Cerita Misteri Rumah Hantu Darmo

Cerita Misteri Rumah Hantu Darmo – Rumah hantu darmo sebuah nama yang sekarang menjadi legenda di kota Surabaya. Rumah tak berpenghuni sejak tahun 1988 itu terletak di Jalan Puncak Permai II nomor 26, Sukomanunggal, Surabaya.

Bukan tanpa alasan, nama itu disematkan pada bangunan tua tak berpenghuni yang kini arsitekturnya tak jelas lagi. Sebab, banyak cerita ganjil dan rumor penampakan makhluk gaib di rumah tersebut.

mengunjungi rumah itu, Senin 16 Februari 2015. Tampak dari luar, Rumah Hantu Darmo sudah terlihat menyeramkan. Bangunan yang menggabungkan empat kavling tanah itu kini sudah tak terawat.

Atap rumah sudah hancur. Hanya menyisakan pilar-pilar yang tak utuh dan tembok kusam penuh lumut dan coretan cat semprot warna-warni. Semak belukar tumbuh tak hanya di bagian halaman rumah, tapi juga bagian dalam rumah yang berada di lantai 1, lantai 2, maupun lantai bawah.

Sutrisno (51), satpam perumahan Puncak Permai menceritakan, rumah itu dulunya dihuni keluarga William. Tetapi, pada suatu ketika, satu keluarga tersebut tewas semua tersapu ombak saat liburan di pulau Bali.

“Saat di pinggir pantai, pesan makan. Makanan belum dikirim, terus gelombang datang, 7 orang meninggal, bersama pembantunya juga,” ujar Sutrisno yang menjadi satpam sejak 1976 di perumahan Puncak Permai.

Sutrisno sebenarnya tidak setuju jika rumah kosong itu disebut rumah hantu. Namun dia juga tidak memungkiri bila sebenarnya rumah itu angker. Banyak kejadian aneh menimpa orang yang melintas di depan rumah itu.

“Sopir angkutan juga pernah merasa seperti dipanggil, saat melintas di rumah kosong itu pada malam hari,” katanya.

Inilah kisah nyata dari Cerita Misteri Rumah Hantu Darmo

 

Cerita Misteri Boneka Sigale-gale

Cerita Misteri Boneka Sigale-gale - Boneka Sigale-gale, begitulah sebutannya. Sebuah boneka yang selalu tampil rapi dan khas dengan balutan busana adat Batak lengkap dengan kain Ulos dan memiliki ukuran hampir sebesar manusia, adalah pemandangan yang wajar ditemukan di depan rumah tradisional warga Pulau Samosir, Sumatera Utara. Meskipun sudah tidak banyak warga Samosir yang menyimpan Sigale-gale, namun masih ada sekitar 4 rumah yang masih ‘memelihara’ Sigale-gale dalam kondisi yang bagus dan masih bisa dibuat menari.

Boneka Sigale-gale memiliki beberapa versi cerita yang melatarbelakangi sejarah kemunculan Sigale-gale. Versi yang pertama dan yang paling dipercaya adalah kisah anak dari seorang raja setempat yang meninggal disaat perang namun tidak mendapat keikhlasan dari orangtuanya. Akhirnya dibuatlah sebuah boneka kayu yang merupakan perwujudan anak sang raja sekaligus diberi nama yang sama, yaitu Manggale. Boneka tersebut menemani sang raja hingga akhir masa hidupnya, dan pada saat kematiannya, boneka itu menari disamping jenazah sang raja.

Versi cerita yang lain adalah, konon ada sepasang suami istri yang tidak dikaruniai keturunan. Sang suami yang merupakan dukun bernama Datu Partoar kemudian pergi ke hutan dan menemukan sebuah boneka mirip anak perempuan dan Datu mengubahnya menjadi seorang anak manusia yang diberi nama Nai Manggale. Nai Manggale dirawat oleh orangtua yang menemukannya dan menari disamping jenazah mereka ketika mereka meninggal, namun Nai sedih karena ia tidak bisa memiliki anak seperti mereka. Pada akhirnya Nai membuat sebuah boneka patung seperti dirinya lagi untuk bisa ia angkat sebagai anak juga—dan lama-kelamaan kebiasaan ini menurun pada warga Samosir ketika mereka menginginkan anak namun tidak bisa mendapatkannya/kehilangan.

Boneka Sigale-gale akan menari saat dilantunkan musik daerah Batak, dan benang-benang yang menggerakkan tubuh Sigale-gale konon berjumlah sama dengan urat yang ada di tubuh manusia. Sigale-gale memiliki makna religius dan unsur klenik yang kental. Tarian Sigale-gale biasanya dilakukan ketika ada seorang anak yang meninggal (terutama laki-laki) atau di keluarga yang berduka karena tidak memiliki anak laki-laki. Mereka percaya arwah orang yang telah meninggal akan bersemayam didalam Sigale-gale. Seringkali Sigale-gale menari dengan sendirinya tanpa ada yang menggerakan. Boneka ini pun sering ditemukan sedang menitikkan air mata. Namun begitu, Sigale-gale memiliki nilai kasih sayang yang kental yang berkaitan dengan hubungan orangtua dan anak.

