Cerita Misteri Begu Ganjang

Cerita Begu Ganjang di tanah Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang banyak didiami suku Batak Toba, bukanlah hal yang baru. Banyak orang dibunuh, dibakar dan diusir dari kampung gara-gara isu memelihara hantu yang digambarkan bertubuh panjang dan ganas itu.
Seperti berita kemarin, ketika seorang pria tunanetra yang nyaris dibakar hidup-hidup karena dituduh memelihara Begu Ganjang. Beruntung polisi cepat datang, sehingga pria itu selamat dan hanya diusir saja dari kampungnya.
Begu Ganjang yang berarti hantu panjang, memang dikenal sebagai Begu ganas. Badanya setinggi pohon enau, bisa berperangai pria atau wanita, dengan gigi tajam seperti gergaji. Dia gemar mencekik leher mangsanya. Bila membunuh, ada bekas biru lebam pada leher si korban.
Selain Begu Ganjang, ada jenis Begu lainnya yang dipercaya masyarakat setempat; misalnya Begu Antuk yang disebut bisa membunuh orang seketika (belakangan medis menyebutnya penyakit jantung). Kemudian Begu Nurnur dan Begu Turtur yang membunuh korbannya dengan menggerogoti tubuh (medis menyebutnya sakit gula atau diabetes).

PASARAN

PREDIKSI MBAH JITU  TOP 2D

KLIK

PASARAN SYDNEY

21 28 26 51 52 58 61 62 68 56

SELENGKAPNYA

PASARAN COLOMBO

23 24 26 34 36 39 73 74 76 79

SELENGKAPNYA

PASARAN SCOTLAND

17 14 12 37 34 30 62 67 60 64

SELENGKAPNYA

PASARAN SINGAPORE

13 16 14 23 26 24 73 76 74 72

SELENGKAPNYA

PASARAN JAMAICA

84 85 81 24 25 21 04 05 03 01

SELENGKAPNYA

PASARAN UGANDA

41 45 47 81 84 85 87 61 64 67

SELENGKAPNYA

PASARAN HONGKONG

31 37 36 35 41 47 46 81 87 86

SELENGKAPNYA

Manusia yang memelihara Begu, itu dalam bahasa Batak disebut Sigumoang. Banyak warga setempat menjadi korban gara-gara dituduh sebagai Sigumoang atau pemelihara Begu Ganjang. Seperti dikisahkan R Situmeang, warga Lubuk Pakam, tentang peristiwa pembakaran satu keluarga hingga tewas pada 15 Mei 2010 silam.
Satu keluarga itu, kata Situmeang, merupakan warga Dusun Buntu Raja Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, yaitu Gibson Simaremare, istrinya Riama br Rajaguguk  dan anaknya Lauren Simaremare. “Ketiganya tewas dibakar hidup-hidup setelah dituding sebagai pemelihara Begu Ganjang,” ucapnya.
Sementara itu, Tiur br Nainggolan yang merupakan istri Lauren Simaremare, kritis setelah ditikam warga. Polisi kemudian menetapkan 55 warga setempat sebagai tersangka dalam aksi penganiayaan ini.
Kasus serupa sebenarnya masih banyak. Orang-orang yang dituduh Sigumoang ini biasanya dianiaya, diusir dari kampung, kemudian rumahnya dirusak atau dibakar.
Seperti dialami warga Desa Aek Raja, Kecamatan Parmonangan, Taput, pada Jumat (11/07). Tertuduh adalah Fernando Manalu, Delima br Simanjuntak, dan Mikael Manalu. Mereka dianiaya karena diduga memelihara Begu Ganjang. Mereka dipukuli hingga babak belur, rumahnya juga dirusak.
Isu Begu Ganjang di Desa Aek Raja itu muncul setelah meninggalnya seorang warga sekitar yang dinilai janggal. Ironisnya, meski aksi kekerasan masih sering terjadi karena isu mistis ini, namun keberadaan Begu Ganjang sendiri belum bisa dibuktikan sampai sekarang.