitar jam 2 malam tiba-tiba zico bangun dan membangunkan mamaku sambil menangis merengek minta main sepeda.

Mamaku heran namun sebabmelihat adikku nangis dan berpikir sebab adikku mungkin lagi senang-senangnya main sepeda yang baru di belikan akhirnya pun mamaku mengiyakan. Mama mengambil sepeda di tempat gudang belakang dan membiarkan adikku bermain di dalam ruang tamu. Tapi masalahnya adikku yang kala itu belum bisa mengayuh sepeda di buat terkejut dengan mamaku yang langsung melihat dia naik sepeda dan kakinya itu berada di sadel sepeda tapi tak mengayuh cuma anehnya sepeda itu bisa jalan sendiri.

Sambil tertawa adikku menengok ke belakang dan juga berbicara dengan seseorang yang tak kasat mata seperti sedang berkomunikasi dengan anak-anak seusianya. Jadi seperti ada anak seusianya yang sedang mendorong sepeda adikku dari belakang namun mamaku gak dapat lihat. Mamaku shock ketakutan lalu adikku pun berhenti main sepeda dan dia berbicara sama temannya itu dan tiba-tiba saja adikku gantian yang mendorong sepeda itu dari belakang seolah-olah di sepeda itu ada yang duduk di sepedanya.

Mamaku langsung saja histeris lalu menjerit memanggil papahku. Aku saat itu yang masih SD saat itu terbangun begitu juga dengan om ku. Lalu melihat yang sedang terjadi di dalam ruang tamu. Aku dan om ku cuma bisa diam ketakutan sebab adikku bicara dan tertawa sendirian. Papaku duduk di ruang tamu sambil merokok lalu pun berkata “sudah ya dik, kasian dengan mas zico mau tidur. Adik juga pulang ya jangan di ganggu lagi ya mas zico nya”.

sesudah itu papahku bilang begitu adikku langsung berhenti bermain dan langsung saja masuk ke kamar melanjutkan tidur seolah-olah tak terjadi apa-apa. Kami pun bengong. Lalu papa menjelaskan jika yang bermain dengan adikku itu yakni adik kandung aku juga. Jadi mamaku sempat keguguran sebab janinnya tidak berkembang dan itu adalah adik yang ke-2 aku, adik setelah zico Di Jenguk Arwah Adikku

sebab msih berbentuk gumpalan darah papaku pun menguburkan di pelataran belakang rumahku. jika kata papahku sih cuma mau menjenguk kakaknya saja dan mengajak bermain. Keesokan harinya kala adikku bangun mamaku bertanya perihal kejadian semalam, dengan sangat polos adikku menjawab “gak kok mah, zico kan bobo tadi malam zico gak main sepeda kok”. Adikku pun sama sekali tak ingat kejadian semalam bahkan juga sampai sekarang. Ceritaku Di Jenguk Arwah Adikku

Cerita Misteri Sosok Depan Gerbang Rumahku

Cerita Misteri Sosok Depan Gerbang Rumahku – Namaku Weka (nama samaran), aku tinggal di kota Denpasar, Bali. Dan Kali ini aku akan berbagi cerita seram yg pernah saya alami, Langsung saja. Kejadian ini terjadi saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, suatu hari, saya yg tinggal dengan ayah dan ibuku bangun dini hari, kira-kira jam 03.30 maklum karena ibuku bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan yg harus berangkat ke lokasi kerja jam 04.00 dini hari.

Saya dan ayahku pun harus ikut bangun pagi juga, saya yg masih kecil sangat senang mendengar suara burung-burung yg sangat banyak di sekitar rumahku, karena memang lokasi tempat tinggalku saat itu masih sangat asri, (tak seperti saat ini banyak rumah dan toko), disaat kami sedang berbincang di teras, saya menggeser posisi dudukku sehingga berhadapan dengan gerbang rumahku.

Tanpa aku sangka ada hal aneh yg saya lihat, sesosok makhluk besar kira-kira setinggi 2 meter, dengan badan yang hitam, mata merah bersinar dan rambut terurai berantakan. Sontak saya yang masih SD langsung bertanya pada ayahku yg  sedang berbincang dengan ibuku, “Pak, Ape to di bingas” (Pak, ada apa itu di depan pintu gerbang), namun saat ayahku menoleh ke gerbang, makhluk itu sudah lenyap.