Nilai mistis lain yang terkandung dibalik keberadaan Sigale-gale adalah di pembuatannya. Setiap orang yang membuat boneka Sigale-gale harus menyerahkan seluruh jiwanya agar boneka tersebut dapat bergerak selayaknya manusia hidup. Karena itu pula-lah masyarakat Batak percaya bahwa siapapun yang membuat boneka Sigale-gale akan meninggal sebagai tumbal setelah pembuatannya terselesaikan. Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat membuat bagian-bagian tubuh Sigale-gale secara terpisah, misalnya satu orang membuat tangan, satu orang lagi membuat kaki, lalu orang lain membuat kepala atau badan. Dengan pembuatan yang dilakukan oleh orang yang berbeda-beda, maka tidak ada yang menjadi tumbal. Unsur seram lainnya dari Sigale-gale adalah, boneka ini hanya bisa ditempatkan di peti mati, bahkan menari pun diatas peti mati. Karena sesungguhnya Sigale-gale memang diciptakan untuk mengantar kematian seseorang.

Namun seiring dengan berkembangnya jaman dan makin sedikitnya keberadaan Sigale-gale, maka unsur mistisnya pun mulai surut dan beralih menjadi kekayaan budaya tradisional. Sigale-gale sekarang lebih sering dipertunjukkan ke para turis dan wisatawan yang mau melihat tarian Sigale-gale secara langsung. Tidak lagi disamping jenazah, Sigale-gale kini bisa menari kapanpun di depan para turis yang menginginkannya dan cukup dengan bayaran seikhlasnya.

Sigale-gale akan mempertunjukkan tariannya selama kurang lebih 1 jam, dan selama itu Anda akan dibuat kagum dengan berbagai gerakannya yang detail—seperti mata yang bergerak-gerak, kepala berlenggak-lenggok, bahkan badannya mampu berjongkok dan membungkuk. Berfoto pun tak jadi masalah, apalagi dengan ukuran Sigale-gale yang memang mirip ukuran tubuh manusia meskipun tergolong agak pendek. Lagu yang diputar pun sudah tidak manual. Sekarang para dalang lebih memilih memakai rekaman kaset untuk mengiringi tarian Sigale-gale. Selain tontonan wisata, salah satu boneka Sigale-gale pun kini dijadikan sebagai benda yang dijaga dan dimuseumkan di Museum Nasional.

Demikian inilah kisah nyata dari Cerita Misteri Boneka Sigale-gale

Cerita Misteri Di Gunung Sumbing

Cerita Misteri Di Gunung Sumbing – Saat itu kita berangkat dari rumah kira-kira jam 8 pagi dengan menggunakan motor dan personilnya sebanyak 6 orang. Dalam perjalanan kita santai saja menikmati perjalanan dan sesekali berhenti untuk istirahat makan, sholat dan isi bensin. Dan sampailah kita di basecamp Gunung Sumbing sekitar pukul 3 sore.

Hari itu hari Sabtu (lupa tanggal berapa, tapi tahun 2012). Basecamp masih sepi dan hanya ada 2 tim yang sudah naik dan 1 tim yang baru saja turun, kemudian setelah menyelesaikan administrasi kami bersiap untuk memulai perjalanan.

Pukul 5 sore kita berdoa dan akhirnya berangkat menuju puncak impian cahaya mengukir cita *ehh maaf malah nyanyi hehe.

Kita berjalan beriringan dengan satu sama lain saling bergantian membawa carier jika ada yang lelah. Saat maghrib tiba akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat sholat maghrib, karena tidak ada air maka kita ber 3 tayamum (hanya 3 orang yang sholat termasuk saya) dan setelah selesai kita pun melanjutkan perjalanan.

Nah, setelah sekitar 30 menit kita berjalan saya merasa ada yang aneh, hawa dingin mulai terasa (bukan dingin udara tapi lebih ke merinding). Saya tidak berani bilang ke siapapun karena nanti dikira menakut-nakuti. Posisi saya waktu itu di baris ke 5 dan di belakang ada kakak saya yang sudah berpengalaman.

Saat itu keadaan sudah gelap dan sunyi hanya suara hewan-hewan malam saja yang bisa di dengar. Kami juga jarang berbincang, hanya sinar bulan saja yang kami andalkan karena senter tidak selalu digunakan untuk menghemat baterai. Karena saya di baris kelima seharusnya di depan hanya ada 4 orang kan?

Tapi yang saya hitung ada 5 orang karena saya tidak yakin saya memanggil kakak saya yang di belakang “Mas? Belakang aman?”

Dia pun menjawab “Aman, Fin”

Setiap beberapa langkah saya selalu tanya “Mas, belakang aman?”

