Prediksi Togel Singapore 19 November 2016

Ki Mahadana Jitu Saktika ( Mbah Jitu ) membantu anda semua dengan bantuan ritual supranatural shamanisme kuno, bisa menerawang Angka yang bakal keluar untuk semua jenis putaran togel.
Prediksi Togel SINGAPORE 19 November 2016,

ANGKA MAIN : 862

COLOK BEBAS : 6/4

KEPALA : 375

EKOR : 1846

TOP TOGEL 2D

15 32 47 68 95 74 55 36 58 96

Dendam Salah Seorang Konsumen PSK

Zaman yang sudah maju tentunya memberikan dampak yang begitu besar untuk orang-orang yang ingin usaha online. Hal ini juga tidak sedikit dipergunakan hal yang negatif seperti banyaknya PSK yang menjajakan dirinya via online. PSK pun bekerja sama dengan germo pengguna internet. Hal tersebutpun mendapatkan respon yang baik di dunia online.

Tetapi tidak semua menghasasilkan sesuatu yang baik. Walau beberapa usaha di lakukan, masih saja banyak wanita PSK yang tidak laku menjajakan diri secara online. Tentunya hal itu didasarkan dari berbagai macam faktor.

Adapun penyebab salah satunya karena dendam, seperti yang dialami salah satu PSK yang bernama Jane ( nama samaran ). Jane sendiri merupakan seorang PSK yang biasa mangkal di daerah mangga besar, Jakarta. Perempuan ini berusia sekitar 35 tahun dan kini telah berganti pekerjaan sebagai seorang pedagang makanan dan minum pada sebuah kota di Jawa Tengah.

Jane memutuskan berhenti jadi PSK ketika berusia 25 tahun, tentunya pada usianya itu sedang dalam masa inceran laki-laki hidung belang. Namun bagi lelaki hidung belang tentunya banyak penilaian yang membuat cewe tersebut menjadi pilihan, contohnya saja seperti wajah, bentuk tubuh, aroma tubuh, dan kemampuan dalam melayani.

Berdasarkan cerita dari Jane sendiri, pada saat itu ada orang dari salah satu pelanggannya yang menaruh dendam pada dirinya. Dendam itu ternyata sudah menjadi sebuah kebencian pada diri sang pelanggan tersebut. Berdasarkan cerita saat itu, ia tidak mengalami apa-apa secara fisik, namun tidak tahu kenapa para pelanggan serasa menjauhinya. Jadi pada saat itu pun merasa biasa saja.

Tentu dengan keanehan tersebut, ia memeriksakan dirinya ke dokter dan juga alternatif. Tetapi tidak juga menemukan hal positif. Sang pelanggan yang dendam dirinya ini sangatlah dekat dikala itu dikarenakan seringnya datang kerumah orang tua Jane di desa. Bahkan pelanggan tersebut pernah melamar Jane, namun sayangnya ditolak oleh dirinya. Jane jgua mengatakan kalau niat pelanggan itu pun maksud baik agar Jane menjauhi dunia malam dan berhenti menjadi kupu-kupu malam. Sejak kejadian itu, sang pria pun tidak pernah terlihat lagi di hadapannya.

Disaat Jane masih menjadi kupu-kupu malam tentu dirinya adalah seorang primadona dibandingkan teman seprofesinya. Beberapa bulan pun berlalu sejak pria itu tidak terlihat lagi dalam hidup Jane. Namun keanehan terjadi karena para pelanggannya mulai menjauh dan mencari rekan wanita lainnya.

Suatu hari, Jane mendengar sahabatnya mengatakan alasan para pelanggan kabur dari dirinya. Ternyata para pelanggan tersebut mengeluh dengan bau badan dan bau lainnya yang menyengat. Tidak hanya itu saja, pelanggan pun mengeluh kalau gaya permainannya Jane lebih menyerupai mayat hidup. Dirinya yang mendengar hal tersebut pun tidak dapat berbuat apa-apa dan dari situ juga Jane memutuskan untuk berhenti menjadi kupu-kupu malam. Setelah itu dirinya memutuskan untuk pulang ke desa dan berkumpul dengan orangtua serta adik-adiknya.

Kehidupannya pun berangsur membaik, terlebih setelah bertemu dengan seorang pria di desanya. Pria tersebut pun benar-benar mencintai Jane apa adanya, kini ia dan sang pria pun hidup berbahagia sampai selamanya. Sebelum meninggalkan tempat dirinya, ia berpesan agar tidak mengambil fotonya. Jane bermaksud agar cerita dirinya ini menjadi satu pelajaran agar tidak mengikuti profesi kehidupan lamanya.