Di sinilah awal dari semuanya, bayang-bayang makhluk tersebut tak pernah pergi dari pikiranku sampai sekarang ini pun aku masih ingat dengan cukup jelas bagaimana rupanya. Sepanjang hidupku mulai hari itu aku sering sekali bermimpi di uber makhluk tersebut yg berusaha menangkapku, namun tidak pernah sekali pun berhasil, dalam mimpi tersebut makhluk itu selalu gagal menemukanku saat aku bersembunyi di “Merajan” (pura yang ada di setiap pekarangan rumah di bali).

Saat aku mulai menjelang remaja aku mulai berusaha mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi pada diriku ini. Ada beberapa informasi yg aku peroleh baik dari orang tua maupun tetua di sekitar tempat tinggalku, yg pertama adalah bahwa gang rumahku adalah “Pemargi” (jalan dalam dimensi lain yg memang sering di lewati makhluk gaib). ke 2, setelah bertanya kepada “Balian” (orang pintar versi di bali) saya di katakan “Melik” atau orang sekarang biasa menyebutnya seorang Indigo.

Saya memang mampu merasakan kehadiran “mereka” meski pun jarang dapat melihat rupanya, yg paling mencekam adalah saat saya yg sudah remaja suka keluar malam bersama sahabat-sahabatku utk bermain billiard. Saat itu kami sedang bertiga pulang sekitar jam 03.00 dini hari, saya yang berboncengan dengan sahabatku memacu motor. Sedangkan sahabatku yang satunya lagi mengendarai motor sendiri dengan perlahan.

Tujuan kami selanjutnya adalah pasar malam yg masih buka untuk mencari makan karena perut kami merasa sangat lapar, saya yg sudah jauh di depan memutuskan berhenti sejenak karena temanku sudah tak kelihatan di belakang, dan saat aku berhenti (tak ada orang satu pun disana) aku dan sahabatku yang satu motor bersamaku mendengar suara tawa yang sangat keras dan menggema.

tak ada satu pun orang disana, bulu kuduk saya merinding luar biasa, dan memustuskan untuk segera pergi. Sahabatku yg ada di belakang melihat kami memacu kendaraan, dan ikut mengejar kami, ia bertanya kenapa kami mengendarai motor dengan cepat sekali, saya jelaskan apa yang terjadi, namun ia bilang “jangan menunjukan rasa takut, nanti mereka senang gangguin kamu loh” dan betul saja.

Setelah selesai makan aku ke toilet utk buang air kecil disana, telingaku seperti di bisikan tawa kecil seperti tawa hantu kuntilanak “*hihihi” 3 kali suara tersebut terdengar jelas tapi aku beranikan diri (ingat nasehat sahabatku tadi). Kami pun akhirnya memutuskan utk pulang, meski aku merasa deg-degan karena harus berjalan di gang rumahku itu. Sekian ceritaku kali ini, sebenarnya ada lagi hal-hal gaib yg saya alami, namun akan ku ceritakan dalam ceritaku yang selanjutnya.

Cerita Misteri Mimpi Yang Membawa malapetaka

Cerita Misteri Mimpi Yang Membawa malapetaka – Hello, Kali ini dwi akan menulis cerita di era pemimpin negara 2004/2005. Waktu itu dwi masih duduk di SMP entah kelas berapa. Karena televisi di rumah dwi rusak dan belum ada gantinya, jadi dwi sering nonton TV ke tempat tetangga. Beberapa hari dwi sibuk entah sibuk ngapain, jadi tak pernah nonton TV.

Dan pagi hari itu, dwi lupa hari apa. Para ibu-ibu di daerah rumahku yg ada di Lampung Tengah (entah lampung lain) sedang geger dan sibuk diri sendiri sambil berwajah khawatir. Karena saya tak tahu alasan dan penyebabnya pun ikutan kumpul ke ibu-ibu sambil bertanya “ada apaan sih,kok pada geger nyari toge besar (toge dari kedelai)” ucapku keheranan.