Dan dia pun menjawab “Belakang terkendali”

Sudah 5 kali saya bertanya namun saya masih tidak yakin karena di depan saya jelas itu ada 5 orang yang berjalan dengan menggunakan jaket dan kupluk.

Saya tidak memikirkannya lagi karena mungkin hanya mata saya yang lelah, kemudian kita sepakat untuk istirahat minum dan meluruskan kaki, saat istirahat pun saya menghitung jumlah tim kami semuanya lengkap ada 6 orang termasuk saya

“Terus tadi siapa,” gumam saya.

Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan dan kali ini saya berada di baris ke-6 dan hal yang aneh pun muncul kembali, di depan saya ada 6 orang.

Saya benar-benar merinding dan takut, saya tidak berbicara sedikit pun hanya jika di tanya baru saya akan menjawab.

Saya berfikir jika ada “tamu” tak di undang harusnya hanya bisa dilihat dan hanya menampakkan diri saja (pikiran saya) namun yang lebih aneh lagi “dia” juga ikut membantu kami jika kami kesulitan naik di jalan yang terjal, karena muka teman-teman saya tertutup masker jadi saya tidak begitu hafal siapa-siapa yang di depan saya.

Hal itu terus berlanjut sampai akhirnya kami tiba di pos terakhir dan memilih tempat yang agak lapang untuk mendirikan tenda, waktu itu kalu tidak salah ingat sudah jam 11 malam dan kamipun menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.

Setelah tenda berdiri kami mulai masak dan sholat isya, pada saat pendirian tenda saya baru bisa melihat dengan jelas siapa yang mengikuti kami karena daerahnya sudah bukan pepohonan lagi tetapi tanah lapang. Saya melihat “dia” membantu kami mambangun tenda namun teman-teman saya tidak ada yang menyadari kehadirannya.

Setelah semua selesai makan kami pun bergantian masuk tenda untuk tidur dan saya yang terakhir masuk, saya penasaran maka saya hitung lagi jumlah timnya dan benar “dia” masih ada namun saya tidak tahu yang mana karena semua menggunakan sleeping bag. saya tidur dengan sejuta pertanyaan yang tidak bisa terjawab.

Setelah bangun kurang lebih pukul 5 dini hari saya pun sholat subuh dan kembali ingat kejadian semalam maka saya hitung lagi tim saya, namun kali ini hanya ada 6 orang, termasuk saya

“Di mana dia,” saya bertanya dalam hati.

Karena masih belum percaya saya hitung lagi sampai 4 kali namun hanya ada 6 orang termasuk saya.

Setelah berkemas kita pun melanjutkan perjalanan menuju puncak karena sudah terlalu siang, tidak ada hal yang aneh saat kita pulang, namun setelah sampai basecamp kita baru sadar ada hal yang aneh bahwa dalam perjalanan kita tidak bertemu dengan 2 tim yang naik sebelum kita, naum mereka sudah berada di basecamp dan reaksi kita ber-6 pun sama kaget bercampur tanda tanya.

Kita ngobrol-ngobrol dan berkenalan dengan mereka dan kakak saya pun bertanya “Lah, Mas lewat mana kok kita gak ketemu?”

“Ya lewat Garung tho mas, wong ada di sini kok” jawabnya. (Informasi di Gunung Sumbing ada 4 jalur pendakian dan salah satunya Garung)

Benar juga kata masnya pikir saya karena kalau kita mau lewat jalur lain berarti basecamp yang dituju pun harusnya basecamp jalur tersebut (kecuali nyasar) dan hari itu juga pukul 3 sore kita pulang dengan seribu tanda tanya…

Siapa yang ikut kita? Kenapa kita gak ketemu tim lain? Tapi alhamdulillah kita tidak kenapa-kenapa dan selamat sampai pulang.

Demikian inilah kisah nyata dari Cerita Misteri Di Gunung Sumbing

Cerita Misteri Burung Gagak Pertanda Buruk

Cerita Misteri Burung Gagak Pertanda Buruk - Kisah kali ini terjadi pada teman yang bisa dibilang cukup dekat dengan saya. Sebut saja namanya Dwi. Jika di ingat, waktu itu kisah ini berawal sekitar kelas 10 semester 2, dimana ayahnya Dwi di fonis memiliki penyakit yang cukup parah. Lehernya dibalut oleh alat penopang layaknya seseorang yang patah leher, namun saat itu dwi belum mau bercerita tentang penyakit ayahnya.

Kemudian pada kelas 12 Dwi benar-benar terpukul akan kenyataan ayahnya yang di fonis mengidap kanker lidah. Dwi bercerita pada saya dan beberapa teman yang cukup dekat dengan nya, bahwa penyakit ayahnya itu merupakan kiriman dari teman kerja ayahnya yang tidak menyukai kesuksesan ayahnya. Dwi juga bercerita bahwa penyakit ayahnya semakin parah dan membuatnya selalu pergi pulang balik rumah sakit sepulang sekolah, dan dia bercerita juga, bahwa seekor burung gagak telah hinggap di atas rumahnya.

