Ketakutan Menyelimuti Tidurku

Setiap malam kala dimana aku akan berbaring ditempat tidur, aku selalu berada diselimuti oleh rasa ketakutan. Aku sudah lama merasakan sebuah fakta bahwa saudaraku selalu saja menyiksaku. Dia selalu melakukan itu diatas tempat tidur susun. Dia selalu merasa amat senang ketika aku berada dalam rasa takut dan sebuah penderitaan. Itu adalah hal yang menyenangkan sekali untuknya. Ketakutan Menyelimuti Tidurku

saat aku masih berusia 3 tahun, aku ingat jelas setiap malam. sekitar jam 9 malam, ibuku bakal memberitahuku kalau sudah waktunya buat tidur. Dia akan mengantarkanku ketempat tidur yang terbuat dari baja tua, tempat tidur yang disusun dan dibuat dengan rakitan sendiri. Dia bakal mencium dahiku sebelum mengatakan selamat malam, mematikan lampu dan juga meninggalkan ruangan sambil menutup pintu.

Saat aku berbaring dan menatap cahaya yang mulai meredup, dan melihat berbagai siluet dari berbagai furniture didalam kamarku. Aku mendengar ada suara gemercik sesuatu dari atas tempat tidur susun. Aku bakal menutup mataku dan kemudian menangis mengetahui sebuah permainan kejam saudaraku segera dimulai. Setiap malam adalah malam yang tetep sama, saudaraku akan menggeram padaku dengan suara serak jahatnya mengenai semua rasa sakit dan penderitaan yang bakal kuterima.

Ketakutan Menyelimuti Tidurku “Tidak ada seorang pun yang bakal datang untuk menolong”.
“Tidak ada yang akan datang saat aku membawamu kesebuah tempat lain”.

Aku akan berbaring disana. Tubuhku akan terbungkus dalam teror yang membuatku cuma mampu diam dan juga menangis dan mendengarkan saudaraku berbicara, menggambarkan berbagai siksaan yang bakal dia berikan. Seperti mematahkan semua tulang-tulangku satu-persatu sehingga perlahan-lahan paru-paruku bakal tertusuk oleh tulang rusuk terakhirku, jari-jariku mungkin bakal segera sembuh namun dia akan terus melakukanya lagi dan lagi.

Dia akan memberitahuku bahwa suatu hari dia bakal mewujudkan ancamannya itu namun untuk sekarang, itu akan lebih menyenangkan untuknya kalau dia cuma menceritakan apa yang akan dia lakukan. Saudaraku senang menyiksaku. Jadi ya, ini adalah masa kecilku sampai aku genap berusia 7 tahun. Ayahku memutuskan bahwa sudah waktunya untuk menyingkirkan tempat tidur susun itu. Dia sudah membeli tempat tidur susun itu saat ibuku sedang hamil.

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU  TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

72, 74, 78, 76, 82, 84, 86, 92, 94, 96

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

  21, 23, 26, 41, 43, 46, 71, 73, 76, 72

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

  12, 13, 14, 16, 92, 93, 94, 96, 71, 73

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

62, 64, 63 ,60, 72, 74, 73 ,70, 52, 54

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

15, 16, 19, 21, 25, 29, 41, 45, 49, 26

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

13, 16, 19, 53, 59, 52 ,43, 46, 49, 42

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

56, 58, 50, 75, 76, 78, 70, 95, 96, 90

SELENGKAPNYA

Kami tinggal disebuah rumah kecil tidak banyak ruangan dalam rumah. Jadi saat ibuku mengatakan kepada ayah kalau dia akan melahirkan bayi kembar (aku dan saudaraku). Ibuku mengatakan dia amat senang dengan hal tersebut, seperti anak hiperaktif pada malam Natal. Dia pergi kesebuah toko kasur pada hari itu dan membeli tempat tidur susun baja tersebut dan mengatakan itu adalah solusi yang sempurna untuk kami sebab kurangnya ruang.

Meskipun dia tahu tempat tidur tak akan digunakan terus sampai kami setidaknya berumur 2½ tahun, tempat tidur susun kami sepenuhnya dihiasi dan juga dilengkapi, lengkap dengan kasur dan bantal dua bulan sebelum “kami” dilahirkan. Baiklah, benar sekali aku tadi mengatakan “kami”, sayangnya saudaraku itu meninggal tepat saat ibuku melahirkan, jadi aku harus mengatakan sebelum aku ini lahir.

Aku tidak tahu banyak tentang apa yang terjadi sebenarnya. Dan aku tak pernah menanyakan perihal tersebut kepada orang tuaku. sebab hal itu hanya akan membuat mereka sedih. Aku tak percaya seberapa baik aku masih ingat hari-hari tersebut. Aku sekarang sudah berumur 27 tahun. Aku punya apartemen kecil yang kusewa sendiri, mempunyai pekerjaan yang bagus dan juga koleksi indah pil tidur.

Malam ini aku mengambil seluruh botol. Aku bakal tidur malam ini akhirnya. Saudaraku tak bakal membuatku terbangun malam ini. Oh Tuhan, aku amat merindukan tempat tidur susun tersebut. Setidaknya saat dia berada ditempat tidur atas, tetapi aku tak bisa melihatnya lagi sekarang. Ketakutan Menyelimuti Tidurku