Kemudian ibuku menjawab “barusan ada berita di TV, kalau bapak negara bermimpi bahwa ada kain putih yakni kain mori (kafan) yg sangat panjang terbang dan jatuh di daerah Lampung” papar ibuku. “Dan bapak negara mengimbau ibu-ibu beserta keluarganya utk makan sedikit di belakang pintu ruang tamu saat menjelang maghrib dengan sayur kates (sayur pepaya) di campur toge tidak pakai bumbu-bumbu, namun hanya di perbolehkan pakai garam dan merica” tambah ibu-ibu tetangga lain menjawabnya.

Dan berusaha mencari syarat yg akan di masak, terutama toge yg di pasar sudah terjual habis akibat berita tersebut. Saya pun terkejut mendengarnya, tapi entahlah itu urusan para ibu-ibu yg mau memasak, dwi kan mau segera berangkat ke sekolah. Singkat cerita, sore hari dwi amat kelaparan, karena biasanya saya sudah makan kalau ibu sdh selesai memasak. Tapi karena dari siang disuruh puasa bentar hingga menjelang maghrib, akhirnya saya menurut saja deh.

Pas adzan maghrib berkumandang, dwi, ibu dan adik saya berbuka alias makan bersama di belakang pintu depan yg di tutup. Bapak dan kakak tak ikut, karena kakak sedang tidak ada di rumah dan bapakku pergi ke masjid. Jadi cuma saya bertiga saja, di sela-sela makan dengan makanan yang beralas daun (entah daun pisang atau daun jati, saya lupa). Dwi berkata nyeletuk “kok rasanya aneh gini ya bu?”.

Ibu langsung menjawabku “*hust, sudah di makan saja, gak usah bnayak komentar apa-apa, rasanya enak gini kok” ucap ibu. Setelah habis tanpa boleh di sisakan, dwi pun bertanya lagi.

“Memang kenapa sih bu dengan mimpinya dan harus melakukan hal seperti ini?” tanyaku.

“Kalau mimpi kain kafan itu tandanya bahaya, dan sebagai penangkal dari mimpi tersebut pak presiden menyuruh membuat makanan ini” jawab ibu. Saya langsung mengangguk tanda bahwa saya sudah mengerti.

“Ini mah masih mendingan rasanya enak, dulu ibu sering makan sayur hanya dengan bumbu garam saja” kata ibuku menegurku. Aku pun terdiam dan berfikir apa maksud mimpi bapak negara tersebut? Sekian cerita dari daerah Lampung, terima kasih sudah membaca. Ini cerita fakta terjadi di era jabatan beliau, saya undur diri dan mohon maaf jika ada salah kata.

Cerita Misteri Kuburan Angker Seklatak

Cerita Misteri Kuburan Angker Seklatak – hello guys, ini lah cerita pamanku yang mengalami ini. Ok langsung ke topik cerita. Malam itu aku nonton TV dengan bapakku, saat itulah pamanku berkunjung dan memberitahu bahwa sapi milik mbahku terserang penyakit. Setelah mendengar kabar itu aku dan bapakku pergi ke rumah pamanku (mbah dan pamanku tinggal seatap rumah).

Sampai lah di kandang sapi, bapak memberitahu kalau sapi tersebut harus di suntik agar cepat pulih, pamanku lantas bergegas mengambil motor dan segera pergi menjemput dokter hewan. Awalnya ia lewat jalan yg dekat yakni lewat pertigaan pertama (karena kalau pertigaan kedua harus melalui kuburan yang sangat angker. Kalian bisa search kuburan itu di google, namanya kuburan seklatak).

Sesampainya di rumah dokter hewan, pamanku di beritahu kalau dokter tersebut masih menangani sapi warga sekitarnya, setelah itu baru bisa ke rumah pamanku. Pamanku lantas berjalan pulang dengan naik sepada motor fiz-r, sesampainya pertengahan jalan di pertigaan yang ke 2, “sebenarnya aku tak ingin belok, tapi rasanya tanganku seolah ada yang gerakan supaya aku lewat jalan tersebut”.

Jadinya pamanku melalui jalan tersebut dan sesampainya di depan kuburan seklatak tadi tiba-tiba langsung bulu kuduknya merinding dan saat itu juga muncul langsung kuntilanak di sertai wangi harum tepat berada  di depan motornya. Pamanku sontak kaget dan terjatuh di pinggir selokan ,pamanku langsung bangkit, kuntilanak tersebut mulai mendekat, pamanku membangunkan motornya dan langsung putar balik untuk melalui pertigaan 1 saja.