Dia cukup takut akan apa yang akan terjadi pada ayahnya. Hal itu membuat saya dan ketiga teman saya berinisiatif untuk mengajak teman-teman sekelas saya menjenguk ayahnya Dwi. Setibanya di rumah sakit, kami bergantian memasuki ruang rawat inap. Terlihat Keadaan ayahnya cukup menyedihkan. Sosok yang tadinya tegap besar dan berwibawa, tampak lemah dan sangat kurus tergolek di atas ranjang rumah sakit.

Terlihat banyak selang infus yang menjuluri tubuh sang ayah. Kami merasa sangat iba akan kenyataan yang diterima Dwi dan keluarganya. Berhubung sosok yang dijenguk juga sangat lemah dan tidak bisa diganggu,maka kami pun tidak berlama-lama. Sekitar pukul 5 sore, 3 jam setelah kami pulang menjenguk ayah Dwi, kabar duka pun tiba-tiba datang ke salah 1 teman saya yang paling dekat dengan Dwi. Ayah Dwi meninggal dunia.

Kami sontak tidak menyangka dan merasa sama terpukulnya dengan Dwi. Jika di ingat, kedatangan burung Gagak itu benar-benar memberi tanda. Selang beberapa hari dari kedatangan gagak tersebut, kabar duka pun menyelimuti keluarga Dwi. Saya berharap almarhum dapat tenang di alam sana walau saya menceritakan sedikit kisah tentangnya. Sekian .

Demikian inilah kisah nyata dari Cerita Misteri Burung Gagak Pertanda Buruk

Cerita Misteri 2 Anak Kembar

Cerita Misteri 2 Anak Kembar - Anda percaya akan adanya reinkarnasi? Atau mungkin Anda percaya dengan kehidupan sebelum lahir atau setelah mati? Kata orang, hidup ini hanya sekali. Namun ternyata di dunia ini ada sebuah misteri tentang kehidupan sebelum seseorang lahir.

Ini adalah sebuah kisah nyata tentang sepasang saudara kembar bernama Jennifer dan Gillian. Banyak yang mempercayai bahwa kedua gadis ini sebenarnya sudah pernah hidup sebelumnya. Bagaimana kisahnya?

Pada tahun 1957, ada sebuah kecelakaan fatal di Northumberland, Inggris. Akibat kecelakaan ini, dua orang saudari bernama Joanna (11 tahun) dan Jacquelline Pollock (6 tahun) meninggal dengan tragis. Hal ini sangat memukul kedua orang tuanya.

Satu tahun kemudian, sang ibu melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin perempuan. Keduanya diberi nama Jennifer dan Gillian. Namun setelah diperhatikan, ada yang janggal dengan kedua anak kembar ini.

Kedua gadis kembar ini meminta mainan yang sama seperti almarhumah dua saudari mereka miliki. Entah itu boneka atau mainan lainnya. Selain itu, mereka juga pernah minta dibawa ke taman yang sama, yang pernah dikunjungi oleh kedua almarhumah kakaknya. Faktanya, mereka bahkan belum pernah tahu dan belum pernah ke sana.

Orang tuanya mengakui bahwa kedua putri kembarnya ini memiliki ciri yang mirip dengan kakak-kakaknya yang sudah meninggal. Jennifer misalnya, dia memiliki tanda lahir yang sama dengan almarhumah Jacqueline.

Kasus mereka termasuk 1 dari sekian misteri kehidupan yang coba dipecahkan di dunia. Namun masih belum ada jawaban yang pasti. Salah seorang psikolog yang mengamati hal ini, Dr. Ian Stevenson, mengatakan bahwa penelitian yang ia lakukan menunjukkan adanya gejala bahwa kedua saudara kembar ini merupakan reinkarnasi dari kedua kakaknya.

Masih belum ada yang bisa memastikan reinkarnasi itu terjadi. Karena kematian dan kehidupan setelahnya adalah misteri yang tak pernah diketahui manusia. Dan entah apakah hal ini berhubungan dengan kinerja otak manusia. Meski begitu, tahun 2006 sebuah studi di Metro mengatakan bahwa ada 2500 kasus serupa dalam 40 tahun terakhir.

Well, percaya atau tidak pada reinkarnasi, hal itu tergantung dengan keyakinan kita masing-masing. Namun dengan mengetahui kisah ini, kita bisa tahu ada banyak pengetahuan dan misteri yang belum terungkap yang tak bisa dimengerti hanya dengan logika yang kita miliki.