Kisah misteri Jane ini cukup menarik sehingga diduskusikan dengan seorang teman yang “pintar”. Teman pun berkata kalau Jane dikirimi guna-guna atau semacam santet untuk menyakitinya. Menurut ahli spiritualis Pandeglang ini berkata kalau  kejadian itu karena sang pelanggan dendam dan mencoba untuk menyakiti Jane agar tak laku dan pensiun dengan cepat dari pekerjaan kupu-kupu malam tersebut. Namun ternyata berakhir dengan baik pada dirinya.

Hikmah yang diterima dari masa lalu yang buruk ini membawakan kebahagiaan, dimana tidak terduga kalau akhirnya membuat segala sesuatu jadi lebih baik. “Tuhan mempunyai banyak rencana yang lebih baik untuk diri Jane dan mudah-mudahan dirinya tetap bersyukur atas apa yang menjadi nikmat dari Tuhan.

Pusaka Keris Raksasa Kerajaan Batagu di Sungai Kapuas

Pusaka Keris Raksasa ini ditemukan oleh dua orang penyelam setempat ketika di sungai Kapuas, lokasi tepatnya berada di bawah jembatan pulau Telo, Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Keris yang ditemukan sangatlah besar dan mempunyai panjang 1,5 meter. Tentunya ini merupakan bukan sembarang keris, terlebih lagi dengan adanya ukiran-ukiran unik pada pangkalnya. Walau gagang keris tersebut tidak dapat ditemukan, namun mempunyai suatu bentuk yang terbilang aneh, karena bentuknya menyerupai burung tingang yang menjadi ciri khas adat Kalteng.

Keris ini dipercaya sebagai pusaka yang tersembunyi, karena menurut saksi dari penemu pusaka ini, beberapa pengunjung yang ingin melihat dan menyentuh keris itu maka tangan mereka akan menjadi kaku seketika. Diperkirakan umur keris pusaka itu sudah mencapai 300 tahun.

Perkiraan sementara pusaka itu adalah senjata tradisional milik Indonesia yang ada hubungannya dengan kerajaan Bataguh yang juga di percaya telah muncul di Kapuas. Kerajaan Bataguh sendiri pada waktu itu dipimpin oleh Nyai Undang, seperti yang telah di ceritakan oleh seorang tokoh adat ternama dari Dayak dan bentuknya bukanlah seperti senjata warga Dayak, Kalimantan Tengah.

Kesimpulan yang menjadi pertimbangan, Pusaka keris itu adalah senjata yang terbenam bersama dengan kapal yang pada saat itu sedang menyerah kerajaan Bataguh. Peperangan yang terjadi sekitar 1400 Masehi, ” Kerajaan Bataguh mempunyai kekuasaan terbesar di Kapuas dan pulau Telo termasuk salah satu di dalamnya.”

Menurut warga setempat di Kapuas itu, pernah juga ditemukan sebuah meriam pada sungai Kapuas yang tak jauh dari pulau Telo. Posisi lebih tepatnya berada di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat. Dengan temuan-temuan besar seperti itu telah menguatkan penilaian tentang sejarah perperangan kerajaan Bataguh dengan orang luar.

Berdasarkan cerita sejarah yang dikumpulkan, ujung keris raksasa itu mempunyai tujuh lobang. Dahulunya lubang tersebut memperlihatkan kalau keris itu sudah pernah memakan korban. Seperti dengan senjata Dayak Mandau, apabila terdapat lubang di ujung senjata maka sudah jelas senjata itu pernah membunuh seseorang.

Penemuan pusaka keris raksasa tersebut menamai senjata itu dengan “ketuahan” yang berati adalah keberuntungan dalam bahasa DAYAK, karena tak semua orang bisa menemukannya. Pusaka itu juga dipercaya mempunyai daya magis yang cukup kuat dan biasanya penemu keris merupakan orang-orang yang terpilih.

Aneka Batu Akik Indonesia yang Terkenal

Aneka batu akik yang terkenal berasal dari berbagai daerah Indonesia beragam bentuk dan keindahan yang pasti akan menarik para peminat batu akik. Terlebih lagi pandangan orang Indonesia mengenai batu akik yang berhubungan dengan mistis ini telah berubah menjadi sebuah tren mode dan gaya hidup.