Sesampainya di rumah pamanku menceritakan hal tersebut dan seisi rumah terkejut dan bilang kalau jalan kuburan seklatak itu angker banget sejak dulu. Sekian cerita dariku.

Cerita Misteri Penghuni Gubuk Tua

Cerita Misteri Penghuni Gubuk Tua - Hay inilah ceritaku yang aku alami dengan temanku kemarin malam, langsung saja ke cerita. Kemarin malam adalah hari ke tujuh meninggalnya nenek saya (tepatnya kakak dari nenek saya), jadi hari itu diadakan selamatan utk mengenang tujuh hari meninggalnya nenek saya, yg akan diadakan ba’da isya. Waktu menunjukkan pukul 07.30 malam saya sekeluarga sudah mempersiapkan semuanya, singkat cerita selamatan sudah usai kira kira pukul 10:30 malam.

Aku di suruh untuk mengantar makanan utk keluarga yg tak ada wakil utk mengikuti selamatan (artinya dalam keluarganya cuma perempuan semua/tinggal sendiri), aku harus mengantar makanan ke enam rumah yg ada di kampungku, aku mengajak Haqi temanku utk menemaniku. Kami sudah mengantar makanan ke tiga rumah, ketika di rumah ke empat, kami mengetuk pintu dan beri salam “assalamualaikum” ternyata tak ada jawaban, ternyata ketika kami intip dari sebuah jendela, si pemilik rumah sedang shalat, jadi sambil menunggunya aku dan haqi cerita-cerita sebentar.

A: aku
H: haqi

H: dim yg  belum di antar makanan rumahnya siapa lagi?
A: ya tinggal dua rumah sih, rumahnya mbah c (nama samaran),dan rumahnya mbah s (nama samaran juga).
H: apa katamu, kita ke rumah mbah s, kamu tak takut apa lewat jalan yg susah dan lewat gubuk tua tersebut, apalagi di pinggir jalan sekitar gubuk tersebut kan cuma kebun-kebun.
A: sudah tak usah takut (sebenarnya aku juga takut *haha).
H: apa kata kamu dah.

Si pemilik rumah yg sudah kita ketuk tadi keluar dan kami serahkan makanan yang kami antar. selanjut itu kita langsung lanjut ke rumah mbah C. Sesudah itu ketika masih berada di depan rumah mbah C perasaanku langsung menjadi tak enak, aku hanya terdiam dan terus melanjutkan jalan. Ketika jalan aspal sudah mulai tak kelihatan aku mulai berjalan pelan karena jalan yg berbatu dan becek, perasaanku semakin nggak karuan, haqi terus menunduk hingga sampailah kita berdua tepat di depan gubuk tua tersebut, tiba tiba “*srek, srek” suara yg terdengar dari kebun tebu di belakang gubuk tua itu.

Lalu aku langsung menengok ke arah sumber suara itu, ternyata terlihat sebuah sosok yang besar sedang lari mengikuti kami berdua, temanku menyuruhku berjalan lebih kencang, tapi apa boleh buat karena jalan yg tidak mendukung kami, aku tidak meningkatkan kecepatan, sosok tersebut terus mengikuti kita, tapi setelah sampai di rumah mbah S yg kita tuju cuma berjarak sekitar 10 meter sosok yang mengikuti kita tadi menghilang.

Haqi turun dan mengetuk pintu dan sedangkan aku ingin putar balik, tapi secara tiba-tiba muncul lah sosok yang tadi berlari mengikuti aku dan haqi tadi tepat di depan mukaku, sontak aku terkejut dan berlari secepat-cepatnya menyusul haqi yg sedang mengetuk pintu, setelah makanannya kita serahkan, mbah S berpesan “hati-hati di perjalanan nggak usah ngebut kalau melihat ‘mereka’, dan ingat! Nggak usah tengok kanan kiri supaya mereka tak ngikutin kalian” aku hanya bisa mengangguk.

Setelah itu kami pulang dan sesampainya di rumah aku langsung bergegas tidur, sekian cerita dari saya, maaf kalau ceritanya gak begitu seram, tapi kalau yg mengalami kalian langusng, pasti kalian akan rasakan apa yang sedang ku rasakan saat itu juga.