Demikian inilah Cerita Misteri 2 Anak Kembar

Cerita Misteri Tukang Gali Kubur

Cerita Misteri Tukang Gali Kubur - Mbah Subarkah, begitulah panggilan akrab masyarakat dusun kluwih (disamarkan) kepada kakek berusia 65 th yang berprofesi sebagai penggali kubur di pemakaman tak jauh dari tempat tinggalnya. Kemarin ketika kami bertemu di salah satu warung tenda atau kerap disebut dengan “angkringan” beliau bercerita tentang peristiwa yang pernah ia alami selama ini. salah satunya yakni ketika beliau melihat penampakan pocong nyata di depan kedua matanya. Awalnya sih memang saya pancing-pancing dengan beberapa pertanyaan kurang lebih seperti ini.

“Gimana mbah masih kuat jadi tukang gali kubur?” tanyaku. Beliaupun menjawab dengan kalem “Ya yang namanya orang bekerja nak, simbah kan sudah tua sebisanya lah biar gak jadi beban anak-anak, toh anak-anak simbah semuanya juga sudah pada berkeluarga, gak enak kalau minta terus-terusan”. Wah terenyuh juga saya mengengar jawaban kakek yang satu ini. Untuk mendinginkan suasana sambil minum jahe susu saya kembali bertanya pada simbah “lantas pernah gak mbah ngalami kejadian menakutkan selama jadi tukang gali kubur?”.

Mulai dari sana kemudian Mbah Subarkah banyak bercerita tentang pengalamannya selama bekerja sebagai penggali kubur. Mulai dari melihat tuyul bermain di depan pintu penampakan genderuwo hingga penampakan pocong nyata di depan kedua matanya. Dari cerita Mbah Subarkah pula saya mengetahui ternyata selain dimintai bantuan dalam menggali kubur simbah juga diberikan kepercayaan untuk menjaga kubur oleh masyarakat sekitar hingga kerap menyiangi rumput dan membersihkan seluruh makam yang terdapat di pemakaman umum tersebut.

Kisah misteri paling mengerikan yang dialami Mbah Subarkah menurut saya ketika ia bercerita tentang pocong yang mengikutinya. Cerita misteri tukang gali kubur dialami oleh Mbah Subarkah kurang lebih setahun yang lalu. Beliau bercerita bahwa pada saat itu sedang memakamkan salah satu jenazah yang meninggal pada malam selasa keliwon.

“jika orang tua dulu mempercayai kalau ada orang yang meninggal pada malam selasa kliwon tempat pemakaman nya harus dijaga selama 7 hari terhitung sejak mayat itu dikebumikan” begitulah kurang lebih simbah bercerita.

Entah alasan apa yang jelas pada saat ini kepercayaan semacam itu sudah memudar di kalangan masyarakat sehingga tidak ada lagi yang mengetahuinya. Sebagai seorang pekerja yang diberikan amanat beliau memang tergolong sangat bertanggungjawab. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah memakamkan jenazah orang yang meninggal pada malam selasa kliwon Mbah Subarkah lantas dengan berani tidur di area pemakaman selama 7 malam.

emang sekilas tidak ada yang mencurigakan pada malam pertama dan kedua, namun pada malam ketiga tepatnya pada malam jumat kejadian aneh mulai dirasakan simbah semenjak ia baru datang di area pemakaman pada pukul 22.00 WIB.

Bau kemenyan menyengat dan terkadang diikuti dengan bau busuk seperti bangkai simbah rasakan, namun karena beliau merasa keamanan pemakaman menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya maka beliau berusaha membiarkan perasaan aneh tersebut.

Awal mulanya pada tengah malam Mbah Subarkah yang hanya tiduran beralaskan sepotong tikar mendengar suara gembelegar dari dalam area pemakaman, mungkin seperti petasan yang sangat besar atau lebih mirip lagi dengan suara halilintar tutur beliau.

Dari area pemakan tiba-tiba ia melihat ada cahaya merah semacam bolam lampu namun terlihat lebih remang. Sontak beliau berdiri dan memperhatikan seklilingnya apa gerangan yang terjadi.

Tidak lama kemudian cahaya merah itu menghilang begitu saja sehingga membuat Mbah Subarkah merasa penasaran. Karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan kemudian beliau mengambil senter dan mencoba menuju tempat pemakaman orang yang dikebumikan pada hari selasa yang lalu.
Beliau periksa keadaanya memang tidak ada yang janggal melainkan terdapat beberapa jejak kaki seperti jejak kaki kucing namun lebih besar. Simbah berfikir barangkali ada kucing yang mendekati atau melewati tanah pemakaman tersebut.

Setelah memastikan semuanya baik-baik saja lantas Mbah Subarkah berjalan menuju pintu keluar, disaat ini simbah merasakan bulu kuduknya semakin berdiri dan merinding tanpa bisa ia tahan. Belum juga sampai ke pintu gerbang pemakaman beliau menengok ke arah belakang. Dana apa yang simbah lihat? Penampakan pocong nyata terlihat di depan kedua matanya. Rupanya pocongan tersebut mengikuti simbah menuju pintu pemakaman.