Batu Akik atau nama lain yang dikenal sebagai gemstone digolongkan sebagai batu setengah mulia yang mempunyai kekerasan kurang dari tujuh mosh. Tentunya pengertian yang dimaksud skala mosh adalah ukuran kekerasan yang menentukan pengkristalan sebagai salah satu batu mulia. Seperti yang diketahui batu mulia paling populer seperti Ruby, Saphire, Zamrud, Kalimaya, Kecubung, Berlian dan Topaz.

Sejarah dari batu akik sendiri terjadi setelah prosedur geologi seperti mana batuan lainnya, seperti contohnya saja seperti pemisahan dalam magma, metamorfosa atau sedimentasi. Beda dengan intan, batu akik mulai terwujud saat larutan hidrotermal yang menjadi dingin karena dekatnya dengan dataran. Batu akik juga terbentuk dari tambalan batuan, sehingga mengisi fosil kaya sampai membatu dan terbentuk dari larutan hidrotermal yang tidak terlalu jauh dari permukaan. Dengan temperatur mencapai 300 derajat celsius. Batu akik sendiri mudah didapatkan di gunung dalam tanah, sungai sampai dengan pesisir pantai.

Aneka batu akik Indonesia yang terkenal seperti,

Batu akik Rafflesia

Prediksi Togel, Cerita Misteri, tafsir mimpi, ulasan pusaka, misteri, angker, Supranatural, Terawang angka

Batu akik sisik naga Enrekang

Prediksi Togel, Cerita Misteri, tafsir mimpi, ulasan pusaka, misteri, angker, Supranatural, Terawang angka

Batu akik Cincin Bungur/ Anggur Api

Prediksi Togel, Cerita Misteri, tafsir mimpi, ulasan pusaka, misteri, angker, Supranatural, Terawang angka

Batu akik Pirus Besi

Prediksi Togel, Cerita Misteri, tafsir mimpi, ulasan pusaka, misteri, angker, Supranatural, Terawang angka

Batu akik Kalimaya

Prediksi Togel, Cerita Misteri, tafsir mimpi, ulasan pusaka, misteri, angker, Supranatural, Terawang angka

Misteri Keberadaan Candi Ken Arok

Candi pemujaan Ken Arok disebut sebut saat berada di daerah Kagenengan, tapi lokasinya masih serupa teka-teki yang sampai saat ini belum mendapat kebenarannya. Teori terbaru juga menyebutkan candi ini bisa saja terletak di atas puncak Gunung Katu. Wahhh Mana yang benar ya??

Baik lah Akan Kita telusuri ,sejarah Singhasari dan Majapahit, raja yang mangkat biasanya didarmakan dalam bentuk arca dewa. Mereka akan terus dikenang dengan dibuatkan sebuah candi pemujaan. Berdasarkan Nagarakretagama, jumlah candi yang difungsikan sebagai pendarmaan arwah raja mencapai 27 pada tahun 1365. Dari jumlah itu tidak semua masih berdiri utuh. Di antaranya candi di Kagenengan yang disebut sebagai pendarmaan Rangga Rajasa, gelar Ken Arok.

Pada pupuh 40 naskah Nagarakretagama tertulis, seorang pendeta Budha di Bureng diminta berkisah oleh penulis naskah. Sang penulis, Mpu Prapanca, ketika itu bersama rombongan Hayam Wuruk hanya singgah dalam perjalanan menuju Singhasari. Pendeta Budha itu menceritakan bahwa pada tahun 1104 saka terdapat seorang raja Perwira Yuda Putera Girinata. Dia lahir tanpa ibu dan dihormati seluruh orang. Raja itu bernama Rangga Rajasa. Bagian itu juga menceritakan bagaimana Rangga Rajasa akhirnya mengalahkan Raja Kediri, Kertajaya. Dia diakui sebagai cikal bakal para raja agung yang akan memerintah Jawa.

“Makin bertambah besar kuasa dan megah putera sang Girinata. Terjamin keselamatan Pulau Jawa selama menyembah kakinya. Tahun Saka muka lautan Rudra (1149) beliau kembali ke Siwapada. Dicandikan di Kagenengan bagai Siwa, di Usaha bagai Budha,” kutip Slamet Muljana dalam Tafsir Sejarah Nagarakretagama.

Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono mengatakan, sumber yang menyebut keberadaan candi di Kagenengan tak hanya Nagarakretagama. Pada 1998, tiga lempeng Prasasti Mula-Malurung ditemukan di Kediri. Delapan lempeng prasasti ini lebih dulu ditemukan di Kediri pada 1975 lalu diserahkan ke Museum Nasional Jakarta.

“Tentang pendarmaan Angrok, info awal Kagenengan dari Nagarakretagama. Dikira hanya di situ, sumber lain tidak ada. Ternyata, yang justru menarik disebut juga dalam Mula-Malurung, yang kami temukan juga menyebutkan Kagenengan,” ungkap Dwi kepada Historia.

Setelah bukti diperkuat, menurut Dwi masih ada polemik yang belum terpecahkan, yaitu di mana Kagenengan berada. Namun, sejauh ini dia berani memastikan, lokasi Kagenengan berada di wilayah Malang Raya. Hal ini dikaitkan dengan rincian catatan perjalanan Hayam Wuruk dalam Nagarakretagama. Dalam rincian itu, kunjungan Sang Raja Majapahit ke Kagenengan masih dalam periode yang sama dengan perjalanannya menziarahi candi-candi leluhurnya yang lain.

Dwi menyoroti, rombongan Hayam Wuruk saat itu mengkhususkan hari untuk berkunjung ke Kagenengan. Dia tidak mengunjunginya langsung, tetapi setelah mendatangi Candi Kidal dan Candi Jajago. Dalam Negarakretagama, khususnya pupuh 37, menyebut kunjungan ke kedua candi itu dilakukan dalam satu hari. Pagi hari ke Candi Kidal, dan sore hari ke Candi Jajago.

“Kalau Kidal dan Jajago realitas geografisnya ada di Kecamatan Tumpang, Malang Timur. Artinya, pasti Kagenengan tidak ada di Malang Timur, berarti ada jalur berbeda,” jelas Dwi.

Dwi mencoret kemungkinan Kagenengan berada di Malang Timur, juga tidak mungkin di Malang bagian utara. “Karena Hayam Wuruk malah menginap di Puri Singhasari yang ada di kawasan utara Malang baru melanjutkan perjalanan,” lanjut Dwi.

Artinya, Kagenengan akan masuk akal jika dicari di wilayah Malang bagian selatan, di mana terdapat beberapa tempat yang memiliki kemiripan nama dengan Kagenengan. Menurut Dwi, berdasarkan teori yang dinyatakan arkeolog Inggris Nigel Bullough, Kagenengan merujuk pada Dusun Genengan, Desa Parangargi, Kecamatan Wagir. Selain itu, ada juga Desa Genengan di Kecamatan Pakisaji; dan Dusun Genengan di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso.

Dwi telah memeriksa lokasi itu satu persatu. Di Desa Genengan, Pakisaji misalnya, terdapat yoni tanpa lingga di salah satu punden desa. Pada punden lainnya di desa yang sama, terdapat arca Durga. “Tapi kalau melihat ukuran yoni dan Durga terbayang candinya tidak begitu besar. Sejauh ini di lokasi temuan tidak didapati temuan lain yang signifikan, seperti temuan runtuhan yang menggunung,” jelasnya.

Kemungkinan candi di Kagenengan ada di Pakisaji jadi diragukan. Pasalnya, berdasarkan Nagarakretagama, candi di Kagenengan dideskripsikan sebagai candi megah dan indah. Pintu masuk candi lebar dan tinggi. Di dalamnya, terdapat halaman dengan rumah berderet di tepinya. Di tengahnya terdapat bangunan serupa menara yang tinggi dan indah seperti Gunung Meru. Ken Arok yang dipuja sebagai Siwa membuat candi itu memiliki arca Siwa di dalamnya.

Adapun Dusun Genengan di Wagir, menurut Dwi, terdapat runtuhan bangunan yang terbuat dari bata. Dusun ini terletak di lereng Gunung Katu. Namun, lagi-lagi menurutnya benda arkeologis yang ditemukan di sana tidak signifikan. Bahkan arca yang menunjukkan sekte Siwa pun tidak ditemukan. “Begitu juga temuan arkelogis di Karangploso, Desa Girimoyo, Dusun Genengan,” lanjut dia.