Cerita Misteri Suara Siapa itu? “Jangan Disebut, Bila Tak Mau Diikuti”

Cerita Misteri Suara Siapa itu? “Jangan Disebut, Bila Tak Mau Diikuti” – Halo, aku M.Rizki biasa di panggil Rizki ini adalah ceritaku yang merupakan kisah nyata. Dari kesurupan saat bermain petak umpet, kejadian tersebut aku alami ketika pas aku umur sekitar 5 atau 6 tahun. Saat itu aku masih kelas 2, aku pulang sekolah ganti baju dan langusng main  keluar (gak usah makan). Nah aku pun lari ke taman siapa saja, ada teman-teman aku dan ternyata pas aku check ada.

Lalu aku pun ikut bergabung bermain dengan mereka, dan sekarang di tambah dengan salah satu temanku yakni bernama fitri, tapi sekarang ia sudah pindah entah kemana perginya aku lupa. Saat itu aku ikut bergabung bermain dengan mereka, dan aku kena jaga di taman, tapi karena ada perbaikan di lokasi taman, kami memutuskan untuk mencari tempat lain untuk bermain.

Singkat cerita kami pun akhirnya menemukan tempat yang sangat cocok untuk bermain, lalu kami lanjutkan kembali bermain kena jaganya. Singkat cerita kami merasa letih lalu karena aku bawa duit senilai 15 ribu, aku pun menjajani mereka minuman. Setelah selesai minum kami terus melanjutkan lagi permainan kami, namun sekarang kami bermain balap lari, aku yg jadi wasit, mereka pun berlari sesuai jalanan yg sudah di tentukan bersama, mereka berlari keliling dari tempat bermain hingga tempat bermain lagi.

Melalui jalan raya (tidak cukup besar namun ini hanya bisa dilewati dengan motor saja), melalui rumah-rumah dan taman dan kembali lagi, aku telah menentukan siapa yg menjadi juara pertama yaitu jali, kedua dan ketiga aku tidak ingat, nah selesai lomba lari semuanya pada letih tuh, nah disini cerita mulai seramnya teman-teman. Pas lagi pada keletihan aku pun mengajak temanku beristirahat duduk di depan gerbang rumah orang, kebetulan orangnya sedang pergi.

Kemudian aku mendengar suara orang sedang menyapu tapi aku abaikan saja, tapi lama-lama suara orang menyapu tersebut semakin berisik sehingga aku penasaran mencoba check dulu dan pas aku lihat tak ada siapa pun. Lalu aku mulai kepikiran yang tidak-tidak, tapi anehnya lagi teman-teman, temanku itu kayaknya tidak menyadari kalau ada yang sedang menyapu, lalu aku bertanya kepada teman-temanku.

Aku: hey, kalian dengar ada orang yang menyapu ga? (lalu diantara temanku yaitu toat menjawab).
Toat: dengar sih tapi siapa sih yg nyapu berisik banget?

Nah mulai teman-temanku pun juga pada kepikiran begitu, mereka pun bertanya kembali ke aku tapi aku jawab tidak ada yg menyapu loh! Sontak teman-temanku pun langsung kaget dan salah satu temanku yakni Jali (si anak indigo) melihatnya, dan tiba-tiba ia pengen pulang karena takut nanti ada kejadian yg tidak ingin di rasakan oleh dia. Sontak teman-temanku termasuk aku pun bertanya kepada dia.

Temanku: memang siapa yg nyapu jal?

Jali: kalau aku beritahu nanti dia langsung nengok dan nyamperin, kita pergi saja dulu yuk nanti aku ceritakan.

kemudian kami pun segera pergi dari situ, dan bertanya tapi salah satu diantara temanku sepertinya sudah tahu siapa itu, namanya ayu.

Ayu: mungkin dia ya jal?
Jali: iya (yang dimaksud jali adalah kuntilanak).
Temanku: hah yang betul?
Jali: iya.

Teman-temanku sontak langsung kaget dan segera pulang ke rumah masing-masing. Maaf kalau tidak begitu seram ceritanya, itu lah kisah nyata yang telah ku alami.