Sontak karena kaget Mbah Subarkah langsung berbalik badan dan berharap penampakan yang barusan ia lihat segera lenyap. Namun tidak demikian seperti yang beliau harapkan, ternyata ketika ia sampai pintu gerbang pemakaman pocong tersebut masih mengikutinya dari belakang dan baru menghilang ketika simbah membacakan doa sebisanya.
Beliau juga menuturkan bahwa cerita orang tentang pocong berjalan melompat-lompat itu tidak benar, karena beliau melihat sendiri jalan hantu pocong itu tidak melompat melainkan melayang di udara tanpa tersentuh tanah.

Demikian sampai disini kisah Cerita Misteri Tukang Gali Kubur.

Cerita Misteri Di Rumah Sakit

Cerita Misteri Di Rumah Sakit - Ada sebuah Rumah Sakit di Balikpapan menyimpan segudang cerita hantu yang sangat menyeramkan sehingga membuat bulu kuduk berdiri. Tidak hanya para pembesuk dan masyarakat yang berkunjung, petugas RS sekalipun tak lepas dari teror makhluk halus rumah sakit itu. Nama Rumah Sakit ini dirahasiakan karena tidak ingin tersandung kasus PRITA. Tidak ada maksud sedikitpun untuk menjelek-jelekkan nama instansi tertentu. Kisah misteri ini di-share ulang bagi pembaca yang menaruh perhatian pada topik hantu dan misteri terutama cerita hantu di Rumah Sakit.

Jika anda punya cukup nyali, cobalah sesekali melintas di lorong-lorong gelap Rumah Sakit berhantu ini. Dari sejumlah pengakuan pengunjung maupun petugas rumah sakit, bulu kuduk mereka pasti merinding jika menyusuri lorong tersebut di malam hari.

Seorang sekuriti, Memes misalkan, dia mengaku mengalami langsung kejadian seram saat melintas di lorong dekat tangga lama yang menuju ke arah kamar mayat rumah sakit.

“Waktu itu aku sift malam lewat lorong-lorong rumah sakit buat ngecek pintu dan pagar apakah sudah terkunci atau belum,” kata Memes mengenang peristiwa yang dialaminya.
Sesampainya di ujung lorong ruang ICU, Memes bermaksud untuk santai sejenak.

Suasananya begitu hening, angin malam berhembus sepoi-sepoi namun kondisi cuaca tergolong panas. Tiba-tiba dari ruang ICU keluar sesosok bayangan putih. “Aku penasaran, kok ada bayangan putih lewat,” ungkapnya.

Jarak antara bayangan itu dengan dirinya, aku Memes, hanya sekira 15 meter. Dia lantas terdiam, diperhatikannya betul-betul sosok seorang wanita dengan baju serba putih yang berhenti di lantai lorong rumah sakit. Wanita berambut panjang sampai ke punggung itu rupanya tidak jalan seperti orang normal, melainkan ngesot di lantai. “Aku ndak yakin itu suster kah atau bukan. Pokoknya pakai baju serba putih,” tutur Memes sembari mengusap lehernya.

Mimik wajah Memes yang semula serius, kini berubah pucat pasi. Kedua tangannya tampak bergetar. “Bulu kudukku berdiri mas, kalau ingat pengalaman itu,” ujar dia.

Dia memastikan jika sosok wanita di lantai itu merupakan hantu kesot. Pengakuan Memes maupun sejumlah pengunjung Rumah Sakit, hantu kesot itu sering kali terlihat di sudut-sudut rumah sakit. Lokasi yang paling sering di tangga lama yang digunakan untuk mengangkut jenazah.

“Kadang juga terlihat hantu kesot naik dari arah kamar mayat, lewat tangga itu (tangga lama, Red), ruang ICU dan tangga menuju kamar mayat jaraknya memang cukup dekat,” ucapnya.

Memes mengungkapkan, terkadang jika ada orang meninggal di Rumah Sakit, terdengar suara keras seekor burung.

“Jika suara burung di atas ruang ICU berarti ada yang akan meninggal di ruang itu, kalau di ruang rawat inap atau di UGD begitu juga sebentar lagi ada yang meninggal,” kata Memes dengan nada penuh keyakinan.

Untuk menghindari gangguan makhluk halus, Memes menyarankan, saat hendak masuk rumah sakit mengucapkan kata salam. “Bukan hanya di rumah sakit dimanapun perlu mengucapkan kata salam, juga dilarang membuang sampah di sembarang tempat dan saat malam jika ingin melewati lorong sebaiknya berdua,” sarannya.

Setelah diteror hantu kesot, sekuriti rumah sakit ini mengatakan, tiap kali patroli dirinya ditemani seorang temannya.

Walaupun berdua, tetap saja bayangan putih wanita dalam posisi ngesot tampak. “Asalkan tidak ganggu ndak apa-apa, saya kan cuma menjalankan tugas menjaga keamanan di rumah sakit,” pungkas pria bertubuh tegap ini.