Gunung Katu

Alternatif lainnya, kata Dwi, Kagenengan bisa jadi mengarah pada topografi. Berdasarkan arti “geneng”, nama ini merujuk pada tanah yang tinggi, seperti gunung atau bukit. Dengan pengertian itu, dia mengemukakan teori Kagenengan yang dimaksud dalam sumber-sumber sejarah berada di puncak Gunung Katu.

“Penyebutan di Pararton itu ada namanya Rabut Katu, dulu di sana banyak orang menangkap burung. Sampai sekarang juga masih banyak yang menangkap burung. Di namakan Katu itu karena ada pohon katu yang besar sekali tempat rumah burung,” ungkapnya.

Kemungkinan pohon katu yang tumbuh di puncak Gunung Katu adalah tanaman endemik. Bisa jadi dulunya banyak pohon katu tumbuh di sana hingga penamaan Gunung Katu masih terus dipakai. “Sayangnya pohon itu malah ditebang,” ujarnya kesal.

Lebih lanjut, Dwi menerangkan, di masa lalu gunung ini dianggap suci. Gunung Katu merupakan anak Gunung Kawi yang dianggap sebagai pecahan Gunung Meru. Untuk tingginya, Gunung Katu sebenarnya lebih pantas disebut bukit. Namun, penampakannya begitu menjulang di wilayah itu.

Adanya penemuan arkeologis di permukaan puncak gunung itu juga memperkuat teorinya. Pada puncak gunung terdapat arca Nandi yang berbentuk lembu sebagai kendaraan (wahana) Siwa dalam mitologi Hindu. “Disebutnya reco banteng,” ucap Dwi.

Tidak hanya itu, di sana pun terdapat pedistal arca yang berukuran besar. Namun, arca yang seharusnya ada di atasnya tidak ditemukan. “Arcanya sudah hilang, apakah itu terguling ke bawah atau dicuri tidak tahu, karena arca Nandi-nya juga ditemukan agak ke arah lembah,” kata Dwi.

Dwi juga mengidentifikasi adanya fragmen arca. Sayangnya, dia pun tidak bisa mendeskripsikan siapa tokohnya. Apa yang tersisa dari arca itu adalah bagian kakinya saja.

Keistimewaan puncak Gunung Katu juga ditunjukkan dengan adanya temuan di beberapa titik di lerengnya. Dwi memaparkan ada dua titik dengan temuan yang cukup signifikan sejauh ini, selain di puncak. Menariknya, orientasi arah hadap temuan-temuan itu selalu mengarah ke puncak.

“Dugaan candi di Kagenengan ini dari material bata. Bata banyak ditemukan, dan memang tidak memungkinkan untuk batu, jadi persoalan sendiri untuk bawa batu dari bawah. Medannya sangat terjal,” terangnya.

Runtuhan bata yang dia lihat di Gunung Katu itu bisa ditemukan hingga bagian lereng gunung. Menyadari ini, dia memperkirakan, situs di lokasi itu bisa jadi berupa kompleks bangunan candi. Namun, kondisi geografisnya membuat peninggalan ini menjadi tidak utuh kembali. Berbeda dengan candi Jajago dan Candi Kidal yang meski runtuh saat ditemukan, keduanya berhasil dipugar. Candi-candi itu diuntungkan karena berada di lokasi yang rata.

“(Situs di Gunung Katu, red) ini agak beda, pas di puncak, Malang itu rawan gempa juga, ketika gempa sepertinya membuatnya betul-betul roboh, terguling ke tebing. Lereng timur itu terjal, kalau terguling ke sini habis masuk lembah,” katanya.

Dwi berteori, di masa lalu Gunung Katu pun termasuk dalam wilayah Kagenengan. Ini berdasarkan kesamaan nama “Genengan” di tiga tempat yang berbeda kecamatan. Padahal sebenarnya radius di antara ketiga tempat itu tidak jauh. Pun ketiganya berada di sekitar lereng Gunung Katu.

“Dulunya mungkin wilayah Kagenengan ini mencakup wilayah-wilayah di sekitar Gunung Katu dan Gunung Katunya, jadi lebih luas lagi, setelah sekian lama akhirnya berkembang dan muncul banyak desa,” jelasnya.

Ditambah lagi, menurut Dwi, pendiri Dinasti Rajasa itu memiliki kedekatan memori dengan wilayah selatan Malang. Sebelum Singhasari menjadi pusat pemerintahan, Ken Arok sempat berpetualang ke wilayah selatan. Dia belajar kepada seorang rohaniawan Janggan di Mandala Sagenggeng. Nama Sangenggeng ini sekarang menjadi nama sebuah desa di Kecamatan Pakisaji.