Demikian ini kisah nyata dari Cerita Misteri Di Rumah Sakit

Cerita Misteri Hantu Sumiati

Cerita Misteri Hantu Sumiati - Zaman dulu hingga sekarang misteri akan makhluk halus memang masih dipercayai keberadaan nya di dunia manusia. Tak sedikit orang yang percaya akan makhluk gaib memang ada di kehidupan kita setiap hari.

Kemungkinan di zaman modern sekarang, orang-orang kota di Sumatera Selatan tidak percaya keberadaaan makhluk gaib, akan tetapi sampai sekarang ini banyak didapati Kisah Cerita Nyata tentang makhluk halus, salah satunya hantu Sumiati yang menjadi legenda di pulau Sulawesi.

Dikisahkan pada tahun 1980 sampai tahun 1999, orang-orang Sulawesi Selatan, Makassar dikagetkan dengan adanya Cerita Hantu yang sangat terkenal. Hantu yang berwujud sosok seorang wanita yang sangat seram dan diketahui nama hantu itu adalah Sumiati.

Menurut masyarakat Sulawesi Cerita Misteri Hantu Sumiati sudah tidak heran lagi. Warga masyarakat Sulawesi sudah mengetahuinya sejak puluhan tahun yang lalu. Mereka juga mengatakan kalau hantu wanita ini sering menampakkan diri dengan memakai gaun merah

Menurut mitos, pada zaman dahulu ada seorang wanita cantik yang pergi mengadu nasib ke pulau Sulawesi, tepatnya di kota Makassar. Karena kehidupan di kota Makassar yang sangat keras, Sumiati menjadi idaman para lelaki.

Namun justru kecantikan Sumiati yang menjadi sumber bencana bagi dirinya sendiri. Sumiati dikabarkan meninggal dengan cara bunuh diri karena tidak mampu menahan malu karena menjadi korban pemerkosaan oleh beberapa orang. Dan dirinya hanya mengingat salah satu pelaku memakai baju merah.

Sumiati ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di jembatan dekat Fort Rotterdam dan mayat Sumiati dibawa ke salah satu rumah sakit kota Makassar. Teror Sumiati pun dimulai sejak itu.

Beberapa tahun kemudian sejak kematian Sumiati, beredar kabar kalau Sumiati bangkit kembali untuk membalas dendam. Kabar tersebut dimulai dari penampakan sosok hantu wanita yang berada di pohon beringin tua di wilayah hutan lindung, Sulawesi.

Penampakan hantu tersebut membuat kaget warga setempat sekaligus menjadi topik utama Misteri Horor di Fort Rotterdam, tempat yang sering terlihat penampakan hantu Sumiati adalah pantai Losari dan rumah sakit Pelamonia tempat jasadnya dimandikan sebelum dikubur.

Menurut informasi yang didapat, hantu Sumiati memang tidak membahayakan nyawa seseorang jika berpakaian putih namun jika dia menampakan dirinya berpakaian merah maka nyawa seseorang tersebut akan diambil.

Demikian inilah kisah nyata dari Cerita Misteri Hantu Sumiati

Cerita Misteri Di Sekolah & Universitas

Cerita Misteri Di Sekolah & Universitas – Bukan hanya dengar dari orang-orang tapi saya sendiri juga sudah pernah mengalaminya sendiri dengan beberapa kejadian yang pastinya akan membuat bulu kuduk anda berdiri. Apalagi dalam gedung VI FSUI (yang sekarang sudah berubah menjadi ruang Fakultas Ilmu Budaya) dan terletak pada ujung komplek fakultas, tepatnya di pinggir sebuah lembah Teksas atau (Teknik, Ekonomi Sastra). Tidak jarang saya telah diminta menjadi paranormal dadakan guna mengobati rekan-rekan dari mahasiswa yang tengah kesurupan.

Cerita ini dimulai dengan beberapa kisah horor dan telah berkembang secara turun temurun tentang kampus rakyat. Bahkan dari seluas 600 hektar komplek tersebut, mayoritasnya masih berupa hutan dan juga danau. Beberapa kisah yang pasti membuat anda merinding ada dalam ulasan berikut ini :

Hantu Mahasiswi di Gerbatama
Cerita horor ini berawal ketika ada seorang mahasiswi telah meninggal karena telah ditabrak lari tepatnya berada disekitar gerbang utama kampus. Sehingga hantunya gentayangan, yang disebabkan karena pulang kuliah namun dia tidak dapat lagi pulang menuju ke rumahnya. Dan hantu ini selalu saja menghantui taksi-taksi yang kosong yang baru saja mengantar penumpang menuju ke dalam kampus. Tapi untuk para sopir taksi yang sudah mengetahui cerita horor ini, mereka bisa lebih berhati-hati. Namun sial bagi para sopir taksi yang belum tahu kisah horror ini, karena mereka haruslah membawa hantu mahasiswi ini untuk pulang ke rumahnya yang alamatnya berada di sekitar Bintaro. Bahkan hantu ini pun tak jarang juga sering mengganggu mereka yang tengah berdiri ataupun sedang berjalan sekitar gerbang utama kampus, terutama satpam yang sedang berjaga disana.

Gadis Gantung diri di Rektorat
Seorang mahasiswa seringkali sivitas akademikanya beraktivitas sampai larut malam, namun bukan hanya mahasiswa saja dosen juga tengah menghindari lewat di gedung rektorat. Ini karena, sering kali saksi mata pernah melihat adanya penampakan dari seorang gadis yang sedang berjalan tertatih-tatih disertai kepala terkulai. Apalagi saat ditegur dia takkan pernah menyahut dan saat diperhatikan akan tampak wajahnya yang pucat yang matanya melotot, dengan bibir kebiruan serta lidah terjulur. Ia adalah salah satu mayat seorang gadis yang dulunya gantung diri pada sekitar gedung rektorat. Yang menjadi penyebabnya adalah dia diputuskan pacarnya ketika dalam keadaan hamil. Inilah yang menjadi penyebab kenapa banyak anggota kampus yang tidak berani pulang melewati rektorat ketika malam.

Hantu Berkebaya di Fakultas Teknik
Pada setiap tahun acara wisuda pada Fakultas Teknik UI selalu terdapat penampakan mahasiswi yang lengkap dengan kebaya bersanggul berdiri pada salah satu balkon ruang kuliah yang menghadap pada arah lapangan. Terkadang juga berjalan serta ikut berbaur bersama wisudawan namun tidak dikenal mahasiswa satupun. Sesuai kisahnya ia seorang mahasiswi yang telah meninggal karena kecelakaan ketika akan berangkat wisuda dari kampung. Ternyata arwah tersebut tidak mampu menerima kenyataan jika tidak jadi diwisuda. Cerita horor di universitas itu sudah beredar.

Demikian inilah Cerita Misteri Di Sekolah & Universitas

Cerita Misteri Saat Berkemah

Cerita Misteri Saat Berkemah – Saya akan menceritakan tentang pengalaman saya. Sebelum itu Nama saya Andika teman-teman biasa teman-teman saya memanggil dika. Saya kelas 6 SD di sekolahan saya saat itu sedang mengadakan perkemahan pada hari sabtu & minggu.

Waktu itu saya ditugaskan menjadi pemimpin regu jadi saya harus bertanggung jawab atas semua pekerjaan. Perkemahan dilaksanakan hari sabtu siang sampai minggu sore. Ketika kemah di mulai dari memasang tenda, menyiapkan peralatan masak, sampai baris-berbaris terasa nyaman. Suasana berubah ketika malam mulai membentang, terasa malam itu sangat mencekam, sunyi, dan gelap karena lampunya hanya senter, lilin, dan kayu yang dibakar.

Biasanya pada malam hari kakak-kakak menyuruh untuk roda malam secara kelompok. Saya bersama dengan teman-teman doni, adit, lucky, dan hamdan. Mendapat giliran pertama untuk ronda keliling tenda teman-teman. Saat berjalan melintasi sebuah perkebunan kosong entah tidak tahu pemiliknya. suasananya semakin mencekam dan menyeramkan, tiba-tiba terdengar suara orang sedang berbicara sangat keras dan disertai suara orang sedang menebang pohon.

Saya dan teman-teman langsung kaget, takut, merinding semua itu bercampur aduk menjadi satu. Padahal itu sudah jam 10.26 malam, tetapi saya terus melanjutkan perjalanan itu. Tibalah kami di pohon yang sangat besar karena lelah kami beristirahat sejenak di bawah pohon itu. Tiba-tiba hawa dingin mulai menusuk kulitku, aku heran padahal tadi hawanya biasa-biasa saja tapi sekarang berubah sangat dingin disertai suara cekikikan yang pelan.

Tiba-tiba pandangan saya fokus pada pohon tersebut. Terlihat sosok berwarna putih berada di salah satu cabang pohon itu. Saya langsung bangun untuk lari, tiba-tiba langkah kaki saya sangat berat dan akhirnya saya seperti patung.

Dan sosok berwarna putih itu melayang menghampiri saya dan teman-teman. Ternyata sosok itu adalah pocong karena saya sangat ketakutan saya langsung pingsan. Saya baru sadar keesokan harinya kakak-kakak memberitahu saya tentang perkebunan yang saya lewati dengan teman-teman saya.

Kata kakak-kakak, perkebunan itu memang angker dan dulu pemilik kebun itu sedang menebang pohon saat hujan tiba-tiba pemilik kebun itu terpeleset dan kapak yang ia pakai untuk menebang pohon itu tertancap dikepalanya dan dia meninggal seketika di lokasi kejadian dan arwah pemilik kebun itu menjadi arwah gentayangan. Sejak kejadian itu saya tidak berani melewati perkebunan itu.

Demikian Inilah Kisah nyata Cerita Misteri Saat Berkemah