“Jadi secara memori, dia punya kenangan dengan Sagenggeng dan sekitarnya,” tegas Dwi.

Dengan dugaan tersebut Dwi merasa yakin menunjuk atas puncak Gunung Katu sebagai lokasi tempat di mana berdirinya candi pendarmaan Ken Arok. sehingga, dia pun berharap supaya ada penelitian yang khusus membedah Gunung Katu. Dia meyesalkan di lokasi yang begitu sangat potensial itu sampai detik ini belum pernah ada dilakukan penggalian.

“Kagenengan ini sangat istimewa. Dalam Nagarakretagama saja disebutkan panjang lebar. Ini wajar sebab titik pangkal munculnya kerajaan Singhasari dan Majapahit,” ucap Dwi.

Misteri Terowongan Casablanca

Cerita misteri, Tentunya sudah sering mendengar dengan Misteri Terowongan Casablanca bukan? Penampakan, berbicara tentang kedahsyatan Jakarta seakan tak ada habis-habisanya. hal misterius menjadi sebuah cerita sehari-hari karena merebut warganya. Semakin berkembangnya zaman saat ini, tidak sedikit orang yang yakin dengan cerita-cerita mistis. Tidak cuma itu, Indonesia mempunyai budaya dan budaya yang yakin dengan cerita-cerita mistis. Cerita tersebut bersumber dan tidak sedikit cerita berkenaan keangkeran itu yaitu tambang yang merangkai taktik Casablanca dan usaha Prof Dr Satrio.

Teman-teman semua tentunya mengetahui kalau terowongan yang terkenal ini terletak di Jakarta Selatan, tempatnya sendiri pas di Kuningan. Tempat ini merupakan salah satu akses tersibuk dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya beberapa cerita saja yang percaya terhadap hal-hal mistis sehingga dapat menyebabkan jalan ini menjadi sebuah lalu lintas yang terkenal karena menakutkan. Diwaktu sebelum masa pembangunan jalan tanpa tol yang dibangun oleh pemerintahah kota layang, ketika itu lokasi tersebut berada pada tengah malam akan menjadi tempat yang sangat menakitkan untuk sebagian orang.

Menurut dari beberapa sumber setempat, di lokasi angker ini kerap kali mengalami kecelakaan kendaraan bermotor ( khususnya untuk pengendara sepeda motor). Cerita mitos lama ini juga difilmkan dari pihak Indika Entertainment dan disutradarai oleh Nana Istiabudi dengan judul yang serupa. Seperti salah satu warga setempat yang mengatakan kalau tempat ini semakin ramai sampai banyak orang yang mengetahui kengerian dari angkernya casablanca terowongan.

Terowongan Casablanca dapat terlihat sepanjang jalan arah Tanah Abang yang selalu mengalami kemacetan parah. Masyarakat yang terbiasa menjaga pemakanan di TPU karet Kuningan dalam kesehariannya mengatakan kalau tidak ada kejadian yang khusus pada sekitar terowongan tersebut. Tidak hanya itu saja, peristiwa kecelakaan yang terjadi di terowongan terjadi seperti yang dahulu kala. Menurut salah satu penduduk sekitar mengatakan kalau dirinya tidak melihat sesuatu yang mistis terlebih lagi ketika jalan sedang ramai dengan orang bolak balik pada terowongan tersebut.

Tetapi orang-orang sekitar mengatakan kalau ada beberapa cerita yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Seperti salah satunya adalah cerita tentang seorang nenek-nenek dan tiba-tiba terlihat seorang anak didalam terowongan Casablanca tersebut. Empat abad yang lalu, ketika nenek itu masih muda sempat mendapatkan perlakuan buruk dari beberapa laki-laki. Tidak cukup disana saja, beberapa orang diseret dan diperkosa di lokasi tersebut. Setelah melakukan kejahatan itu, sang pelaku membuang pada ruang kosong yang sekarang telah dibangun di dalam terowongan.

“Wujud nenek itu kemudian menyimpan dendam dan sangat membenci semua orang. Dalam pemikirannya nenenk tersebut menganggap manusia sebagai sesosok yang terhina, ucap salah satu warga sekitar tersebut. Tidak hanya sesosok saja memperlihatkan diri, namun nenek tersebut didampingi seorang anak kecil yang masih tidak diketahui penyebab kematiannya.